Keutamaan Mengucapkan Amin Dalam Shalat Jamaah

Keutamaan Mengucapkan Amin Dalam Shalat Jamaah

PeciHitam.org – Hampir dapat dipastikan bahwa saat shalat berjamaah akan mendengar ucapan “Amin” dari para jamaah, dan untuk mengetahui hukum mengucapkan amin dalam shalat tentu dikembalikan pada sumber syariat Islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam sebuah riwayat Hadits Nabi bersabda,

إِذَا قَالَ الْإِمَامُ (غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ) فَقُولُوا: آمِينَ

Atinya: “Bila imam membaca (Ghairil maghdhubi ‘alaihim waladhdhooliim), maka ucapkanlah (Amin).” (HR. Bukhari, Nasa’i dan Darimi)

Hadits tersebut menjadi dasar bagi para ulama untuk menatapkan hukum sunnah atas bacaan “Amin” setelah surat Al-Faatihah, sebab dalam hadits tersebut terdapat perintah “ucapkanlah” dan perintah tersebut dihukumi sebagai sunnah.

Hukum dari mengucapkan “Amin” ketika selesai membaca Al-Fatihah merupakan sunnah dan dianjurkan bagi imam maupun makmum, bacaan tersebut diucapkan secara tegas saat shalat Maghrib Isya dan Subuh.

Ibnu Katsir menjelaskan yang artinya:

“Disunnahkan bagi yang membaca surat Al-Fatihah untuk mengucapakan “aamiin” setelah membacanya, Ulama Syafi’iyah dan ulama lainnya menyatakan bahwa dianjurkan mengucapkan “aamiin” bagi orang yang membaca Al-Fatihah di luar shalat, terlebih lagi jika di dalam shalat, baik ia shalat sendiri, sebagai imam, maupun sebagai makmum, begitu pula di keadaan lainnya.” (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir, 1:144-145)

Baca Juga:  Niat, Syarat dan Tata Cara Shalat Jamak yang Mudah Diikuti

Adapun membaca “Amiin” di belakang imam pahalanya besar dan memiliki keutamaan yang tidak didapatkan seseorang yang shalat sendirian, sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا قَالَ الْإِمَامُ (غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ), (الفاتحة: 7) فَقُولُوا: آمِينَ؛ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَقُولُ: آمِينَ، وَإِنَّ الْإِمَامُ يَقُولُ: آمِينَ، فَمَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةَ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Apabila imam usai membaca, (Ghairil maghdhubi ‘alaihim waladh dhallin) maka ucapkan: ‘Amiin’, karena barang siapa yang ucapan (amin)nya berbarengan dengan ucapan (amin) malaikat, dosanya yang telah lalu diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut secara jelas diterangkan keutamaan yang luar biasa dari mengucapkan amin dalam shalat terutama shalat berjamaah yaitu diketahui bahwa para malaikat mengucapkan amin bersamaan dan berbarengan dengan orang-orang yang sedang shalat berjamaah dan Allah SWT akan mengampuni dosa yang telah lalu.

Ampunan dari Allah SWT tidak hanya diberikan kepada orang yang mengucapkan amin dalam shalat secara bersamaan dengan ucapan Malaikat namun juga diberikan kepada orang yang berada di masjid saat itu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

Baca Juga:  Posisi Kedua Tangan Saat I'tidal, Bersedekap atau Bagaimana?

“Maka sesungguhnya orang yang perkataannya sesuai dengan perkataan para Malaikat, maka orang yang berada di dalam masjid akan diampuni.” (HR. Nasa’i)

Bacaan “Amin” merupakan sebuah amalan yang sangat sederhana dan sangat ringan namun menyimpan keutamaan yang sangat besar, Allah SWT menyediakan banyak sarana yang sangat mudah untuk diamalkan demi mendapatkan bekal di akhirat, disamping ampunan dosa akan didapat, doa yang telah dipanjatkan juga akan terkabulkan.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya,

“Tidaklah berkumpul sekelompok orang, kemudian sebagian dari mereka berdoa dan sebagian yang lain mengucapkan ‘amin’, kecuali Allah akan mengabulkan doa mereka.” (HR. Hakim)

Imam Nawawi menjelaskan bahwa terdapat sebuah riwayat yaitu “jika seorang imam mengatakan ‘amin’ maka ucapkanlah oleh kalian amin, maka siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin para malaikat maka dosanya yang telah lalu akan diampuni”, dan dalam riwayat lain yaitu “apabila seorang dari kalian mengatakan amin dan para malaikat di langit juga mengatakan amin dan ucapan keduanya bersamaan maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Imam Nawawi mengatakan bahwa hadits tersebut menunjukkan anjuran pengucapan amin dalam shalat mengiringi Al-Fatihah bagi imam, makmum dan orang yang shalat sendirian serta alangkah baiknya ucapan amin seorang makmum bersamaan dengan ucapan amin imam, tidak sebelum maupun setelahnya.

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Rujuk dalam Islam? Pahami Dulu Syarat dan Tatacaranya

Al-Qodhi ‘Ayadh menjelaskan bahwa makna dari ucapan amin bersamaan dengan ucapan amin yang lain mewujudkan sifat kekhusyu’an dan keikhlasan.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya Allah telah memberikan kepadaku tiga hal yaitu: telah memberiku shalat di dalam shaf-shaf, telah memberiku salam penghormatan (tahiyat), yang sesungguhnya salam itu adalah salam penghormatan penduduk surga, dan telah memberiku ucapan ‘amin’, Dia belum pernah memberikannya kepada seorang pun dari Nabi-Nabi sebelumku, kecuali Allah telah memberikannya kepada Harun, yaitu ketika Musa berdoa kemudian Harun mengucapkan ‘amiin’.” (HR, Ibnu Khuzaimah)

Demikianlah mengucapkan amin dalam shalat dan sangat disayangkan jika amalan yang sangat ringan tersebut dengan keutamaan yang begitu besar, tidak dilakukan dengan kushu’ dan sungguh-sungguh, oleh karenanya alangkah baiknya bacaan “Amin” diucapkan secara bersama-sama agar didapatkan keutamaannya yang begitu besar.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.