Kisah Kedahsyatan Nilai Sedekah pada Masa Nabi Sulaiman

kisah sedekah

Pecihitam.org – Sebuah kisah kedahsyatan sedekah pada zaman Nabi Sulaiman As. Diceritakan hiduplah seorang laki-laki yang memiliki pohon besar dan tumuh di samping rumahnya. Di atas pohon tersebut terdapat sarang burung yang berisi beberapa anak merpati.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kemudian istri dari laki-laki itu menyuruhnya memanjat pohon besar itu dan mengambil anak merpati untuk dijadikan makanan bagi anak-anak mereka. Laki-laki itu pun lantas melakukanya.

Selepas kejadian itu, induk merpati menghadap baginda Nabi Sulaiman As. Sang induk merpati menceritakan kejadian tersebut. Akhirnya Nabi Sulaiman As memanggil laki-laki itu dan menyuruh ia untuk bertobat. Kemudian laki-laki itu berjanji kepada Nabi Sulaiman untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya tersebut.

Suatu ketika, si istri menyuruhnya untuk mengambil anak merpati lagi. Laki-laki itu pun berkata kepada istrinya, “Aku tidak akan melakukanya lagi. Sebab Nabi Sulaiman melarangku untuk berbuat yang demikian itu.”

Istri laki-laki itu menjawab, “Apakah kau kira Nabi Sulaiman akan mempedulikanmu atau merpati itu? Sedangkan ia sendiri selalu sibuk dengan kerajaannya.” Kemudian istrinya tadi tak henti-henti membujuk sang suami agar ia mau melakukanya lagi.

Baca Juga:  Inilah Kisah Awal dari Misi Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Hingga akhirnya ia terbujuk juga. Seperti biasanya lagi ia memanjat pohon besar tersebut dan mengambil anak merpati lagi. Induk merpati pun akhirnya kembali menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan kejadian itu.

Nabi Sulaiman pun menjadi marah karenanya. Kemudian Nabi Sulaiman memanggil dua jin, yang satu berasal dari ujung barat dan yang satunya berasal dari ujung timur.

Nabi Sulaiman As berkata kepada dua jin itu, “Jagalah pohon besar itu. Dan ketika laki-laki itu mengulang perbuatannya mengambil anak merpati itu. Raih kedua kakinya dan jatuhkan ia dari pohon itu.”

Kedua setan itu pun bergegas pergi dan menjaga pohon itu. Ketika induk merpati beranak lagi, laki-laki itu segera memanjat dan meletakkan kedua kakinya diatas pohon itu. Tiba-tiba datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya.

Laki-laki itu menyuruh istrinya untuk memberikan sesuatu pada pengemis itu. Lantas istrinya berkata, “Aku tidak punya apa-apa.” Laki-laki itu turun dari pohon dan mengambil segenggam makanan. Lalu ia memberikanya kepada si pengemis tadi.

Baca Juga:  Kisah Alqomah; Susah Mengalami Sakaratul Maut Karena Menyakiti Hati Ibunya

Kemudian ia kembali memanjat pohon dan mengambil anak merpati. Setelah kejadian itu, induk merpati kembali menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan kejadian tersebut kepadanya.

Nabi Sulaiman bertambah marah. Kemudian ia memanggil kedua jin yang diberi tugas menjaga pohon itu. Nabi Sulaiman berkata pada kedua jin itu, “Kalian berdua telah mengkhianatiku!”

Dua jin itupun menjawab, “Kami sama sekali tidak menghianatimu. Kami terus menjaga pohon itu. Hanya saja, ketika laki-laki itu memanjat pohon datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya. Lalu ia memberikan segenggam gandum untuk pengemis itu. Saat ia kembali memanjat pohon, kami sudah bergegas untuk meraihnya. Namun tiba-tiba Allah mengutus dua malaikat. Salah satu dari mereka meraih leherku dan melemparku sampai di tempat terbitnya matahari. Sedang yang satunya lagi meraih leher sahabatku dan melemparnya sampai di tempat terbenamnya matahari.”

Baca Juga:  Gus Baha: Tirulah Sedekah Ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Demikian dari kisah tersebut dapat kita ambil hikmah, betapa sedekah dapat menjadi sebab dihindarkannya seseorang dari marabahaya. Sementara yang disedekahkan adalah barang halal. Namun jika yang disedekahkan adalah barang yang haram pasti akan berbuah celaka.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda; “Sungguh, di dalam neraka terdapat rumah yang disebut baitul huzni (rumah kesusahan). Allah menyediakannya untuk orang yang bersedekah dari barang yang haram.”

Disarikan dari Kitab Tanqihul Qaulil Hatsits karya Syekh Nawawi Al-Bantani

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik