Ketika Cucu Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Mempersaksikan KH Maimoen Zubair Sebagai Wali Allah

Ketika Cucu Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Mempersaksikan KH Maimoen Zubair Sebagai Wali Allah

Pecihitam.org – Al-Maghfurlah Syaikhana KH Maimoen Zubair, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang merupakan sosok ulama kharismatik. Ia adalah sosok ulama nusantara yang dikenal menguasai berbagai disiplin ilmu agama. Pun beliau diyakini sebagai sosok waliyullah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebagaimana persaksian Syaikh Fadil yang merupakan cucu keturunan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang dikenal sebagai wali qutub.

Mengutip dawuh buyutya, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Nahrul Qadiriyah, beliau mengatakan ada lima sifat para wali, di mana kelima sifat ini melekat pada diri KH Maimoen Zubair atau yang kerap disapa Mbah Moen.

Pertama, para wali tidak mempunyai rasa takut dan sedih.

“Para wali itu mempunyai lima sifat sebagaimana diterangkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani di dalam kitab Nahrul Qadiriyah. Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani menerangkan para wali dengan kalimat,

Baca Juga:  Biografi Syaikh Taqiyuddin Al Hishni Pengarang Kitab Kifayatu Al Akhyar

لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ .

... Tiada takut bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” (QS. Yunus ayat 62)

Hal itu bermakna bahwa para wali itu tidak pernah takut dan sedih,” jelas Syaikh Fadil.

Kedua, adalah as-Shidiq yang diambil dari Abu Bakar as-Shidiq. Dalam al-Quran disebutkan bahwa Nabi pernah berpesan kepada Abu Bakar sewaktu mereka dalam gua saat dikejar musuh. La tahzan inallaha ma’ana (Janganlah kami bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kita)

Ketiga, adalah adil. Yang mana ciri ini melekat pada sahabat Umar bin Khatab yang memang dikenal sebagai orang yang adil kepada keluarga dan orang lain.

Keempat adalah halim, yaitu lemah lembut yang mana sifat ini adalah karakter dan sifat dari sahabat Utsman bin Affan.

Baca Juga:  Viral Video Seorang Pria Dikawal Saat Mencium Hajar Aswad, Diduga Mbah Moen

Kelima adalah al-ilmu wa as-syuja’ yaitu sahabat Ali Bin Abi Thalib yang berilmu dan pemberani.

Syaikh Fadhil menegaskan bahwa KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen adalah waliyullah.

“Ini juga melekat dalam diri Mbah Maimoen. Beliau adalah sosok Waliyullah,” kata Syaikh Fadil.

Selain itu, Syekh Fadil juga menyinggung soal kekaguman Mbah Moen kepada istri Kanjeng Nabi Sayyidah Khadijah.

“Mbah Moen adalah waliyullah yang mengagungkan Sayidah Khadijah, sehingga beliau dikuburkan bersama Sayidah Khadijah,” tegas Syaikh Fadil.

Syaikh Fadil kemudian mengisahkan sosok Nabi Muhammad SAW yang sangat mengagumi Sayyidah Khadijah. Makanya, ketika Fathul Makkah, Nabi Muhammad berpesan kepada para sahabat untuk mendirikan tenda di dekat makam Sayyidah Khadijah.

Baca Juga:  Mengenal Abu Manshur Al Hallaj dan Perkataan Fenomenalnya “Ana Al Haqq”

“Buatlah kemah saya di sisi maqbaroh Siti Khadijah,” kata Nabi kepada para sahabatnya. Nabi kemudian berkemah sampai berhari-hari di sisi maqbaroh Sayyidah Khadijah. Itu tanda yang sangat jelas betapa besar cinta Rasulullah kepada istri beliau.

Faisol Abdurrahman