Kitab Al Muwaththa ( Kitab Yang Disepakati) Karya Imam Malik

kitab al muwaththa

Pecihitam.org – Kitab Al-Muwaththa karya Imam Malik bin Anas. Dalam hal ini, Imam Malik menceritakan tentang penamaan kitab tersebut. Imam Malik berkata, “Aku telah menyodorkan kitabku ini kepada 70 orang faqih Madinah. Semuanya memberikan kesepakatan mereka. Maka aku menamakannya Al-Muwaththa (yang disepakati).”

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kedudukan dan nilai kitab

Beberapa ulama Ahlussunnah memberikan pandangan mereka seputar kedudukan dan nilai kitab Imam Malik ini:

  1. Imam Syafii: “Al-Muwaththa’ merupakan kitab paling shahih setelah Kitabullah.”
  2. Ibnu Al-Arabi: “Al-Muwaththa’ merupakan pokok pertama dan inti sari, sedang shahih Bukhari adalah pokok kedua dalam hal ini. Semua kitab seperti Muslim dan Tirmidzi bertumpu kepada keduanya.”
  3. Ibnu Hajar: “Imam Malik telah menulis kitabnya dengan 10 ribu hadis. Beliau selalu mentelaah di setiap tahunnya dan menghapus sebagiannya hingga menjadi seperti sekarang ini.”
  4. Umar bin Abdul Wahid, orang dekat Auzai mengatakan: “Kami membaca kitab Al-Muwaththa selama 40 hari di hadapan Imam Malik. Kemudian Imam Malik berkata: “Aku menyusun kitab ini selama 40 tahun dan kalian ingin memahami isinya hanya dalam waktu 40 hari? Sungguh pemahaman kalian sangat pendek.”
  5. Imam Bukhari berkata: “Sanad yang paling shahih adalah Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar.” Oleh karena itu, Bukhari banyak memberikan perhatian kepada hadits-hadits yang dinukil dari jalur tersebut.
  6. Dehlawi berkata: “Ini adalah kitab yang paling shahih, termasyhur, terdahulu dan komprehensif. Penduduk Irak bersepakat dalam mengamalkannya dan menjadikan landasan mazhab Syafii dan Hanbali. Kitab Imam Malik ini juga menjadi penerang mazhab Abu Hanifah, Syaibani, dan Qadhi Abu Yusuf. Hubungan mazhab-mazhab tersebut dengan kitab Al-Muwaththa’ seperti syarah dengan teks aslinya.”
  7. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Aku mendengar kitab Al-Muwaththa’ dari lebih 10 orang penghafal lebih yang merupakan murid-murid Imam Malik. Maka aku sodorkan kepada Syafii karena ia yang paling kuat di antara mereka.”
  8. As-Sarqasti (wafat tahun 535 H.) dan Ibnu Atsir menjadikan kitab Al-Muwaththa’ sejajar dengan Shihah Sittah.
  9. Imam Suyuti mengatakan dalam Tanwir Al-Hawaliknya: “Yang tampaknya benar, bahwa seluruh isi dan kandungan kitab Al-Muwaththa’ ialah shahih dan tidak ada pengecualian.”
Baca Juga:  Sunan Abu Dawud, Kitab Hadits Karya Imam Abu Dawud

Jalur-jalur Kitab

Disebutkan bahwa kitab ini memiliki 11 atau 12 atau bahkan 14 jalur. Yang paling terkenal adalah sebagai berikut:

  • Jalur “Abdurrahman bin Misri” yang dipilih oleh Ahmad bin Hanbal.
  • Jalur “Tunaisi” yang dipilih oleh Bukhari.
  • Jalur “Yahya bin Yahya At-Tamimi An-Nisyaburi” yang dipilih oleh Muslim.
  • Jalur “Qa’nabi” yang dipilih oleh Abu Daud.
  • Jalur “Qutaibah bin Sa’id” yang dipilih oleh Nasai.

Masing-masing dari 5 jalur ini memiliki perbedaan dengan yang lainnya dalam menukil hadits yang terkadang perbedaannya hingga mencapai 300 hadits.

Jumlah Hadits

Total hadits pada kitab tersebut mencapai 1.000 hadis. Dalam sebagian naskah lainnya bahkan mencapai 1.720 hadis. Abu Mush’ab Az-Zuhri berkata, “Dari total tersebut, 600 hadits musnad, 200 hadits mursal, 613 hadits mauquf dan 285 hadits dari tabi’in (maqthu’).

Baca Juga:  Kitab Fathu Al Wahhab Karya Abu Zakariya Al Anshori

Bab-bab pada Kitab

Imam Malik menyusun kitab tersebut berdasarkan bab-bab fiqih dan hampir semuanya mengandung mayoritas bab fiqih dan selain itu, Imam Malik membawakan sebagian pembahasan akhlak. Kitab itu mencakup 61 jilid.

Berkenaan dengan hadits-hadits mursal dalam kitab tersebut, Ibnu Abdul Barr menyusun sebuah kitab yang menyebutkan hadits-hadits mursal dan munqathi. Ia berkata, “Aku telah meneliti riwayat Imam Malik dari tsiqah atau ungkapan “بلغنی”yang berjumlah 61 jilid dan aku menemukan sanad-sanadnya, kecuali 4 hadits yang tidak aku temukan sanadnya.

Imam Suyuti dalam rangka membela hadits-hadits mursal dalam kitab Al-Muwaththa’ berkata, “Setiap hadis yang dimuat dalam kitab ini memiliki dalil dan seluruh haditsnya memiliki sanad. Oleh karena itu, Al-Mu’alliq kitab itu menulis; “Seluruh isi kitab Al-Muwaththa’ adalah shahih dan tidak dikecualikan sesuatu pun darinya.” Wallahua’lam Bisshawab

Baca Juga:  Kitab Fathul Mu'in, Syarat Untuk Menjadi Kyai di Bidang Fiqih

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawah ini:

Kitab al-Muwaththa karya Imam Malik

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *