Keringanan Shalat bagi Orang yang Sakit Parah

shalat bagi orang sakit parah

Pecihitam.org – Melaksanakan sholat merupakan hal yang wajib dan sudah seharusnya dilakukan oleh umat islam. Tapi bagaimana bagi orang yang sakit parah dan mengalami kesulitan dalam menjalankan ibadah atau hal-hal lain yang menyebabkan ia tidak dapat sepenuhnya menjalakankan shalat dengan semestinya?.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Agama islam adalah agama yang sangat toleran sekali terhadap umatnya. Setiap perintah dan aturan yang dibuat oleh Allah tidak pernah dan tidak ada yang memberatkan hamba-Nya. Bahkan Allah Swt banyak memberikan keringanan dan kemudahan bagi hamba-Nya dalam setiap menghadapi kesulitan.

Setiap aturan dan perintah yang dibuat oleh Allah Swt bersifat fardhu untuk dilaksanakan. Misalnya saja perintah Allah untuk mendirikan sholat fardhu yang dilaksanakan sebanyak lima waktu dalam sehari.

Dalam hal ini islam tidak pernah menyulitkan umatnya dalam beribadah kepada Allah Swt. Seperti yang kita tahu bahwa dilakukan dengan berdiri dan ada beberapa gerakan sholat yang dilakukan dilakukan dengan berdiri, takbir, rukuk dan sujud.

Baca Juga:  Hukum Membakar Hutan dan Ladang Gambut

Allah Swt tidak pernah memberikan kesulitan pada hamba-Nya seperti dalam firman Allah Swt yang terdapat pada Surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya :

“Allah Swt. Menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”(QS. Al-Baqarah; 185)

Sudah jelas dari ayat diatas bahwa Allah sama sekali tidak ingin memberikan kesulitan kepada hamba-Nya. Apalagi agama islam itu agama yang sangat banyak kemudahan didalamnya. Hal ini juga ditegaskan pada sabda Rasulullah SAW, yang artinya;

“ Agama itu mudah, agama yang disenangi oleh Allah Swt adalah agama yang benar dan mudah.” (HR. Bukhori).

Kaidah ini terdapat dalam ilmu fiqh yang disebut dengan Al-Masyqotu Tajlibu At-Taysiru (keberatan mendatangkan kemudharatan). Dan maksudnya ialah bahwa suatu kesusahan mengharuskan adanya kemudahan.

Sehingga, suatu hukum yang mengandung kesusahan dalam pelaksanaanya, baik kepada badan, jiwa maupun harta seorang mukallaf, kemudian diringankan sehingga tidak ada mudharat lagi baginya.

Kaidah ini kemudian diterapkan pada shalat fardhu yang harus berdiri, jika ia tidak mampu berdiri maka ia boleh menjalakan sholat dengan duduk. Apabila ia tidak mampu melaksanakan sholat dengan duduk maka ia boleh melaksanakan sholat dengan keadaan berbaring.

Baca Juga:  Hukum Berhijab Bagi Wanita dan Batasan Menutupi Auratnya

Atau apabila bagi seseorang yang sakit parah dan ia tidak mampu menggunakan air karena terlalu dingin, maka ia boleh bertayamum (bersuci dengan debu) dan dapat mendirikan shalat. Ini merupakan salah satu bentuk toleransi yang ada dalam agama islam.

Keringanan hukum atau dispensasi yang diberikan oleh Allah Swt ini disebut dengan Rukhsah. Dan rukhsah ini berlaku bagi mereka yang memang sedang mengalami kesulitan seperti sakit misalnya yang membuat ia benar-benar sampai tidak mampu berdiri bahkan duduk.

Maka sekarang tidak perlu khawatir atau bingung lagi bagi orang yang sakit parah untuk tetap melaksanakan shalat meskipun dalam keadaan yang kesulitan dan tidak mampu sekalipun. Karena Allah Swt telah senantiasa memberikan solusi dengan memberikan keringanan dan kemudahan semudah-mudahnya bagi umat islam yang sesuai dengan batas kemampuanya.

Baca Juga:  Tatacara Melakukan Niat Sholat Lima Waktu

Allah Swt selalu memberikan solusi dalam setiap kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah Swt yang telah mengatur segalannya dengan baik.

Semoga setelah mengetahui tentang kaidah Al-Masyqotu Tuhlibu At-Taysir (keberatan mendatangkan kemudahan) ini dapat meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt dengan tetap selalu menjaga ibadah kita kepada Allah Swt dalam keadaan sulit sekalipun. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.  

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik