Keutamaan Menjalankan Dua Rakaat Shalat Dhuha

dua rakaat shalat dhuha

Pecihitam.org – Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang minimal dikerjakan dua rakaat setelah terbitnya matahari hingga waktu sebelum dhuhur. Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah hadits mengenai waktu untuk mengerjakan sholat dhuha yaitu:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sabda Rasulullah SAW

    صَلَاةَالاَوَّابِينَ حين تَرمَضُ الفِصالُ   

Artinya: “Shalat awwabin adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim).

Sholat yang dimaksud dalam hadits ini adalah sholat Dhuha. Hadits ini juga menjelaskan bahwa waktu paling afdhol untuk melakukan sholat Dhuha adalah ketika matahari sudah terik.

Keutamaan shalat Dhuha

Beberapa keutamaan yang terkandung dalam sholat dhuha diataranya:

Pertama, sebagai pengganti shodaqoh anggota badan. Tanpa kita sadari ternyata tubuh manusia memiliki 360 sendi, nah setiap harinya sendi-sendi tersebut harus dikeluarkan sedekahnya, bayangkan 360 sedekah setiap hari, banyak juga ya. Namun Nabi Muhammad SAW. memberikan solusi praktis yang mudah untuk dikerjakan, yaitu sholat Dhuha.

Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad)

Baca Juga:  Naik Haji Lalu Kembali Murtad, Sungguh Sangat Celaka!

Kedua, dibangunkan istana yang megah dari emas. Bagi siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha maka di surga kelak akan dibagunkan istana yang megah dimana istana tersebut terbuat dari emas yang berkilau. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Salallahu’alaihi wasallam;

“Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya Istana yang terbuat dari emas” (HR. Ibnu Majah).

Ketiga, dicukupi kebutuhan hidupnya. Bahwa bagi siapapun yang melakukan sholat Dhuha maka akan dicukupkan kebutuhan hidupnya setelah engkau sholat. Maksudnya adalah ketika kita memiliki urusan dalam hidup kita hendaknya mengadulah kepada Allah SWT.

Seperti halnya ketika kita mengadukan kepada Allah mengenai kesulitan rezeki yang sedang kita alami, maka niscaya Allah akan memberikan jalan terbaik untuk kita menjemput rizqi tersebut.

Nabi Salallahu’alaihi wasallam bersabda:

قال الله عَزَّوَجَلَّ يَااِبنَ آدَمَ لَاتَعْجِزعَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِأَكْفِكَ آخِرَهُ  

“Allah SWT. berfirman: wahai anak Adam, janganlah kamu tinggalkan empat rokaat diawal siang (di waktu Dhuha), maka itu akan mencukupi diwaktu siangmu (HR. Muslim)

Tidak hanya kecukupanmu pada pagi saja yang Allah berikan namun Allah juga akan memberikan kecukupanmu hingga siang menjelang . Allah maha Kuasa atas segalanya yang ada di alam semesta ini. Bahkan sehelai daun yang jatuh pun semua karena kehendak Allah. Sejatinya manusialah yang sering lupa bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan.

Baca Juga:  Perbedaan Haul Zakat Tijarah Menurut Pandangan Ulama Madzhab

Keempat, dibukakan pintu rezeki. Jika di baca dan dihayati lebih seksama, dalam doa shalat dhuha terdapat kalimat,

“Allahumma Innkaana Rizqii Fissamaa-I Fa Annzilhu, Wa Inkaana Fil Ardhi Fa-Akhrijhu, Wa Innkaana Mu’sironn Fayassirhu, Wainnkaana Haroomann Fa Thohhirhu, Wa Inkaana Ba’idan Fa Qoribhu”.

Doa salat dhuha tersebut bermakna sebuah permintaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang mana jika rezeki yang akan kita terima masih berada di langit, terpendam di bumi atau sulit untuk mendapatkannya, masih berupa rezeki yang haram atau rezeki yang akan kita terima masih berada di tempat yang jauh, agar segera diturunkan, mendekatkan dan Allah memberikan rezeki yang halal lagi baik kepada kita.

Baca Juga:  Perbedaan Pendapat Terkait Ta’lil Ahkam dalam Empat Kelompok Besar Ulama

Namun perlu diingat berdoa saja tanpa adanya usaha adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Jika kita menginginkan sesuatu terlebih agar dilapangkan rezeki perlu adanya usaha yang keras untuk mendapatkan rezeki tersebut. Selain itu juga diiringi dengan doa kepada Allah.

Oleh sebab itu shalat dhuha sangat dianjurkan sebab banyak pahala dan keutamaan yang terkandung didalam sholat Dhuha tersebut. Minimal dua rakaat shalat dhuha yang dilakukan secara istiqomah atau konsisten maka yang tadinya terasa berat lama-lama menjadi ringan dan terbiasa.

Dan ingatlah janji Allah itu nyata dan pasti, tinggal bagaimana kita mau menjalankannya dan menyikapinya. Demikian semoga bermanfaat. Wallahu’alam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik