Inilah Penyebab Kesombongan Qarun yang Bisa Kita Ambil Hikmahnya

Inilah Penyebab Kesombongan Qarun yang Bisa Kita Ambil Hikmahnya

Pecihitam.org- Kita semua pasti pernah mendengar kesombongan Qarun. Sosok orang yang kaya raya di zaman Nabi Musa, namun namanya melegenda hingga sekarang.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bahkan kisahnya diabadikan dalam Al-Quran, dan menjadi peribahasa atau ungkapan di masyarakat untuk menggambarkan seseorang yang mirip dengan wataknya atau menisbatkan harta yang ditemukan terpendam dalam tanah. “Dasar Qarun…!” atau “Wah, itu harta Qarun!.” Dua ungkapan tersebut mungkin yang paling sering didengar di masyarakat.

Sayangnya, ketenaran nama Qarun bukan karena kebaikannya, namun karena kesombongan, kekikiran, dan nasib tragis yang dialaminya. Lantas apa yang menyebabkan dirinya sombong?

Jika menelaah ayat-ayat yang mengisahkannya, penyebab kesombongannya adalah harta kekayaannya yang sangat melimpah. Ia lupa terhadap Dzat yang menganugerahinya.

Alih-alih bersyukur, ia justru bersikap arogan, kikir kepada kaumnya, dan menentang perintah Tuhannya. Demikian yang digambarkan dalam ayat Al-Quran berikut ini:

إِنَّ قارُونَ كانَ مِنْ قَوْمِ مُوسى فَبَغى عَلَيْهِمْ وَآتَيْناهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفاتِحَهُ لَتَنُوأُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ

Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.” (QS. Al-Qashash [28]: 76).

Disebutkan oleh Ibnu Juraij, nama lengkap sosok kaya raya itu Qarun ibn Yash-har ibn Qahits ibn Lawi ibn Ya‘qub. Dia adalah anak laki-laki dari paman atau sepupu Nabi Musa AS. Soalnya, Nabi Musa AS sendiri merupakan putra ‘Imran, sedangkan ‘Imran merupakan putra Qahits. Dengan kata lain, Qarun dan Nabi Musa AS masih satu kakek, yakni kakek Qahits.

Baca Juga:  Inilah Mukjizat Nabi Sulaiman AS dalam Al-Quran: Percakapan Nabi Sulaiman dan Seekor Burung

Sementara jumlah kekayaannya sangatlah melimpah. Saking melimpahnya, sekelompok orang yang kuat keberatan membawa kunci-kunci gudangnya. Dalam riwayat Khaitsamah disebutkan, untuk mengangkut kunci gudang kekayaan Qarun dibutuhkan 60 bighal (sejenis kuda kecil).

Ukuran kuncinya sebesar jari. Bahannya terbuat dari kulit. Dan setiap kunci digunakan untuk satu gudang. (Lihat: Tafsir Ath-Thabari, Jilid 19, hal. 617). Walhasil, betapa melimpahnya kekayaan yang dimiliki Qarun!

Namun, di balik kekayaannya, Qarun seorang sosok sombong dan gemar pamer kemegahan. Itu pula yang dikisahkan dalam ayat berikutnya, “Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya.” Para ulama tafsir menjelaskan, Qarun keluar dengan baju mewah diiring dengan tiga ratus gadis berbaju merah dan 4 ribu kendaraan kuda.

Tak heran iring-iringan Qarun itu mengundang decak kagum mereka yang gandrung terhadap harta kekayaan, sebagaimana yang terekam ayat Al-Quran, “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar,” (QS. Al-Qashash [28]: 79).

Baca Juga:  Tidak Paham Ilmu Nahwu, Ulama Wahabi Ini Mati Kutu Saat Debat

Namun, tak sedikit kaumnya yang mengingatkan, “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri (farihin).

Sebagian ulama menafsirkan, istilah “farihin” di sana juga berarti takabur, zalim, berbuat kerusakan, arogan, dan tak mau bersyukur terhadap nikmat. (Lihat: Tafsir Ath-Thabari, Jilid 19, hal. 623).

Tak hanya itu, Qarun juga seorang kaya raya yang sangat kikir dan menolak mengeluarkan zakat. Hal itu seperti yang diungkap oleh Ibnu Abbas.

Disebutkan, ketika datang perintah zakat, Nabi Musa ‘alaihissalam pergi menemui Qarun dan memerintahnya mengeluarkan zakat sebesar satu dinar dari setiap seribu dinar hartanya, satu dirham dari setiap seribu dirham, satu kambing dari setiap seribu kambing, dan seterunya.

Setelah Qarun menghitung seluruh hartanya, ternyata jumlah zakatnya sangat besar. Kekikiran dan kegandrungannya pun mulai menghalangi hatinya untuk mengeluarkan zakat. Alih-alih mengeluarkan zakat, ia malah mengumpulkan sekelompok bani Israil dan mencoreng nama baik Nabi Musa ‘alaihissalam.

Ia berkata, “Selama ini kalian taat terhadap apa yang diperintahkan Musa. Tahukah kalian, sekarang Musa ingin mengambil harta kalian.” Mereka menjawab, “Engkau adalah pembesar dan pemimpin kami. Perintahlah kami apa pun yang engkau mau.” (Lihat: Ruhul Bayan, jilid 6, hal. 435).

Baca Juga:  Kisah Abu Nawas Mencari Neraka

Akibat kesombongan dan kekikirannya, Qarun pun ditenggelamkan ke dalam bumi. Demikian seperti yang diungkap dalam Al-Quran.

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ  

Maka Kami (Allah) tenggelamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka baginya tidak ada suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah Qarun termasuk orang-orang (yang dapat) membela (diri),” (QS. Al-Qashash [28]: 81).

Ibnu Abbas menyampaikan bahwa, Qarun akan ditenggelamkan bumi hingga lapisan ketujuh, sampai hari Kiamat. Sementara Ibnu Juraij mengatakan, setiap hari Qarun ditenggelamkan setinggi tubuhnya. Namun, walau sampai hari Kiamat, ia tidak akan sampai ke lapisan bumi paling bawah. (Lihat: Al-Hidayah ila Bulugh al-Hidayah, jilid 8, hal. 5580).

Mochamad Ari Irawan