Kisah Malaikat dan Tiga Orang Bani Israil

kisah malaikat dan tiga bani israil

Pecihitam.org – Dikisahkan dahulu ada tiga orang dari Bani Israil yang menderita penyakit berbeda. Yang pertama menderita penyakit kusta, yang kedua menderita kebotakan, dan yang ketiga menderita kebutaan. Suatu ketika Allah Swt mengutus seorang malaikat untuk maksud menguji mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pertama kali malaikat ini menemui orang yang terkena penyakit kusta. Malaikat kemudian bertanya pada orang pertama, “Apa yang paling engkau inginkan saat ini?” Orang itu pun menjawab, “Aku menginginkan kulit yang mulus, wajah yang rupawan dan hilangnya penyakit yang dianggap jijik oleh orang lain dari diriku.”

Malaikat kemudian mengusap penderita kusta iu sehingga warna kulitnya menjadi mulus. Kemudian malikat bertanya lagi kepadanya, “Kekayaan apa yang paling kamu senangi?” Orang itu menjawab, “Unta!” Kemudian malaikat memberikan seekor unta yang sedang bunting dan berkata, “Semoga Allah memberkatimu dengan unta ini!”

Selanjutnya Malaikat itu menemui orang kedua yang botak. Malaikat lantas bertanya, “Apa yang paling engkau inginkan sekarang?” Orang itu pun menjawab, “Aku menginginkan rambut yang bagus dan sesuatu yang membuat orang lain mencemoohku ini hilang.”

Kemudian malikat mengusap kepala orang tersebut dan tumbuhlah rambut yang sangat bagus sehingga hilanglah kebotakannya. Malaikat ini bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau senangi?” Orang botak menjawab, “Sapi!” Maka Malaikat memberinya seekor sapi sedang yang bunting. Malaikat kemudian berkata kepadanya, “Semoga Allah memberkatimu dengan sapi ini!”

Baca Juga:  Sejarah Perang Antara Sahabat Nabi, Dari Perang Jamal Hingga Pemberontakan al-Hallaj

Terakhri sang malaikat menemui orang buta dan bertanya kepadanya, “Apa yang paling engkau inginkan sekarang?” Orang buta ini menjawab, “Dapat melihat!” Lalu Malaikat mengusap wajah orang buta ini sehingga ia dapat melihat.

Malaikat kembali bertanya kepadanya, “Harta apa yang paling engkau senangi?” Ia menjawab, “kambing!” Maka orang ini diberi seekor kambing yang sedang bunting dan berkata, “Semoga Allah memberkatimu dengan kambing ini!

Singkat cerita unta, sapi, dan kambing milik ketiga orang tadi terus berkembang biak. Sehingga, masing-masing dari tiga orang itu mempunyai satu lembah yang penuh dengan unta, sapi, dan kambing.

Suatu hari, malaikat itu datang kembali kepada mereka bertiga dengan menyamar sebagai orang miskin. Pertama kali ditemuilah orang yang awalnya terserang penyakit kusta dan saat ini ia telah menjadi orang yang bermuka tampan dan berkulit mulus.

Malaikat ini berkata, “saya ini orang miskin, yang sedang kesusahan melanjutkan perjalanan karena untaku kabur. Saat ini tidak ada yang bisa membantuku kecuali Allah dan kamu yang berada disini. Atas nama Dzat yang telah memberi kulit mulus dan harta kepadamu, bolehkah saya meminta seekor unta untuk dijadikan tunggangan dalam perjalananku?.”

Baca Juga:  Kisah Hatib Ibnu Balta'ah Seorang Sahabat Nabi yang Berkhianat

Orang ini menjawab, “Saya masih punya banyak hal yang harus dipenuhi. Jadi, maaf saja saya tidak bisa memberikan unta padamu.” Malaikat tersebut berkata, “Rasanya saya mengenalmu. Bukankah dulu kamu adalah penderita kusta yang dihina oleh banyak orang karena fakir lalu Allah menoolong dan memberi harta kepadamu?”

Orang tersebut berkata, “Kata siapa? Kekayaan ini saya dapatkan dari warisan orang tuaku.” Malaikat berkata, “engkau telah berdusta, Allah akan mengembalikanmu kepada keadaan semula.” Orang itu pun kemudia kembali mengidap kusta seperti sebelumnya.

Selanjutnya malaikat tadi datang kepada orang yang asalnya menderita kebotakkan dan menyampaikan hal yang sama seperti kepada penderita kusta.

Namun, orang botak ini pun sama mengaku bahwa kekayaannya didapat dari harta warisan orangtuanya. Ia menolak memberi bantuan. Malaikat berkata, “Engkau telah berdusta, maka Allah akan mengembalikanmu kepada keadaan semula.” Dan kembalilah orang itu seperti keadaan sebelumnya.

Kemduian malaikat datang menemui orang buta yang saat ini telah dapat melihat. Malikat berkata, “Saya ini orang miskin yang sedang melakukan perjalanan. Saya kehabisan bekal dan saya mengharap bantuan Allah dan engkau tuan. Atas nama Dzat yang telah mengembalikan penglihatanmu, bolehkah saya meminta seekor kambing untuk bekal dalam perjalananku.”

Baca Juga:  Kezuhudan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib

Orang tersebut berkata, “Dulu saya buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Silahkan ambil kambing yang engkau inginkan. Demi Allah, saya ikhlas dengan apa yang engkau ambil untuk Allah.” Malaikat berkata, “Pegang saja hartamu itu! Sebab, saya hanya menguji kalian. Allah sungguh senang kepadamu dan marah kepada dua rekanmu itu!”

”Barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (Al-Baqarah: 245)

Wallhua’lam bisshawab

Lukman Hakim Hidayat