Kisah Cinta Abdullah dan Aminah Hingga Lahirnya Muhammad Kecil

kisah abdullah dan aminah

Pecihitam.org – Sebuah kisah inspiratif dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan istrinya yaitu Aminah binti Wahab. Sebelum menikahi Aminah, seorang Abdullah merupakan sosok yang sangat di kagumi oleh banyak kalangan kaum perempuan karena ia berasal dari keluarga yang terhormat di Jazirah Arab saat itu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Meskipun begitu, Abdullah bin Abdul Muthalib akhirnya memilih dan memantapkan hatinya kepada Aminah sehingga keduanya menikah dan mengikat janji setia sebagai suami isteri. Setelah resmi menjadi suami isteri, kemudian mereka hidup bersama dan tinggal di rumah orang tua Aminah selama satu minggu.

Kemudian Abdullah mengajak istrinya pindah ke rumah yang telah di sediakan oleh Abdul Muthalib, ayahnya. Rumahnya cukup luas yaitu sekitar sembilan kali dua belas meter persegi. Namun, baru sekitar seminggu mereka berdua tinggal bersama di rumah tersebut, Aminah harus rela mengizinkan Abdullah pergi untuk melakukan perjalanan dagang menuju kota Syam.

Perjalanan Abdullah berdagang menuju Syam sangat jauh dan melelahkan karena ia harus menempuh sampai ribuan kilometer jarak antara Makkah dan Syam dengan mengendarai unta miliknya. Oleh sebab itu, Abdullah jatuh sakit di tengah perjalanan pulang menuju Makkah, kemudian ia beristirahat di Madinah.

Baca Juga:  Kisah Santri Aswaja Kalah Saat Adu Dalil Dengan Wahabi

Setelah mengetahui kabar bahwa anaknya sedang sakit, maka Abdul Muthalib segera mengutus puteranya yang paling tua bernama Harirts untuk menyusul ke kota Yastrib dan melihat keadaan Abdullah. Namun, sesampainya Harirts di kota Yastrib ternyata Abdullan telah meninggal dunia.

Aminah pun sangat berduka atas kematian suaminya tersebut, padahal saat itu keadaannya sedang mengandung putra mereka. Setelah beberapa bulan, Aminah pun melahirkan bayi laki-lakinya yang kemudian di beri nama Muhammad oleh Abdul Muthalib sebagai kakek dari putranya tersebut.

Awalnya, Aminah mengasuh putranya seorang diri dan menolak setiap ada tawaran dari orang-orang yang hendak mengasuh bayinya. Namun, akhirnya ia mempercayakan Halimatus Sa’diyah untuk mengasuh dan menyusui Muhammad, sampai usia dua tahun.

Namun, karena Nabi Muhammad Saw membawa keberkahan dan menjaga Halimatus Sa’diyah dari wabah penyakit yang saat itu sedang menyerang kota Makkah, maka ia pun meminta izin kepada Aminah agar tetap mengasuh puteranya tersebut beberapa tahun lagi.

Baca Juga:  Jawaban Kocak Nasiruddin Hodja Ketika Berdebat dengan Orang Atheis

Aminah pun menyetujui dan mengizinkan permohonan tersebut. akirnya, pada tahun ke enam setelah tahun Gajah, Nabi Muhammad Saw di kembalikan pada Aminah saat berusia 5 tahun lebih. Pada suatu ketika, Aminah mengajak puteranya untuk mengunjungi makam Abdullah, suaminya.

Namun saat dalam perjalanan pulang dari Madinah menuju Makkah Aminah kelelahan dan jatuh sakit sampai akhirnya ia meninggal. Muhammad menjadi yatim piatu sejak ia masih kecil, ia tidak pernah melihat wajah tampan dari ayahnya dan kini dirinya juga tidak dapat merasakan perhatian dari seorang ibu.

Setelah ibunya meninggal, Muhammad kecil kemudian di asuh oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib sampai ia berusia 8 tahun, hingga sang kakek meninggal dunia. Lalu Muhammad di asuh oleh pamannya yaitu Abu Thalib sampai dengan Muhammad dewasa dan akhirnya menikah dengan Siti Khadijah pada usia 25 tahun. Saat itu Nabi Muhammad Saw mulai banyak memecahkan intimidasi yang berasal dari orang-orang jahiliyah yang musyrik di Makkah.

Saat ditanya mengenai perjalanan hidup beliau yang di didik dengan berpindah-pindah mulai dari ibunya, lalu di asuh oleh Halimatus Sa’diyah dan kembali ke ibunya lagi, setelah itu ia di asuh oleh kakeknya dan yang terakhir ia di asuh oleh paman dan bibinya tersebut, Rasulullah Saw hanya menjawab. “Begitulah Cara Allah mendidikku.”

Baca Juga:  Pangeran Diponegoro dan Kedekatannya dengan Pesantren

Nabi Muhammad Saw memang sudah menggantukan hidupnya hanya kepada Allah Swt. Jadi, kisah Abdullah dan Aminah lahir di dunia sampai akhirnya menikah merupakan salah satu proses yang telah Allah Swt rencanakan. Sampai akhirnya lahirlah seorang manusia yang sempurna yaitu Nabi Muhammad Saw. Sehingga tidak ada yaKng mendidik Rasulullah Saw secara sempurna selain Allah Swt.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik