Kewalahan Hadapi Serangan Yaman, Arab Saudi Pinjam Rudal Yunani

Pecihitam.org – Arab Saudi meminjam rudal pertahanan patriot dari pemerintah Yunani untuk melindungi instalasi minyak milik mereka dari serangan rudal Yaman.

Hal itu diumumkan pemerintah Yunani pada Selasa lalu. Pengumuman tersebut dinilai sebagai suatu perkembangan yang sangat signifikan karena menunjukkan betapa Saudi telah kehilangan banyak rudalnya dalam menghadapi rudal-rudal pasukan Ansarullah Yaman (Houthi).

Juru bicara pemerintah Yunani, Stelios Petsas, lewat pengumuman tersebut menyatakan pihaknya akan mengerahkan rudal dengan biaya Arab Saudi untuk melindungi sektor energi, instalasi dan infrastruktur Saudi.

Dilansir dari Liputanislam.com, Sabtu, 8 Februari 2020, Petsas menjelaskan bahwa 30 personel Yunani akan menyertai pengerahan sistem pertahanan, yang disebutnya bukan merupakan ancaman bagi negara-negara lain di kawasan itu.

Baca Juga:  FPI Sebut Partai-Partai di Indonesia Belajar di Tiongkok yang Berhaluan Komunis

“Pembicaraan untuk pengerahan sistem pertahanan udara ini dimulai pada Oktober tahun lalu sebagai bagian dari inisiatif bersama dengan AS, Prancis, dan Inggris,” ujar Petsas.

Partai-partai oposisi Yunani mengutuk keputusan itu dan menyebutnya “petualangan” berbahaya.

Sementara itu, anggota Parlemen Eropa Dimitris Papadimoulis pada Januari lalu di Twitter menyebutkan bahwa keputusan itu akan menjadi kehadiran militer Yunani di luar Mediterania untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Sekedar diketahui, Arab Saudi adalah negara pertama yang menggunakan baterai sistem pertahanan udara Patriot NATO karena Patriot yang dimiliki Yunani selain digunakan untuk pertahanan Yunani sendiri juga untuk melayani kepentingan NATO.

Hal yang menarik adalah bahwa Arab Saudi yang memiliki arsenal besar Patriot yang dibelinya dari AS ternyata malah akan meminjam sistem itu dari Yunani dengan seizin Washington untuk mendapatkan jumlah yang lebih banyak.

Baca Juga:  Mufti Yaman Serukan ke Rakyat Irak Usir Tentara AS

Menurut Rai al-Youm, hal itu menunjukkan bahwa AS tidak dapat menyediakan baterai Patriot dalam jumlah yang memadai untuk tentara Saudi dalam menghadapi serangan Ansarullah dan ancaman Iran.