Kisah Yakub bin Ishaq Hingga Diangkat Menjadi Nabi

Nabi Yakub

Pecihitam.org – Nabi Ishaq As memiliki dua anak laki-laki yaitu Ish atau Ais dan Yakub. Ketika usia Nabi Ishaq telah lanjut, penglihatan dan pendengarannya tidak lagi baik, Ish lah yang setiap hari melayani kebutuhan Nabi Ishaq As, sebab itu merupakan tanggung jawabnya sebagai anak tertua.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Suatu ketika sang ibu meminta Yakub agar menyiapkan makanan untuk ayahnya. Tentu saja Yakub mengerjakan perintah ibunya tersebut dengan senang hati. Saat melihat perilaku anaknya tersebut lalu Nabi Ishaq pun mendoakan Yakub dan berkata “ Semoga engkau menurunkan Nabi dan Raja”.

Ish merasa iri setelah mengetahui bahwa ayahnya telah mendoakan Yakub. Ia merasa bahwa Yakub telah lancang mengerjakan tugasnya untuk menyiapkan makanan pada ayahnya, dan menganggap bahwa seharusnya doa tersebut di tujukan padanya dan bukan untuk Yakub. Kemudian Ish mengancam Yakkub dan akan mendoakan agar do’a ayahnya terssebut tidak terwujud pada Yakub.

Mengetahui bahwa hubungan kedua putranya tidak harmonis, sang ibu meminta Yakub agar pergi ke Fadan, ke rumah pamannya yaitu Labban bin Badwih. Maka Yakub pun senantiasa menuruti perintah ibunya tersebut, ia pergi secara sembunyi-sembunyi pada malam hari, karena kebiasaan inilah Yakkub di sebut Israil yang artinya berjalan di malam hari.

Baca Juga:  Kisah Hikmah Sufi, Jangan Mudah Berburuk Sangka!

Yakkub tiba di Faddan dengan selamat, ia lalu mencari rumah pamannya dan meminta ijin untuk tinggal di sana. Sang paman pun mengijinkan Yakub untuk tinggal bersamanya, bahkan ia memperlakukan Yakub seperti anaknya sendiri.

Labban bin Badwih merupakan seorang yang sangat dermawan, ia selalu membagikan sebagian hartanya untuk orang-orang yang tidak mampu. Melihat perilaku terpuji pamannya tersebut, maka Yakub pun meniru sampai akhirnya Yakub di kenal sebagai dermawan yang baik hati.

Pada suatu ketika Yakub bermimpi dirinya bertemu dengan malaikat, ia juga mendengar suara yang mengatakan bahwa kelak ia akan mendapatkan keturunan dan bumi ini akan menjadi miliknya serta keturunannya.

Ia pun terbangun dan langsung berdo’a mengucapkan syukur. Melihat perilaku keponakannya yang sangat terpuji, Labban bin Badwih berniat untuk menjodohkan Yakkub dengan salah satu putrinya. Yakkub memilih untuk menikahkannya dengan Rakhil yang memiliki wajah yang cantik.

Baca Juga:  Disebutkan Berulang dalam Al-Qur'an, Inilah Sosok Israel dan Anak Keturunannya

Namun setelah waktu berjalan, Yakub juga menikahi Laila yaitu anak tertua dari pamanya, saat itu, menikah dengan kakak adik belum di larang oleh agama. Selain itu, Yakub juga menikahi Zulfa dan Balkha, sehingga dari ke empat istrinya tersebut beliau di anugerahi 12 orang anak laki-laki.

Nabi Yakub yang setelah itu di angkat sebagai Nabi oleh Allah Swt, mengemban tugas untuk berdakwah di Kan’an. Dari anak cucu Nabi Yakub inilah, yang nantinya lahir para Nabi dari bani Israil, mereka adalah Nabi Yusuf, Nabi Musa As, Nabi Harusn As, Nabi Ilyas As, Nabi Ilyasa As, Nabi Sulaiman As, Nabi Zakariya As, Nabi Yahya As, Nabi Yunus As dan Nabi Isa As.

Hal ini sebagaimana Allah Swt sebutkan dalam Surat Shaad ayat 45-47, sebagai berikut:

Baca Juga:  Kisah Zaid bin San’ah, Pendeta Yahudi Pencari Tanda Kenabian

واذكر عبادنا إبراهيم وإسحاق ويعقوب أولي الأيدي والأبصار * إنا أخلصناهم بخالصة ذكرى الدار * وإنهم عند نا لمن المصطفين الأخيار

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.”

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik