Temuan Ilmiah Tentang Keajaiban Al Quran dalam DNA Manusia

al quran dalam dna manusia

Pecihitam.org – Bagi hamba-hamba yang beriman, Al-Qur’an menjadi kitab yang dijadikan pedoman dan bisa saja memberikan inspirasi untuk melakukan pembuktian terhadap apa yang terkandung di dalamnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Al Quran juga sering menjawab setiap ketidaktahuan manusia terhadap ilmu sains yang terkadang buntu. Setiap ayat dan makna yang tertulis memberikan pengetahuan yang baru. Kalamullah ini memang rangkaian mutiara kata yang indah nan penuh makna, dimana setiap apa yang tertulis bisa dikaji secara ilmiah dan terbukti kebenaranya.

Dikisahkan, seorang ilmuwan muslim bernama Dr. Ahmad Khan terinspirasi salah satu ayat dalam Al-Qur’an. ahmad Khan merupakan lulusan Summa Cumlaude dari Duke University.

Setelah penetian yang cukup panjang ia akhirnya menemukan akan kebenaran ayat tersebut. Sebuah keajaiban, Dr. Ahmad berhasil menemukan untaian ayat Al Quran dalam DNA Manusia.

Pada suatu hari ketika di sebuah masjid, Dr. Ahmad mendengar khatib saat Shalat Jum’at tengah membaca Surat Fussilat ayat 53 yang berbunyi,

سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِى ٱلْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ

Artinya: “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini (Al Quran) adalah kebenaran”.

Pada ayat yang artinya tentang “tanda-tanda kekuasaan ada dalam diri mereka” membuat Dr. Ahmad Khan penasaran tentang genetika manusia. Ia kemudian berpikir untuk membuktikan tentang kekuasaan Allah pada genetika manusia. Ia membuat hipotesa bahwa berdasarkan ayat tersebut ada kemungkinan ayat Al-Qur’an merupakan bagian dari gen manusia.

Baca Juga:  Mengenal Kalangan yang Mengatasnamakan “Islam Otentik”

Beruntung proyek penelitiannya tentang gen kecerdasan manusia mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Ia bersama adiknya yang bernama Imran, seorang ahli dalam analisis sistem laboratorium genetiknya, lantas memulai penelitiannya.

Awalnya mereka meneliti tentang Junk DNA atau sampah DNA. Bagian ini merupakan DNA yang tidak memproduksi protein. Setelah diteliti lebih dalam ternyata bagian ini sangat jauh dari makna sampah.

Sebab setelah dikaji secara mendalam, Junk DNA dalam tubuh manusia membentuk untaian ayat-ayat Al Quran. Hal inilah tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.

Tepatnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi kedua kakak beradik ini menemukan lafadz Bismillahirahmanirahiim. Iqra bismirrabbika ladzi khalq : “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”.

Potongan ayat tersebut ialah awal dari surat Al-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw di Gua Hira. Ternyata setelah satu ayat tersebut, kemudian ayat lain menyusul muncul satu persatu. Dari penelitian itu Dr. Ahmad Khan dan adiknya telah berhasil menemukan 1/10 ayat Al-Qur’an.

Baca Juga:  Siapa yang Sebenarnya Lebih Pantas Disebut Thaghut?

Dr. Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada kromosom manusia yaitu; T, C, G, dan A. Masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi ayat Al Quran yang sangat mengagumkan.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari “Ummi” edisi 6/X/99, Dr. Ahmad Khan menyampaikan:

“Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam.

Saya juga menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

Baca Juga:  Begini Cara Islam Memuliakan Wanita Sejak Zaman Rasulullah

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Al-Qur’an dan Genetik”, semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni.

Semoga non muslim juga menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam.

Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah, memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.”

Wallahua’lam

Lukman Hakim Hidayat