Inilah 4 Keutamaan Bulan Syawal, No 3 Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia

Keutamaan Bulan Syawal

Pecihitam.org – Keutamaan bulan Syawal tidak kalah baik dengan keutamaannya bulan Ramadhan. Karena bulan Syawal merupakan salah satu bulan terbaik setelah habisnya bulan Ramadhan bagi umat Islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bagi kamu muslim dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah serta amalan kepada Allah Swt untuk mendapatkan keistimewaan bulan Syawal tersebut.Jadi, bukan hanya pada bulan Ramadhan. Akan tetapi, terus berkelanjutan untuk ditingkatkan pada bulan Syawal.

Keutamaan bulan Syawal dapat diperoleh dengan melakukan beberapa ibadah sunnah. Seperti puasa 6 hari di bulan Syawal yang mayoritas umat Islam sudah mengetahuinya. Namun ternyata tidak hanya puasa 6 hari saja ibadah sunnah yang membuat bulan Syawal menjadi semakin istimewa.

Berikut adalah 4 Keutamaan bulan Syawal:

1. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Keutamaan bulan Syawal yang pertama ialah puasa 6 hari di bulan Syawal. Puasa 6 hari pada bulan Syawal ini biasanya dilakukan mulai hari kedua dari bulan Syawal, karena di hari pertama adalah hari raya idul fitri yang diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, puasa 6 hari di bulan Syawal ini menjadi pelengkap atau penyempurna amalan pada bulan Ramadhan.

Banyak juga yang melaksanakan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal ini pada minggu kedua bulan Syawal meski biasa dilakukan pada hari kedua bulan Syawal.

Hal ini disebabkan karena minggu pertama Syawal kebanyakan orang masih merayakan hari raya idul fitri dengan bersilaturahim ke rumah keluarga maupun sahabat. Saat bersilaturahim ini biasanya disertai dengan makan dan minum dalam rangka lebaran.

Baca Juga:  Ini 6 Kondisi Seseorang Boleh Melakukan Ghibah Menurut Imam Nawawi

Adapun dasar Keutamaannya puasa Syawal adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim).

Dengan keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal ini, tentunya akan sangat merugi bila seorang muslim tidak memanfaatkan salah satu keistimewaan bulan Syawal ini.

Dengan hanya mencukupkan puasa Ramadhan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal membuat kita mendapatkan pahala seakan berpuasa setahun penuh.

Oleh karena itu, puasa 6 hari di bulan Syawal merupakan salah satu keistimewaan bulan Syawal yang paling besar pahalanya bagi umat islam, walaupun merupakan ibadah sunnah.

Karena melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal adalah salah satu bentuk wujud rasa syukur dan memohon ampunan kepada Allah SWT bagi seluruh umat muslim.

2. I’tikaf di Masjid pada Bulan Syawal

Melakukan i’tikaf atau berdiam diri di dalam masjid merupakan salah satu keistimewaan atau Keutamaan bulan Syawal.

Berbagai amalan dan ibadah dapat dilakukan selama melaksanakan I’tikaf. Seperti berzikir, melaksanakan salat 5 waktu dan shalat sunah, serta membaca Al-Quran. Jadi, bukan hanya sekedar berdiam diri tanpa melakukan apapun.

Baca Juga:  Lima Tingkat Keimanan Manusia Menurut Syaikh Nawawi al Bantani

Pelaksanaan I’tikaf ini umumnya dilakukan saat malam hari saja, ada pula yang benar-benar melaksanakannya seharian penuh tanpa kelaur dari masjid, kecuali untuk makan atau ada hajat yang penting. Biasanya I’tikaf dilaksanakan seminggu terakhir di bulan Ramadhan.

Selain bulan Ramadhan, i’tikaf ternyata bisa juga dilakukan pada bulan Syawal, jika pada bulan Ramadhan tidak sempat untuk melaksanakannya.

Jadi keistimewaan bulan Syawal selanjutnya adalah sebagai waktu untuk mengganti ibadah I’tikaf yang sudah terlewat atau tidak sempat dilaksanakan saat Ramadhan. Oleh karena itu, bulan Syawal hadir sebagai penyempurna amalan-amalan yang tidak dapat dilaksanakan saat bulan Ramadhan.

3. Menikah di Bulan Syawal

Keistimewaan bulan Syawal selanjutnya adalah melaksanakan pernikahan. Pastinya tidak asing lagi dengan keistimewaan bulan Syawal yang satu ini dan banyak sekali setelah hari raya Idul Fitri mayoritas umat islam yang melaksanakan pernikahan.

Menikah pada bulan Syawal ini tidak ditentukan pada tanggal berapapun dan pada hari apapun, karena sudah termasuk suatu kebaikan bagi yang melaksanakannya.

Seperti yang dikisahkan dalam hadits muslim dari istri rasulullah Saw yaitu Aisyah ra.

Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” (HR. Muslim, An Nasa’i).

Baca Juga:  Fakta Tentang Hadits Tidur Setelah Ashar, Benarkah Ada Larangannya?

Jadi menikah di bulan Syawal merupakan salah satu sunnah rasul, dimana Nabi Muhammad SAW menikah pada bulan Syawal.

4. Bulan Silaturahim

Bersilaturahim merupakan salah satu ibadah yang tidak asing lagi di bulan Syawal. Salah satu keistimewaan bulan Syawal ini biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti mudik ke kampung halaman dan saling bermaafan dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman.

Jadi tidak heran bila bulan Syawal begitu istimewa dengan menjadi salah satu bulan dimana kebanyakan umat muslim bersilaturahim. Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT dengan silaturahim dan bermaaf-maafan yang dilaksanakan oleh seluruh umat islam.

Demikianlah keistimewaan bulan Syawal yang dapat kita kerjakan meski kesemuaannya itu sah-sah saja jika dikerjakan dibulan apapun. Akan tetapi lebih utamanya dari 4 perkara yang tersebut diatas adalah dikerjakan dibulan Syawal. Wallahu A’lam. Semoga bermanfaat dan amal ibadah kita diterima disisi Allah. Amiin.