Pernahkah Kalian Merasa Keluar Sisa Kencing Tengah Sholat? Ini yang Harus Dilakukan

Pernahkah Kalian Merasa Keluar Sisa Kencing Tengah Sholat? Ini yang Harus Dilakukan

Pecihitam.org- Diantara kita pasti ada yang mempunyai keluhan pada alat kelaminnya seusai buang air kecil. Semisal ketika sehabis buang air kecil, suka keluar lagi sedikit air dari kemaluannya. Bagaimana jika keluar sisa kencing terjadi tengah Sholat?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Padahal kita sudah membilas dengan air sambil mengurut-urut batang dzakarnya serta berdehem-dehem. Tapi dengan cara itu masih saja keluar sisa kencing saat tengah Sholat.

Memang ketika selesai disucikan dengan air tidak terasa keluar air lagi, namun ketika sudah memakai celana dalam barulah air tersebut keluar lagi, dan bahkan ketika sedang sholat terasa keluar air pada kemaluan. Dari permasalahan tersebut bagaiamana solusinya.

Permasalahan di atas, berkaitan dengan istibra, yaitu upaya penirisan atau penyucian alat kelamin setelah membuang air kecil. Istibra dianjurkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:

ودليل طلب الاستبراء: حديث ابن عباس: أن النبي صلّى الله عليه وسلم مرّ بقبرين، فقال: «إنهما ليعذبان، وما يعذبان في كبير: أماأحدهما فكان لا يستبرئ من بوله، وأما الآخر فكان يمشي بالنميمة»

Baca Juga:  Hukum Jimak Ketika Istri Sedang Masa Istihadhah, Bolehkah?

Artinya, “Dalil istibra adalah hadits riwayat Sayyidina Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW ketika melewati dua makam bersabda, ‘Kedua ahli kubur ini disiksa. Keduanya disiksa bukan karena hal besar. Satu tidak istibra sesudah kencing. Satu lagi berjalan untuk mengadu domba,’” (HR Bukhari dan Muslim).

Ulama fiqih memasukkan istibra dalam bab thaharah. ulama hampir jarang memisahkan pembahasan istinja dan istibra. Berikut penjelasan istibra dari Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh:

Istibra ialah usaha menghilangkan dan menyucikan diri dari najis kotoran yang keluar sampai seseorang itu yakin atas hilangnya sisa kotoran tersebut, atau usaha menyucikan dzakar atau farji yakni tempat keluarnya kotoran dari sisa tetesan air kencing,

Biasanya melalui berdehem dan mengurut saluran kencing pada penis tiga kali merupakan upaya membersihkan dan menyucikan air kencing. Syekh Wahbah Az-Zuhayli merupakan seorang ulama fiqih kontemporer, beliau menyampaikan bahwa dengan apa saja istibra dapat dilakukan, dengan tujuan utama meniriskan sisa air kencing dari kelamin.

Baca Juga:  Khusyuk Dalam Sholat Sebagai Pendidikan Konsentrasi

Beliau menyebut antara lain berdehem, mengurut batang dzakar, menekan bagian atas kelamin, melangkah, bergerak, senam kecil, berbaring (tentu bukan di kamar mandi), itu semua merupakan sebagai dari cara istibra.

Menurut Syekh Wahbah, dalam melakukan istibra setiap orang  memiliki caranya sendiri-sendiri, beragam cara itu dapat ditempuh untuk istibra. Artinya,

Untuk bersuci dari najis, semua jalan itu dapat ditempuh. Seseorang tidak dianjurkan untuk melakukan wudhu, sebelum ia yakin atas hilangnya sisa tetesan air kencing,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh).

Terkait permasalahan di atas, penulis menyarankan orang yang mengalami hal seperti ini untuk melakukan istibra terlebih dahulu untuk memastikan tidak adanya sisa air kencing yang kemungkinan keluar dari kelamin.

Penulis menyarankan kepada orang tersebut untuk melakukan istinja seperti biasa sesudah membuang air kecil, lalu beristibra, beraktivitas seperti biasa sekira 5-10 menit (sesuai kebutuhan), istinja kembali (untuk memastikan) sebelum berwudhu lalu shalat.

Baca Juga:  Istri yang Sudah di Sumpah Ila’, Tertalak atau Tidak Hukumnya?

Penulis juga menganjurkan untuk mengenakan sarung yang bersih untuk shalat. Orang yang mengalami masalah semacam ini dapat mengatur waktu untuk buang air kecil dan waktu jeda sekian menit istibra sebelum berwudhu dan melakukan shalat. 

Demikian solusi yang dapat penulis berikan, semoga bisa membantu kalian yang mengalami problem seperti di atas dan semoga solusi ini bisa dipahami dengan baik.

Mochamad Ari Irawan