Karakteristik Dakwah Sunan Ampel Surabaya

Karakteristik Dakwah Sunan Ampel Surabaya

Pecihitam.org- Sebelum lebih jauh membahas karakteristik dakwah snan Ampel, perlu diketahui bahwa Nama Sunan Ampel dihubungkan dengan Ampel yang kini menjadi bagian dari kota Surabaya. Beliau sering disebut Raden Rahmat, orang suci dari Ampel Denta, tepatnya Sunan Ampel Denta.

Disebutkan bahwa Raden Rahmat berasal dari dan merupakan anggota keluarga kerajaan Cempa. Seperti diketahui, dalam kisah Walisanga, Sunan Ampel disebutkan berputra Sunan bonang yang menjadi guru Sunan Kalijaga, serta bermurid antara lain Sunan Giri yang juga merupakan Wali tersohor.

Makam Sunan Ngampel Denta tidak kalah ramainya dibandingkan dengan makam para Wali lain pada abad ke-21 ini. Bahkan dari semua makam yang telah dilaporkan Intisari adalah makam Sunan Ngampel Denta ini saja yang tidak boleh dipotret ataupun di rekam kamera video.

Kompleks makan dan pemukiman Ngampel Denta sendiri telah menjadi khas dan unik bukan karena kesunyiannya, melainkan telah mengalami metamorfosa, betapa sebuah pusat keagamaan dengan masjid besar di tengah kampung melebur dalam sebuah pusat perdagangan, tanpa harus kehilangan suasana sakral sama sekali.

Baca Juga:  Tradisi Saprahan; Makan Bersama ala Masyarakat Melayu

Sebaliknya, kompleks makam dan masjid Ampel bagaikan sebuah perayaan menyatunya kekhusukan agama dengan gairah kehidupan sehari-hari, bagaikan suatu agama bisa sangat membumi. Berikut akan dijelaskan mengenai karakteristik walisongo Sunan Ampel serta jasa-jasa beliau dalam memakmurkan tempat yang menjadi wilayah dakwahnya.

Ketika Raden Rahmat pertama kali datang di Jawa dan tiba di Gresik, ia disambut seorang ulama Arab bernama Syekh Maulana Kubra. Ia menyambut dengan gembira dan meramalkan berakhirnya kepercayaan berhala dan Raden Rahmat akan menjadi pelopor Islam di Jawa.

Demikian pula dengan pendapat Tamar Djaya pertama kali Raden Rahmat tiba di Gresik di sambut dengan gembira oleh penduduk yang telah beragama Islam oleh seorang ulama ternama bangsa Arab yang bernama Syekh Maulana Jamad Al-Kubra, yang kemudian bergaul dengan Raden Rahmat.

Beliau melihat Raden Rahmat mempunyai sifat berani, tegas, berpengaruh dan tabah sehingga diramalkan Raden Rahmat kelak akan pengembang Islam di Tanah Jawa. Salah satu buktinya pada tahun 1479 M Raden Rahmat mendirikan Masjid Agung Demak. Kerajaan Demak tersebut berdiri sebagai kerajaan Islam yang pertama dengan rajanya Raden Patah, hal ini tentunya atas dukungan dari Sunan Ampel.

Baca Juga:  Sering Kita Dengar, Ternyata Begini Sejarah Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamitthariq

Selain Ampel Denta, menurut penuturan Babad Gresik, Raden Rahmat berhasil mendirikan daerahnya semula berlumpur dan berair menjadi daerah yang makmur. Di daerah tersebut didirikan pula pesantren yang bertujuan untuk mendidik akidah dan syariat bagi para poengikut-pengikutnya, sehingga Ampel menjadi pusat dakwah Islam. Keberhasilan beliau dalam mengelola pesantren terlihat dari ketenaran nama Ampel Denta dalam waktu singkat.

Perkembangan Ampel Denta sebagai suatu koloni di Surabaya yang dihuni oleh orangorang yang beragama Islam pada gilirannya menjadi tempat belajar para santri yang berasal dari beberapa daerah, terutama saudagar dan para bangsawan, melainkan juga menjadi tempat persinggahan bagi para juru dakwah dari beberapa penjuru negeri.

Baca Juga:  10 Asas Dakwah Walisongo dalam Menyebarkan Agama Islam di Indonesia

Faktor lain yang mempengaruhi pesatnya perkembangan Ampel Denta adalah karena Raden Rahmat tidak pernah mempersoalkan mahzhab yang dianut oleh para juru dakwah maupun santrinya, meskipun beliau sebagai penganut mahzhab Hanafi.

Dalam mengembangkan pendidikan Islam, karakteristik dakwah sunan ampel yakni lebih mengutamakan segi penanaman akidah dan pelaksanaan syariat yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Sehingga dengan cara yang netral seperti itu, pendidikan di Ampel Denta banyak mempengaruhi simpati di kalangan masyarakat.

Mochamad Ari Irawan
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG