Ketum PBNU Sampaikan Makna Islam Nusantara ke Menhan Malaysia

Pecihitam.org – Guna memperkokoh Islam Nusantara, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak pemerintah Malaysia untuk bersama-sama mencari solusi agar perpecahan yang disebabkan oleh agama tidak terjadi di Malaysia dan Indonesia. 

“Islam Nusantara sebagai wujud Islam yang mencintai perdamaian antar sesama anak bangsa melalui pendekatan akhlakul karimah, kepribadian, dan pendekatan budaya,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dikutip dari situs resmi NU, Senin, 27 Januari 2020.

Menurut Kiai Said, apa yang selama ini dimiliki nusantara kecuali yang bertentangan dengan syariat islam dilestarikan, dijiwai spirit islam. Artinya, agama dan budaya sudah melebur menjadi satu. 

“Kenapa? Karena agama amanah, budaya juga amanah. Agama, amanah dari langit, Tuhan. Isinya dua, akidah dan syriaah, tidak boleh berbeda dan berubah. Arab, Afrika, Indonesia, Asia, akidah dan syairatnya sama. Rukun Islamnya lima rukun Imannya enam. Amanah Qura’nnya sama, itu yang bersifat amanah  ilahiyah, samaiyah, diniyah akidah wa syariah,” ucap Kiai Said.

Baca Juga:  Kenang Mendiang Glenn Fredly, PBNU: Lantunan Shalawatmu Jadi Saksi

Hal itu disampaikan Kiai Said di hadapan Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad Sabu pada Diskusi Panel Harapab Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.   

“Selanjutnya, budaya sebagai amanah yakni umat manusia dituntut untuk membangun peradaban kebudayaan sebagai modal hidup manusia di Dunia. Amanah itu disebut amanah insaniyah, amanah waqiyah, amanah atsaqfiyah. dan amanah hadariyah,” ujarnya.  

Sehingga, kata Kiai Said, yang berbeda antara Arab, negara-negara di Timur Tengah dengan Indonesia adalah budaya, kepribadian dan peradabannya. Tidak dengan akidah dan syariah, dua hal ini sama.

“Budaya kita Nusantara lebih mulia dibandingkan orang Arab. Lebih bermartabat dari pada orang Arab. Kita disini tidak mudah perang, tidak mudah membunuh, kemarin Pilpres seperti apa, hampir kayak perang saudara? Tidak. Tidak masalah, coba di Arab, 40 tahun di Irak itu (terjadi perpecahan), shalat jumat bersama-sama, jam dua perang, sampai sekarang. Di kita alhamdulillah, tidak terjadi seperti itu,” ujarnya.  

Baca Juga:  PBNU Minta Masyarakat Jangan Tolak Jenazah Pasien Corona

“Islam Nusantara sebagai tipologi umat Islam di Nusantara yakni Islam yang menyatukan budaya dan agama. Artinya, budaya tersebut dijadikan pula sebagai infrastruktur agama,” tegas Kiai Said.

Muhammad Fahri