Jodoh Menurut Islam Dalam Pandangan al-Quran dan Hadits

Jodoh Menurut Islam Dalam Pandangan al-Quran dan Hadits

PeciHitam.org – Sebagian orang menganggap jodoh adalah takdir yang mana Allah SWT telah menetapkannya, sedangkan sebagian lain beranggapan jodoh adalah pilihan, dimana seseorang mampu menentukan dan memilih jodohnya masing-masing. Sebenarnya, bagaimana sih Jodoh menurut Islam itu?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT sudah menjelaskan rahasia tentang jodoh atau pasangan hidup kita dalam Al-Qur’an:

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

Artinya: “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (QS. An-Nahl, 16:72)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa jodoh merupakan rezeki atau nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita.

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

Artinya: “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (QS. An-Nur, 24:26)

Baca Juga:  Gus Baha: Hakikat Kehidupan yang Sesungguhnya

Ayat di atas menyatakan kita dapat memilih jodoh kita sendiri dengan cara mengubah diri kita sendiri.

Sudah ditetapkan Allah SWT perihal rezeki, kematian dan jodoh dalam kitab Lauh Mahfudz, tapi bukan berarti tidak dapat memilih jodoh kita sendiri melainkan Allah SWT memberikan jalan bagi kita untuk memilih. Hanya saja jika menginginkan jodoh yang baik untuk maka jadilah pribadi yang baik, begitu pula sebaliknya.

Diantaranya hadits tentang jodoh yang artinya:

“Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Gus Baha: Ketika Imam Syafi’i di Debat Soal Qunut

Hadist tersebut menyatakan jalan hidup kita telah ditulis jauh sebelum dilahirkan, tapi yang berusaha menentukan siapa jodoh kita sesungguhnya hanyalah kita sendiri.

Perihal mencari jodoh menurut Islam dijelaskan dalam hadits yang artinya:

“Wanita dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, maka pilihlah karena agamanya niscaya engkau beruntung” (HR. Al-Bukhari)

Jodoh menurut Islam memberikan solusi untuk memilih jodoh sendiri tetapi juga mendorong untuk memilih jodoh berdasarkan keimanan dan ketakwaan daripada tampilan fisik dan hartanya, sebagaiman hadist yang artinya:

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar)

Jika memilih jodoh berdasarkan agamanya maka hal tersebut merupakan harta yang luar biasa yang bisa didapatkan di dunia, dan mendapatkan istri yang shalehah menjadi sumber kebahagiaan berumah tangga sehingga keluarga harmonis tercipta.

Baca Juga:  Modal Quran Terjemah, Jangan Mudah Menghukumi Halal atau Haram!

Dalam memilih jodoh Rasulullah SAW menyarankan untuk lebih memilih perawan daripada janda karena dianggap lebih baik, karena gadis perawan tidak memiliki kenangan pernikahan dengan pria lain untuk menghindari sifat membanding-bandingkan.

Adapun Rasulullah SAW menyarankan untuk menikahi wanita yang subur demi mendapatkan keturunan, karena anak merupakan kebahagiaan dalam berumah tangga. Dan ketika melamar dianjurkan untuk melihat calon pasangan terlebih dahulu agar tidak terjadi kekecewaan di kemudian hari.

Begitulah pandangan al-Quran dan Hadits mengenai Jodoh Menurut Islam. Semoga bisa memberikan pandangan bagi kalian yang sedang mencari atau menanti jodoh yaa.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *