Penasaran Kapan Datangnya Lailatul Qadar? Berikut Penjelasan Para Ulama

kapan datangnya lailatul qadar

Pecihitam.org – Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan, malam dimana Allah menurunkan al-Qur’an di waktu tersebut. Malam itu lebih baik dari pada seribu bulan, dan turunya para malaikat kebumi, atau kelangit yang terendah dan mendekatnya mereka kepada orang-orang mukmin, untk mengatur segala urusan yang berupa kebaikan dan keberkahan  yang ditakdirkan untuk tahun itu sampai tahun berikutnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Lailatul Qadar dipercaya sebagai malam yang dapat melipat gandakan pahala ibadah, serta terkabulnya segala doa yang dipanjatkan. Tetapi kapan, hari apa, jam berapa malam datangnya lailatul qadar tersebut?

Para ulama berselisih pendapat mengenai kapan waktu datangnya lailatul qadar. Sebagian mengatakan, bahwa malam Qadar hanya terjadi pada masa Rasululah Saw.,  saja, kemudian dihapuskan. Sedang umumnya para Masyayikh berpendapat bahwa malam Qadar itu masih tetap ada sampai hari kiamat.

Sebagaian berpendapat, pada malam tanggal pertama dari bulan Ramadan. Sedang sebagaian yang lain mengatakan, pada malam ketujuh belas. Tetapi kebanyakan berpendapat, diantara sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan. Adapun umumnya para sahabat dan ulama sependapat, bahwa malam Qadar ialah pada malam kedua puluh tujuh dari bulan ramadan.

Baca Juga:  Memahami Tujuan Dasar Syari’at Dalam Islam Bagian 1

Diceritakan bahwa Abu Yazid al-Busthami berkata : “ Seumur hidup saya pernah mengalami Lailatul Qadar dua kali, semuanya terjadi tepat pada tanggal dua puluh tujuh.”

Dan tersebut didalam kitab al-Haqa’iq karangan al Hanafi, bahwa dia berkata; “ Sesungguhnya huruf-huruf yang terdapat dalam kata-kata ‘Lailatul Qadar ‘ ada sembilan. Dan Allah Swt., telah menyebutkan kata-kata Lailatul Qadar pada tiga tempat.

Jadi seluruhnya ada duapuluh tujuh huruf. Adapun alasan mengapa datangnya lailatul qadar tidak diberitahukan kapan terjadinya secara tepat kepada umat, adalah agar mereka bersungguh-sungguh ber ibadah pada seluruh malam-malam di bulan Ramadan, dengan keinginan yang sangat akan mengalami malam itu, sebagai mana tidak di jelaskan nya saat terkabulnya do’a pada hari jum’at, dan juga Ash-Salatul Wustha diantara salat-salat yang lima,

Dan nama yang paling agung di antara Asmaul Husna, dan keridaa-Nya dalam melakukan ketaatan, agar dalam semua itu mereka bersungguh-sungguh. ( Misykatul Anwar ).

Nabi Saw., Bersabda :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ

Baca Juga:  Membantah Tuduhan Kaum Salafi Wahabi Yang Mensyirikkan Orang Bertawassul

“Diriwayatkan dari Ibn Umar RA bahwa beberapa sahabat Nabi salallahualaihi wasallam diperlihatkan lailatul qadar dalam mimpi, di tujuh hari terakhir. Rasulullah salallahualaihi wasallam lalu bersabda: ‘Aku melihat mimpi kalian bertepatan di tujuh hari terakhir. Siapa yang ingin mencarinya, carilah ia di tujuh hari terakhir. ( HR. Bukhari)

Rasulullah bersabda yang artinya “ Barang siapa beribadah sesaat pada malam Qadar, kira-kira selama seorang mengembala memerah susu kambingnya, itu lebi disukai Allah daripa berpuasa sepanjang tahun. Dan demi Allah yang telah membangkitkan aku benar-benar sebagai seorang Nabi sesungguhnya membaca satu ayat dari al Qur’an pada malam Qadar adalah lebih disukai Allah daripada menghatamkanya pada malam yang lain.”

Dan dari Aisyah ra. Bahwa dia mengatakan : Aku bertanya “ Ya Rasul Allah, kalu aku kebetulan mengalami malam Qadar, maka apakah yang patut aku baca ?’ Jawab Rasul; Ucapkanlah :

Baca Juga:  Kado Berupa Uang Saat Acara Khitanan, Apakah Menjadi Milik Ayah atau Anak?

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘anni

Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah saya.”

Berdasarkan pengalaman dan catatan pribadi , para ulama’ yang diberi kesempatan oleh Allah menemui Lailatul Qadar , kemudian memberikan semacam kaidah kapan biasanya Lailatul Qadar tiba.

Lewat pengalaman mereka inilah setidaknya kita bisa mempersiapkan diri dengan memperhatikan malam-malam tersebut. Sehingga kita bisa mendapatkan dan melewati malam tersebut dalam keadaan sedang beribadah dan berdo’a kepada Allah Swt. Ammin