Jangan Tersesat di Salah Satu Jalur! Inilah Keterkaitan Beragama dan Berilmu yang Harus Kita Pahami

Tersesat di Salah Satu Jalur! Inilah Keterkaitan Beragama dan Berilmu yang Harus Kita Pahami

Pecihitam.org- Menurut Islam, ilmu sudah ditulis di Al-Quran, Jadi beragama yaitu berilmu sama halnya berilmu yaitu beragama. Karena itulah keterkaitan beragama dan berilmu sangat kuat dan tidak bisa dipisahkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam Islam, ilmu adalah pengetahuan dari pikiran yang didapat dengan sungguh-sungguh dari para ilmuwan muslim yang mengkaji masalah dunia maupun masalah akhirat dengan pedoman kepada wahyu Allah.

Jika kita melihat situasi sejarah agama lain di barat, hal tersebut tidaklah sama dengan yang dialami agama Islam. Misalnya sejarah agama Kristen di Barat, keterkaitan antara berilmu dan beragama tidak bisa bersatu karena paham sekularisme yang marak di Barat pada saat itu.

Hal tersebut dibuktikan dengan diberikannya hukuman bagi para ilmuwan yang mempelajari agama yang berseberangan dengan pendapat gereja. Dampak dari hukuman tersebut membuat para ilmuwan pergi dari Barat, dikarenakan antara ilmu dan agama tidak bisa Bersatu, serta karena ilmu di Barat mengalami paradigma antroposentris.

Paradigma anthroposentris bertolak belakang dengan paradigma teosentris. Kata Anthroposentris bermula dari kata anthropoid yang berarti manusia, dan centre yang berarti  pusat, maka anthroposentris merupakan paradigma yang menempatkan manusia sebagai pusat segala pengalamannya, dan manusialah yang menentukan segalanya.

Baca Juga:  Bubur Syuro, Sajian Khas Bulan Muharram: Ini Asal Muasal dan Hukumnya

Sedangkan teosentris berasal dari kata theo (tuhan) dan centre (pusat), yakni paradigma yang menempatkan Tuhan sebagai pusat dan sumber segala kehidupan, (Mohammad Kosim, Ilmu Pengetahuan Dalam Islam – Perspektif Filosofis-Historis).

Banyak pula ilmuwan yang tidak melibatkan agama ditemuan-temuan mereka. Karena bagi mereka tidak ada keterkaitan mereka dan Tuhan dari segi manapun, termasuk dalam hal pencipta dan pengatur alam semesta.

Pendidikan ditujukan agar manusia dapat mengembangkan pengetahuan bermanfaat untuk memanfaatkan sumber-sumber alam, untuk keluar dari kebodohan, menciptakan kemakmuran, dan membuat damai (Fazlur Rahman, The Qur’anic Solution Of Pakistan’s Education Problem). 

Al Qur’an memerintah bersyukur dengan telah diberikan alam semesta dan sejarah umat manusia dengan secara mendalam untuk bisa diambil hikmahnya di pengetahuannya agar dapat bisa diterapkan di kehidupan.

Baca Juga:  Pengertian dan Metode Filsafat Hukum Islam

Di masa modern, umat Islam dalam garis keredupan karena terkikisnya ilmu agama di sekitar umat Islam, dan dunia Barat ikut andil ditengah-tengah ilmu pengetahuan dan teknologi ini disebabkan karena:

  • Ini dikarenakan kurangnya kesadaran menuntut ilmu, hingga umat Islam mengalami ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan. Sebelumnya di era klasik, Islam sebagai awal pengkajian ilmu di dunia.
  • Ini dikarenakan Barat yang sekarang menjadi maju di ilmu pengetahuan maupun teknologi, tak selalu positif dan ada negatifnya yaitu boros, mengejar kenikmatan, terlalu cinta benda dari pada Allah, yang mementingkan diri sendiri, pergaulan bebas, dan konsumsi narkoba.

Di masa modern ini, Barat juga membangun misalnya Universitas McGill, Montreal, Kanada. Di lembaga ini, Barat mendirikan Institute of Islamic Studies yang didirikan Wilfred Cantwell Smith ia adalah ahli agama yang berpengaruh.

Yang terkenal sebagai Institusi pengkajian Islam di Barat. Pandangan Nasr, sains Barat merupakan lumrah. Nasr berpendapat, sains Barat berbeda prinsipnya dengan sains modern.

Baca Juga:  Inilah 7 Sebab Kemuliaan Manusia Berdasarkan Al-Quran

Menurut Nasr, sains Barat seharusnya tidak berada di sekitar muslim, sebab ikatan-ikatan aturan yang diberlakukan berbeda dalam kemanusiaan maupun dalam ajaran Islam. Sehingga harus keluar agar sadar dari pengaruh Barat dan kembali maju, serta bisa menghasilkan penemuan-penemuan sains maupun teknologi.

Sampai saat ini negara Barat menjadi negara populer akan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun begitu, teknologi dan ilmu pengetahuan haruslah tetap berpegang dengan aturan-aturan Islam.

Mochamad Ari Irawan