Jangan Bosan Beristighfar, Rahmat Allah Sangatlah Luas

beristighfar

Pecihitam.org – Manusia hidup di dunia tidak pernah luput dari kesalahan, sebab diciptakan dengan akal dan bawa nafsu, maka wajar jika manusia pernah berbuat dosa. Yang harus kita lakukan adalah beristighfar setiap melakukan kesalahan, sebab memohon ampun kepada Allah adalah kewajiban bagi para pendosa seperti kita, maka jangan pernah bosan untuk beristighfar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Janji Allah kepada orang yang beristighfar ialah ia akan mendapat kenikmatan, dan dan solusi di setiap kesulitan, seperti halnya firman Allah dalam surat Hud ayat 3;

وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُوا۟ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوۤا۟ إِلَیۡهِ یُمَتِّعۡكُم مَّتَـٰعًا حَسَنًا إِلَىٰۤ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى وَیُؤۡتِ كُلَّ ذِی فَضۡلࣲ فَضۡلَهُۥۖ وَإِن تَوَلَّوۡا۟ فَإِنِّیۤ أَخَافُ عَلَیۡكُمۡ عَذَابَ یَوۡمࣲ كَبِیرٍ

“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).”

Dalam ayat tersebut jelas, bahwa Allah akan memberi kenikmatan pada orang yang beristighfar, sebab sepatutnya seorang hamba merasa bahwa dirinya bukanlah apa-apa, melainkan hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa. Maka jangan pernah bosan untuk memohon ampun kepada sang Pencipta.

Baca Juga:  Khilafah Adalah Sistim Pemerintahan, Ini Sejarahnya

Allah juga menjanjikan untuk melipur segala kesedihan yang dirasakan oleh hambanya, jika ia konsisten untuk beristighfar, serta memberi rizki dari arah yang terduga.

Dalam riwayat Abu Dawud dari Ibnu Abbas ra, beliau SAW bersabda;

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَ قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Dari Ibnu Abbas bahwa ia bercerita kepadanya, ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”

Meskipun hadits tersebut dhaif, namun ada hadits lain yang menguatkan yaitu riwayat Ibnu Majah pada bab Istighfar, maka hadits tersebut dapat dijadikan motivasi untuk selalu beristighfar kepada Allah.

Baca Juga:  Bolehkah Seseorang Melakukan Ibadah Namun Mengharap Surga?

Sebab Nabi Muhammad SAW saja yang sudah di janjikan surga untuk nya, beliau tetap beristighfar disetiap harinya, sebab beliau merasa bahwa dirinya adalah hamba Allah, maka wajar jika seorang hamba selalu mendekatkan diri dengan Rabbnya.

Dalam ajaran agama orang Islam tidak boleh memandang dirinya sebagai malaikat, melainkan ia hanyalah seorang manusia biasa, yang kadang berbuat benar dan sering kali berbuat kesalahan, maka solusi dari kesalahan yang telah ia perbuat ialah bertaubat dan istighfar.

Dan setelah ia beristighfar dan benar-benar bertaubat kepada Allah, maka ia akan menemukan ketenangan dalam dirinya. Sebab Allah Maha Pengampun, dan rahmat Allah lebih besar daripada siksanya, maka tidak ada kata terlambat untuk bertaubat.

Dapat kita rasakan sendiri efek dari kasih sayang Allah yang luar biasa besarnya, sebab jika Allah tidak memberi rahmat kepada kita, niscaya kita tidak pantas mendapat kenikmatan berupa melihat, mendengar, bebas beraktivitas, jika dibandingkan dengan berapa banyak dosa yang telah kita perbuat.

Baca Juga:  Tinta Ulama Laksana Darah Para Syuhada'

Maka guru saya selalu berpesan jangan pernah berdoa untuk meminta keadilan Allah, akan tetapi mintalah Rahmat (kasih sayang) Allah, sebab kita tidak akan pernah sanggup menerima keadilannya atas apa yang kita perbuat. Dikarenakan berapa banyak dosa yang sudah kita lakukan. Oleh karena itu jangan pernah bosan untuk beristighfar. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha