Jangan Mudah Menuduh Orang Lain, Lebih Baik Koreksilah Diri Sendiri

jangan mudah menuduh

Pecihitam.org – Pertengkaran bisa terjadi dimana saja dan dengan siapa saja. Salah satu faktor yang menimbulkannya adalah saling menuduh dan tidak mau memaafkan. Entah dengan sejuta alasan apapun untuk tidak memaafkan. Padahal semua masalah bisa diselesaikan, termasuk yang berkaitan dengan haqqul adami, jika kedua belah pihak bisa bersangkutan dapat berfikir dengan kepala dingin.

Terlepas dengan itu semua, agama sebenarnya telah mengatur segala permasalahan dengan solusi yang indah. Termasuk diantara sesama saudara agar jangan mudah menuduh antara satu dengan yang lainnya.

Sebab apa yang kita tuduhkan belum tentu kebenarannya. Maka jika hal tersebut tidak benar, si penuduh akan mendapatkan dosa dua kali lipat. Yaitu dosa kebohongan dan dosa tuduhan kepada temannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda

رحم الله امرئا اشتغل بعيوب نفسه عن عيوب غيره

“Semoga Allah merahmati orang yang lebih sibuk dengan aibnya sendiri ketimbang dengan aib orang lain.”

Begitu dahsyat doa nabi kepada umatnya yang sibuk dengan aibnya sendiri ketimbang mikirin aibnya orang lain. Kita tahu bahwa doa nabi tidak akan tertolak. Apalagi beliau berdoa agar Allah merahmati seorang hamba, itu adalah doa yang dahsyat, sebab tidak ada yang dapat mengalahkan rahmat Allah.

Baca Juga:  Adab Bertetangga Menurut Imam Al-Ghazali

Rahmat adalah kasih sayang, saat Allah telah memberi kasih sayang kepada hamba-Nya, maka ia akan hidup bahagia dan tentram dimanapun ia berada.

Kita tidak bisa menilai orang dari sisi luarnya saja, sebab apa yang nampak diluar kadang tidak selaras dengan yang di dalam. Namun, tidak boleh juga mengatakan “Yang penting hatinya baik”. Sebab, saat ia mengatakan tersebut, maka secara tidak langsung ia mengatakan bahawa lawan bicaranya adalah jelek.

Yang seharusnya dilakukan kepada semua orang adalah, jangan mudah menuduh dan tidak perlu saling menuduh, tidak perlu sibuk dengan aib orang lain, sebab, aib diri sendiri pun banyak. Maka lebih baik terus perbaiki diri, meminta ampun kepada Allah, dan memohon agar Allah selalu menutupi aib-aib hambanya.

Masih ingatkah dengan cerita Sayyidah Aisyah yang dituduh berzina? Cukuplah peristiwa tersebut menjadi tamparan bagi siapapun agar tidak gampang menuduh saudaranya sendiri. Sebab, jika tuduhan tersebut tidak benar maka akan menjadi fitnah. Dan kita tau bahwa dosa fitnah itu lebih besar daripada dosa orang yang melakukan pembunuhan.

Baca Juga:  Siapakah Ahli Bid'ah yang Sebenarnya? Berikut 4 Ciri-ciri Mereka

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah SWT berfirman,

والفتنة أشد من القتل

“Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.” (Qs. Al-Baqarah: 191)

Dari ayat diatas bukan berarti seseorang boleh untuk membunuh orang lain, karena keduanya memang perkara yang dilarang oleh Allah. Namun maksud dari ayat tersebut mengapa dosa fitnah lebih besar? Sebab saat seseorang menfitnah orang lain, maka orang yang terfitnah pun akan mendapatkan sangsi sosial dari masyarakat lainnya. Mungkin dia akan dicibir atau bahkan dijauhi oleh teman-temannya.

Oleh sebab itu mengapa menuduh adalah hal yang tidak diperbolehkan. Sebab, akan menyebabkan banyak dampak kepada dirinya juga orang di dekatnya. Apalagi di zaman milenial ini, yang semuanya bisa dengan mudah tersebar luas melalui sosial media. Maka jangan pernah sekali kali menuduh, menjelakkan, bahkan menfitnah saudara kita sendiri, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Baca Juga:  Mengapa Manusia Diciptakan Berbeda Beda? Inilah Alasannya

Apa salahnya jika keduanya saling memaafkan, dan masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab, mungkin kebanyakan masalah yang tak berujung adalah tidak adanya komunikasi antara kedua belah pihak, ataupun sebab ego yang tidak dihilangkan. Maka, hal itulah yang akan memunculkan banyak permusuhan. Oleh sebab itu, mari kita koreksi diri sendiri, agar tidak saling menuduh ataupun menyalahkan orang lain. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG