Ketika Abu Nawas Dijadikan Petugas Pajak Kerajaan

petugas pajak

Pecihitam.org – Pada suatu ketika, kerajaan mengalami krisis ekonomi yang begitu buruk, karena pendapatan kerajaan yang berasal dari pajak tidak mampu memenuhi target yang telah ditetapkan oleh Raja. Akibatnya banyak fasilitas umum dan bangunan kerajaan rusak dan tak ada biaya untuk memperbaikinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Abu Nawas pun tak pernah menyangka kalau dirinya akan ditunjuk Baginada Raja Harun al Rasyid menjadi petugas penghitung pajak kerajaan. Hal ini terjadi setelah petugas pajak yang lama tidak becus menghitung hasil pajak kerajaan.

Kondisi kerajaan yang krisis ini membuat Raja Harun al Rasyid geram. Padahal, kerajaan telah beberapa kali memenangkan peperangan dan memiliki wilayah makin luas akan tetapi krisis malah muncul dari pajak.

Akhirnya diadakanlah pertemuan, dimana semua punggawa kerajaan hadir dengan membawa berbagai kertas laporan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Bahkan ada yang kertas laporannya berserakan di lantai juga.

Baca Juga:  Kisah Dialog antara Seorang Kyai dengan Penjudi

Baginda Raja memulai pembicaraan dengan nada yang sudah naik pitan,

“Bagaimana mungkin kerajaanku ini memiliki infrastruktur yang rusak cukup parah, kenapa hasil pertanian sangat menurun, padahal tanah disini cukup subur untuk bercocok tanam,”semprot sang Raja.

Semua terdiam oleh bentakan Raja tersebut.

Pejabat yang hadir tak mampu menjawab pertanyaan sang Raja dan hanya meyerahkan setumpuk laporan kerja. Karena marah, Raja Harun al Rasyid pun akhirnya merobek-robek kertas laporan yang diajukan oleh punggawanya tersebut, malah ada yang disuruh untuk memakan kertas itu.

Abu Nawas yang juga hadir dalam pertemuan tersebut juga tak mampu berbuat banyak oleh bentakan sang Raja yang sudah begitu marah sedari tadi.

Namun, sesaat kemudian Raja Harun al Rasyid memerintahkan Abu Nawas yang telah lama dipercayainya untuk menggantikan petugas pajak yang lama, menghitung penerimaan pajak kerajaan. Dalam kondisi tertekan, akhirnya Abu Nawas pun memenuhi perintah Baginda Raja.

Baca Juga:  Fatwa Abu Nawas Kepada Ahli Fiqih Tentang Jenazah

Tidak disangkan setelah itu punggawa lain dibuat terheran-heran dengan ulah Abu Nawas ini. Bagaimana tidak, semuanya saat itu sangat tertekan, tapi Abu Nawas malah membawa sepotong roti ke hadapan Baginda Raja.

“Apakah dirimu akan menyuapku dengan roti itu, wahai Abu Nawas,” bentak Sang Raja.

“Bukan begitu Paduka Raja yang mulia, laporan keuangan yang saya kerjakan semuanya tercatat pada roti ini,” jawab Abu Nawas dengan entengnya.

“Apa maksudmu Abu Nawas, kau jangan mencoba berpura-pura gila lagi dihadapanku,” bentak Baginda Raja semakin bertambah kesal.

“Paduka Raja yang Mulia, usiaku sudah cukup lanjut, aku tidak akan kuat makan kertas-kertas laporan yang nantinya Anda sobek dan menyuruhku untuk memakannya. Jadi semua laporan keuangan pajak kerajaan saya pindahkan pada roti ini,” jawab Abu Nawas.

Baca Juga:  Abu Nawas dan Gembok Makamnya yang Sebesar Ember

Hal itu akhirnya menjadi sebuah teguran yang sangat halus dari Abu Nawas kepada Baginda Raja agar lebih bijaksana dalam memimpin kerajaan.

Sejak saat itu pula, baginda Raja tersadar bahwa tindakannya tidak benar dan sangat keterlaluan, karena harus menyuruh memakan kertas laporan dari pejabat-pejabatnya. Bersama dengan para cendekiawan kerajaan lain, akhirnya Raja merumuskan perundang-undangan perpajakan yang lebih memihak kepada rakyat.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.