Kisah Debat Nabi Isa As dan Iblis Laknatullah

nabi isa dan iblis

Pecihitam.org – Nabi Isa alaihissalam adalah salah satu nabi ulul Azmi yang memiliki kedudukan tinggi bagi umat Islam. Nabi Isa adalah putra dari Sayyidah Maryam binti Imran, seorang wanita mulia yang namanya diabadikan dalam Al-Quran.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Isa memiliki begitu banyak mukjizat yang diberikan Allah SWT. Diantaranya beliau mampu berbicara saat usianya masih bayi, menyembuhkan orang yang buta, bahkan atas izin Allah, nabi Isa mampu menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia. Nah mukjuzat yang satu inilah yang menjadi celah bagi Iblis untuk membuatnya nabi Isa terpedaya.

Dikisahkan suatu ketika, Iblis laknatullah menemui Nabi Isa as untuk menyesatkannya dan membuatnya terlena. Akan tetapi, Nabi Isa menolak perkataan Iblis. Kemudian, datanglah malaikat memukul Iblis hingga terpental sejauh pancaran sinar matahari. Seperti apa kisahnya? Simak berikut ini.

Kisah perbincangan Nabi Isa dan Iblis ini dilatarbelakangi tentang kemampuan yang dimiliki oleh sang nabi sendiri. Dalam Alquran telah dijelaskan, bahwa Nabi Isa mampu berbicara ketika masih dalam buaian, mampu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, bahkan Nabi Isa mampu menghidupkan orang mati dalam kubur. Hal ini dijelaskan dalam Alquran Surat Al-Maidah ayat 110:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

Baca Juga:  Kisah Nabi Zulkifli, Raja Yang Bertanggung Jawab dan Penyabar

Artinya: “(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku.

Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”. (QS al Maidah: 110)

Mengetahui mukjizat Nabi Isa tersebut, Iblis laknatullah kemudian mendatangi Nabi Isa untuk memperdayanya dan mengatakan bahwa yang Ia miliki semua adalah sifat Ketuhanan. Dalam sebuah hadist dijelakan;

“Ketika Nabi Isa selesai megerjakan shalat di Baitul Malqis dan hendak kembali kerumahnya, yaitu ketika ia berada pada suatu jalan yang menanjak naik, tiba-tiba iblis datang dan berkata kepadanya: Wahai Isa putra Maryam, tidak layak bagimu untuk menjadi seorang hamba. Akan tetapi, Nabi Isa tidak mempedulikan ucapan Iblis itu.

Baca Juga:  Kisah Abu Qasim Saudagar Kaya yang Pelit dan Sepatu Bututnya

Namun iblis terus saja berusaha untuk menggoda dan memperdayai Nabi Isa dengan mengatakan: “wahai Isa, tidak layak bagimu untuk menjadi seorang hamba.” Kemudian Nabi Isa AS berdoa kepada Allah SWT untuk memohon batuanya.

Tiba-tiba muncullah Malaikat Jibril dan Mikail di hadapannya. Ketika itu, Iblis melihat kedua malaikat itu, Iblis terkejut dan menghentikan godaanya terhadap Nabi Isa. Selanjutnya, kedua malaikat ini melindungi Nabi Isa.

Malaikat Jibril memukul iblis dengan sayapnya seraya melemparkannya ke dalam jurang yang sangat dalam. Namun Iblis tidak gampang menyerah. Ia kemudian datang lagi dan berkata:

“Sudah kukatakan, kepadamu bahwa engkau tidak layak menjadi seorang hamba, karena kemarahan itu tidak seperti kemarahan seorang hamba. Aku telah megetahui apa yang akan aku terima darimu ketika engkau sedang marah.

Namun bagaimana pun aku akan menyerukanmu kepada suatu hal yang memang itu adalah hak dirimu. Aku telah memerintahkan kepada semua setan untuk patuh dan taat kepadamu. Jika semua orang megetahui jika setan-setan itu mematuhi dirimu, niscaya manusia akan menyembahmu.

Aku tidak mengatakan bahwa hanya engkau satu-satunya Tuhan dan tidak ada Tuhan selain engkau di alam semesta ini. Akan tetapi, yang aku inginkan adalah bahwa Allah itu menjadi Tuhan di langit sedangkan engkau menjadi Tuhan di bumi.”

Baca Juga:  Kisah Singkat Muadzah Al Adawiyyah, Seorang Wali Perempuan Masa Tabiin

Ucapan Iblis tersebut membuat Nabi Isa marah, beliau kemudian berdoa dan memohon kepada Allah seraya berteriak dengan suara yang amat keras. Tiba-tiba malaikat Jibril, Mikail dan Israfil muncul di hadapannya seraya memandang tajam ke arah iblis.

Malaikat Israfil lantas memukul Iblis dengan sayapnya yang lebar, hingga menutupi sinar matahari. Kemudian disusul lagi dengan satu pukulan yang membuat Iblis terpelating ke tanah.

Lalu Iblis berkata kepada Nabi Isa: “Wahai Isa putra Maryam, hari ini aku berjumpa dengan dirimu dalam keadaan yang sangat lelah.”

Kemudian, Malaikat Israfil kembali melemparkan Iblis ke mata air yang sangat panas. Di mata air tersebut ada tujuh malaikat yang menenggelamkannya ke dalam lumpur hitam setiap kali Iblis berusaha keluar dari sana. Demi Allah, kemudian iblis jera dan tidak pernah kembali menemui Nabi Isa. Wallahu’alam bisshawab.

*Dikutip dari Kisah Para Nabi dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik