5 Kerajaan Islam di Indonesia; Mulai dari Sumatera, Jawa hingga Ternate

5 Kerajaan Islam di Indonesia; Mulai dari Sumatera, Jawa hingga Ternate

PeciHitam.org – Pengaruh Islam di Indonesia hingga saat ini memang masih mendominasi. Hal ini tidak terlepas dari peranan para ulama dan umat Islam yang bahu-membahu dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Selepas kemerdekaan pun para ulama masih memegang peranan penting, salah satunya sebagai penasehat Bung Karno ketika akan mengambil sebuah kebijakan.

Jika ditarik jauh kebelakang, sejarah Islam di Indonesia memang begitu menarik. Sejarah kemunculan Islam di Indonesia saja memiliki beberapa versi teori. Masing-masing teori didasarkan atas bukti-bukti peninggalan yag telah ditemukan.

Seperti makam Fatimah binti Maimun yang konon sudah dimakamkan sejak tahun 1082 Masehi. Tidak cukup sampai situ saja, penemuan bukti peninggalan tersebut juga dikuatkan oleh adanya catatan-catatan sejarah yang dibuat oleh bangsa lain di masa lampau.

Teori lain menyebutkan bahwa jauh sebelum itu, sekitar abad ke-7 Masehi, agama Islam diyakini sudah masuk ke wilayah Pantai Utara Pulau Jawa. Masuknya agama Islam ke Pulau Jawa pada abad ke-7 Masehi didasarkan pada kabar dari China masa pemerintahan Dinasti Tang yang menyebutkan tentang adanya orang-orang Ta’shih (Arab dan Persia) yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Kaling di bawah pemerintahan Ratu Sima pada tahun 674 Masehi.

Konon Samudra Pasai sebagai Kerajaan Islam di Indonesia yang pertama kali menerima pengaruh Islam. Berawal dari daerah pesisir pantai utara Sumatera inilah, yang membuka pintu gerbang penyebaran Islam di wilayah Indonesia lainnya.

Jalur perdagangan lah yang dipilih sebagai media dalam menyebarkannya, berlanjut ke Malaka dan kemudian berlabuh di Pulau Jawa.

Berikut ini kami sajikan beberapa kerajaan Islam di Indonesia yang pernah eksis dan berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, antara lain:

Kerajaan Islam Tertua di Indonesia; Samudra Pasai

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, kerajaan Samudra Pasai terletak di wilayah pesisir utara Sumatera, tepatnya di sekitar wilayah kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh. Perlu diketahui bahwa kerajaan Samudra Pasai merupakan gabungan antara kerajaan Pase dan Peurlak.

Baca Juga:  Inilah Asal Usul Mengapa Disebut dengan Istilah Kitab Kuning

Kerajaan Samudra Pasai memiliki beberapa sebutan lain yaitu Kesultanan Samudrai Pasai dan Samudra Darussalam. Sebutan Darussalam inilah yang kemudian diadopsi menjadi nama provinsi yaitu Nanggroe Aceh Darussalam.

Eksistensi Kerajaan Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam di Indonesia ini diperkuat oleh adanya bukti catatan perjalanan Ibnu Batutah, seorang sejarawan asal Maroko yang berkunjung pada tahun 1345-1346 M. Konon, kerajaan ini merupakan pusat studi Islam kala itu.

Kerajaan Samudra Pasai sudah berdiri sejak tahun 1261 M oleh Sultan Meurah Silu atau disebut juga dengan Al-Malik Ash-Shalih. Ia memerintah kerajaan tersebut hingga 29 tahun.

Bukti adanya Samudra Pasai dilihat dari ditemukannya artefak- artefak berupa dirham dengan ciri-ciri emas 17-18 karat dengan diameter satu cm dengan berat 0.57 gram dan mata uang timah yang berbentuk sama dengan dirham yang merupakan artefak yang ada pada zaman Samudra pasai.

Berawal dari Samudra Pasai inilah kemudian ajaran Islam menyebar dan berkembang di Nusantara. Bahkan pengaruhnya dapat ditemukan di beberapa wilayah di Asia Tenggara, seperti pesisir utara Jawa, Malaka, Trenggano, Pattani, Brunei, Malaysia, dan sebagainya.

Kerajaan Islam Pertama di Jawa; Kerajaan Demak

Kerajaan Islam di Indonesia yang selanjutnya adalah Kerajaan Demak. Sebuah wilayah di Pulau Jawa yang pertama kali mengenal agama Islam dan konon merupukan kerajaan Islam terbesar di seluruh Jawa.

Kerajaan Demak didirikan pertama kali oleh Raden Patah, tepatnya pada tahun 1500-1518 Masehi. Raden Patah merupakan putra pasangan Brawijaya V dan Putri Champa dari Tiongkok.

Hal tersebut merupakan bukti bahwa teori yang menyebutkan adanya ekspedisi saudagar Tiongkok yang bertandang ke Nusantara memang benar adanya, bahkan menikahkan seorang putri dengan Raden Brawijaya.

Diakui atau tidak pernikahan merupakan salah satu jalan penyebaran Islam di Indonesia yang efektif. Terlebih posisi Raden Brawijaya V yang kala itu merupakan kalangan bangsawan, jelas memiliki pengaruh lebih. Sehingga dapat lebih leluasa dalam menyebarkan pengaruh Islam.

Kerajaan Demak mencapai masa keemasannya Ketika berada dalam kekuasaan Sultan Trenggono yang memimpin mulai dari tahun 1521 hingga 1526 Masehi.

Baca Juga:  Pengaruh India dalam Proses Masuknya Islam di Nusantara

Namun sayang, setelah Sultan Trenggono wafat, kerajaan ini runtuh karena telah ditaklukan oleh pasukan Pasuruan. Wafatnya Sultan Trenggono inilah yang menyebabkan timbulnya konflik, perebutan kekuasaan antar saudara.

Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Islam di Indonesia yang ketiga, yaitu Kerajaan Mataram Islam juga terletak di Pulau Jawa. Kerajaan ini telah didirikan pada abad ke-16. Mataram Islam pada awalnya merupakan Kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pajang yang kala itu, dipimpin oleh Ki Ageng Pemanahan dan berpusat di Bumi Mentaok. Sebelum akhirnya dihadiahkan kepada Sultan Wijaya karena telah berhasil mengalahkan Arya Penangsang.

Kerajaan Mataram Islam terletak di Kotagede, sebelah tenggara dari Kota Yogyakarta. Hingga saat ini, bukti peninggalan Kerajaan Mataram masih eksis dan masih berdiri kokoh, salah satunya Masjid Pathok Negara.

Raja Pertama dari kerajaan ini adalah Sutan Wijaya yang memerintah pada tahun 1586 hingga 1601 Masehi.

Kerajaan Mataram Islam tumpuan ekonominya bercorak agraris yaitu pertanian. Menariknya, corak agrarisnya bercirikan feodal. Artinya, Raja memiliki seluruh tanah yang ada di wilayah kerajaan termasuk segala isinya. Peran lainnya yaitu Sultan berperan dalam menata kehidupan beragama khususnya agama Islam.

Kerajaan Ternate

Kerajaan Islam di Indonesia yang selanjutnya ialah Kerajaan Ternate. Kerajaan ini pada awalnya bukan lah termasuk ke dalam kerajaan Islam. Tidak diketahui dahulu apa agama yang dianut raja dan rakyatnya. Asumsi yang muncul adalah bahwa mereka baik raja maupun rakyatnya menganut paham animisme.

Perubahan terjadi ketika adanya penetrasi agama Islam melalui perdagangan. Mereka adalah saudara Melayu, Arab dan Gujarat yang datang ke daerah tersebut dan melakukan perdagangan.

Hubungan perdagangan tersebut berlanjut hingga pada interaksi yang bersifat agama dan secara konsisten terinternalisasi kepada rakyat Ternate.

Kerajaan Ternate terletak di daerah Maluku. Islam masuk ke daerah Maluku secara resmi pada abad IX yang dibawa oleh orang-orang Arab, Persia dan juga Melayu. Raja Ternate pertama adalah Masyhur Mulamo yang memerintah pada tahun 1257-1272 M.

Baca Juga:  Sejarah Madrasah di Indonesia dan Kaitannya dengan Pondok Pesantren

Pengaruh Islam mulai kuat pada masa Sultan Zainal Abidin. Dari segi politik kekuasaan Islam teruwujud dalam penyumpahan yang dilakukan menurut tata cara Islam. Kemudian dari sisi ekonomi, Islam memberikan keuntungan kepada kerajaan.

Kesultanan Islam Cirebon

Kerajaan Islam di Indonesia yang terakhir kami sajikan ialah Kesultanan Cirebon. Asal kata Cirebon sendiri berasal dari kata Cai Rebon. Cai yang dalam bahasa sunda yang artinya air dan Rebon diartikan sebagai udang kecil. Penamaan tersebut diambil karena mayoritas masyarakat di sana berprofesi sebagai Nelayan.

Sejak abad ke-15 Masehi Cirebon sudah banyak didatangi pedagang Islam yang kemudian menetap. Tempat pertama Islam diperkenalkan di wilayah Cirebon adalah Pelabuhan Muara Jati dan Dukuh Pasambangan.

Adapun Orang pertama yang mengenalkan Islam adalah Syekh Idlofi/Syekh Datuk Kahfi/Syekh Nurul Jati yang kemudian menetap dan mendirikan pesantren.

Sultan pertama yang memangku jabatan di Kesultanan Islam Cirebon adalah Syarif Hidayatullah. Ia juga menjadi salah satu di antara Wali Songo yang berperan dalam menyiarkan agama Islam di Pulau Jawa. Nama Wali Songonya yang terkenal adalah Sunan Gunung Jati.

Kepempinan Sultan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati memberikan dampak yang signifikan untuk agama Islam. proses Islamisasi menjadi lebih terlihat dan terealisasi dengan baik.

Hal itu terlihat dari wilayah kekuasaan Kesultanan Cirebon yang meliputi Luragung, Kuningan, Banten, Sunda Kelapa, Galuh, Sumedang, Japura Talaga, Losari dan Pasir Luhur.

Demikian beberapa kerajaan Islam di Indonesia yang pernah eksis dan berperan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Berkat jasa dan pengaruh kerajaan-kerajaan inilah, kini kita menikmati nikmat menjadi bagian dari pemeluk agama Islam. Ash-Shawabu Minallah

Mohammad Mufid Muwaffaq