Kisah Terbunuhnya Abu Jahal di Perang Badar

terbunuhnya abu jahal di perang badar

Pecihitam.org – Nama asli Abu Jahal adalah Amr bin Hisyam, dan mempunyai kunyah lain Abu al-Hakam, Abu jahal adalah pembesar kafir Quraisy yang sangat disegani, dan termasuk paman Nabi yang sangat membenci islam, namun tidak disangka bahwa kematian  Abu Jahal disebabkan terbunuh oleh dua sahabat yang masih anak kecil di perang Badar. Berikut uraian kisah terbunuhnya Abu Jahal di Perang Badar

Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadahan tahun kedua hijriyah dan dalam perang ini umat islam hanya berjumlah  sekitar 313 atau 314, dalam kitab Fathul Bari syarhu Shohihul Bukhori  bab عدّة أصحاب بدر  juz 7 halaman (333) disebutkan bahwa

عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ اسْتُصْغِرْتُ أَنَا وَابْنُ عُمَرَ يَوْمَ بَدْرٍ وَكَانَ الْمُهَاجِرُونَ يَوْمَ بَدْرٍ نَيِّفًا عَلَى سِتِّينَ وَالْأَنْصَارُ نَيِّفًا وَأَرْبَعِينَ وَمِائَتَيْنِ

Dari al-Bara’ beliau berkata: “aku dan ibnu Umar masih dianggap anak kecil pada saat perang badar, dan pada saat itu jumlah kaum muhajirin sekitar enam puluh orang dan kaum Anshar berjumlah sekitar dua ratus empat puluh orang”. (H.R. Bukhori)

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa Telanjang Berlarian Mengejar Batu

Abu jahal adalah pemimpin kaum kafir yang terbunuh di perang badar, Abu jahal dibunuh oleh dua orang anak kecil, dalam kitab Nailul Author karya Muhammad ibn Ali asy-Syaukani juz 7 halaman (318) disebutkan bahwa kedua orang tersebut adalah Muadz ibn Amr ibn Jamuh dan Muadz ibn Afra’ dan disebutkan dalam kitab Shohihul Bukhori bahwa keduanya adalah anak Afra’.

Dikutip dari karya Maulana Muhammad Zakariyah dalam bukunya Fadoilul A’mal, kejadian tersebut bermula dari ketika Abdur Rohman ibn Auf  berdiri dalam pasukan perang Badar, dan disisi kanan kirinya terdapat kedua anak kecil tersebut, lantas Abdur Rohman tersebut menceritakan Abu jahal yaitu seorang yang sangat membenci Nabi, setelah mendengar cerita tersebut kedua anak ini langsung lari menghampiri Abu Jahal dan menghunuskan pedangnya,  karena Abu Jahal memakai baju besi dan kedua anak tersebut sulit membunuh Abu Jahal secara langsung, maka salah seorang anak tersebut menebas kaki kuda yang ditungganginya, dan atas serangan itu kuda tersebut terjatuh. Lalu kedua sahabat tersebut meninggalkan Abu Jahal dalam keadaan terkapar dan sekarat.

Baca Juga:  Ketika Khalifah Umar bin Khattab Ingin Berhutang Pada Negara

Dari riwayat Abdullah ra dalam kitab Shohih Bukhori bahwa:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ أَتَى أَبَا جَهْلٍ وَبِهِ رَمَقٌ يَوْمَ بَدْرٍ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ هَلْ أَعْمَدُ مِنْ رَجُلٍ قَتَلْتُمُوهُ

Dari Abdullah ra bahwa beliau mendatangi Abu Jahal dalam keadaan kritis pada perang Badar. Maka Abu Jahal berkata: “Apakah aku lebih celaka dari sesorang yang kalian bunuh?”

Dan saat itu Abu Jahal belum terbunuh hingga kemudian datanglah Abdullah ibn Mas’ud dan memnggal kepalanya, dalam riwayat Anas ra beliau menceritakan bahwa:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَنْظُرُ مَا صَنَعَ أَبُو جَهْلٍ فَانْطَلَقَ ابْنُ مَسْعُودٍ فَوَجَدَهُ قَدْ ضَرَبَهُ ابْنَا عَفْرَاءَ حَتَّى بَرَدَ قَالَ أَأَنْتَ أَبُو جَهْلٍ قَالَ فَأَخَذَ بِلِحْيَتِهِ قَالَ وَهَلْ فَوْقَ رَجُلٍ قَتَلْتُمُوهُ أَوْ رَجُلٍ قَتَلَهُ قَوْمُهُ قَالَ أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ أَنْتَ أَبُو جَهْلٍ

Dari Anas ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “siapa yang mau melihat apa yang terjadi pada Abu Jahal?” maka berangkatlah ibnu Mas’ud lalu beliau mendapatinya dalam keadaan telah ditebas dua putra Afra’ (Muadz ibn Amr ibn Jamuh dan Muadz ibn Afra’) hingga tubuhnya terkapar. Kemudian Abdullah ibn Mas’ud bertanya: “kamukah Abu Jahal?”, lalu beliau menarik jenggot Abu Jahal dan berkata: “apakah kamu berada di atas orang-orang yang membunuhmu atau seoarang yang dibunuh oleh kaumnya?”. Dalam riwayat Ahmad ibn Yunus; “kamu ini Abu jahal?”

Baca Juga:  Sikap Toleransi Khalifah Umar Bin Khatab Kepada Agama Lain

Dari kejadian terbunuhnya Abu Jahal di perang Badar maka anaknya (Ikrimah) mengelabuhi kaum kafir untuk melakukan perang berikutnya sebagai balas dendam atas terbunuhnya ayahnya, kemudian terjadilah perang Uhud pada tahun ke-tiga hijriyah di bulan Syawwal. Wallahu A’lam.

Nur Faricha

Aktivis at LPM Nabawi Darus-Sunnah
Santri Pondok Pesantren Darus Sunnah |
Mahasiswa Fakultas Dirosat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah
Nur Faricha
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG