Kitab Fathul Qorib, Kitab Pemula Fiqih Madzhab Syafii

kitab fathul qorib

Pecihitam.org – Nama lengkapnya adalh Fathu Al-Qorib Al-Mujib Fi Syarhi Alfazhi At-Taqrib (فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب) atau lebih dikenal dengan nama Fathul Qorib (فتح القريب). Nama lain dari kitab ini adalah Al-Qoulu Al-Mukhtar Fi Syarhi Ghoyah Al-Ikhtishor. Pengarangnya sengaja membuat dua nama ini karena manuskrip matan Abu Syuja’ yang beliau temui kadang menyebut matan itu dengan nama At-Taqrib dan kadang menyebutnya Ghoyatu Al-Ikhtishor. Dalam pembicaraan, kadang Kitab Fathul Qorib disebut secara makna dengan nama Syarah Ibnu Qosim Al-Ghozzi.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kitab Fathul Qorib adalah kitab fiqih ber-mazhab Asy-Syafii yang merupakan syarah matan terkenal bernama matan Abu Syuja’ atau yang juga populer dengan nama At-Taqrib. Demikian terkenal dan pentingnya kitab ini sampai ia dijuluki At-Tuhfah Ash-Shoghiroh (Tuhfah kecil), seakan-akan kitab Fathul Qorib adalah versi mini dari Tuhfatu Al-Muhtaj karya Ibnu Hajar Al-Haitami. Kita sudah tahu bagaimana besar kedudukan dan pentingnya kitab Tuhfatu Al-Muhtaj di kalangan ulama Asy-Syafiiyah.

Kitab Fathul Qorib adalah karangan ulama bernama Ibnu Qosim Al-Ghozzi atau dikenal juga dengan nama Ibnu Al-Ghorobili. Nama lengkapnya, Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Qosim Al-Ghozzi. Beliau lahir di bulan Rajab di Ghozzah pada tahun 859 H. Di kota itu pula beliau tumbuh. Hanya saja, pada tahun 881 H beliau memutuskan keluar kampung untuk merantau dan menuntut ilmu ke Mesir sampai akhirnya menjadi ulama yang disegani.

Baca Juga:  Kitab Ar Risalah, Ilmu Ushul al-Fiqh Karya Imam As Syafii

Konon, orangnya memiliki pembawaan yang berwibawa. Jika ada orang yang melihatnya, dia bisa gemetar. Suaranya merdu sekali sehingga orang yang shalat bermakmum di belakangnya tidak akan bosan mendengar bacaan Al-Quran beliau. Jika beliau mengajar atau berfatwa maka beliau selalu berada dalam kondisi suci sempurna. Ketika sultan Al-Ghuri membangun sebuah sekolah di Mesir, Al-Ghozzilah yang ditunjuk menjadi pimpinan dan khatibnya.

Beliau hafal Al-Quran, Manzhumah Asy-Syathibiyyah dalam ilmu qiroat, kitab Minhaj Ath-Tholibin, Alfiyyyah dalam ilmu hadits, alfiyyah dalam ilmu nahwu, sebagian besar Jam’u Al-Jawami’ dan lain-lain. Di antara gurunya yang terkenal adalah As-Sakhowi (902 H).

Adapun terkait karangan Al-Ghozzi yakni kitab Fathul Qorib, dalam muqoddimah beliau menerangkan bahwa kitabnya ini ditujukan untuk pemula (mubtadi-in). Dan praktek di lapangan penggunaannya memang demikian. Di sejumlah lembaga pendidikan Islam kitab ini dipelajari di tahap-tahap awal belajar fiqih Asy-Syafii.

Kitab ini sangat populer. Di ajarkan di banyak lembaga-lembaga pendidikan agama Islam di seluruh dunia. Lembaga pendididikan, pondok-pondok pesantren, masjid, musholla, surau bahkan rumah-rumah juga banyak mengkajinya. Universitas Al-Azhar Mesir juga menjadikannya sebagai kitab wajib yang dipelajari.

Baca Juga:  Kitab Syarah Tijan ad Daruri Karya Syekh Nawawi al Bantani

Bentuknya syarah pertengahan (mutawassith). Bukan syarah panjang lebar yang membosankan dan bukan syarah ringkas yang bisa merusak makna. Dalam mensyarah, Al-Ghozzi memberi perhatian tinggi saat menjelaskan makna bahasa dan makna istilah-istilah fiqih. Sangat terlihat pada saat Al-Ghozzi mensyarah bab pertama, yaitu bab Thoharoh.

Pertama-tama Al-Ghozzi menerangkan definisi al-kitab secara bahasa, setelah itu beliau menjelaskan definisi al-kitab dalam istilah fuqoha. Setelah selesai menerangkan makna tadi, Al-Ghozzi berpindah menerangkan istilah lain yang merupakan satuan di bawah al-kitab yaitu Al-bab. Al-Ghozzi menjelaskan makna bahasanya kemudian makna istilahnya sebagaimana sebelumnya. Ketika penjelasan teknis terkait penggolongan judul itu selesai, barulah Al-Ghozzi menerangkan makna judul bab, yaitu makna thoharoh. Saat menerangkan lafaz thoharoh, Al-Ghozzi menjelasakan variasi lafaz yang berkonsekuensi pada perbedaan makna. Setelah itu baru dijelaskan makna bahasa dan makna istilahnya. Dari sini tampaklah keluasan pengetahuan bahasa Al-Ghozzi maupun pengetahuan fiqihnya.

Begitu masuk ke isi utamanya, jika terdapat kata-kata yang kemungkinan samar maka cara Al-Ghozzi dalam mensyarah adalah menjelaskan dengan menyebut sinonimnya atau ungkapan persamaan katanya. Lafadz-lafadz muthlaq yang mungkin disalahpahami diberi taqyid oleh beliau. Lafadz-lafadz umum yang mungkin dipersepsikan keliru dijelaskan kondisi-kondisi khususnya. Jika perlu, Al-Ghozzi juga memberikan contoh-contoh untuk memperjelas ungkapan tersebut. Jika Al-Ghozzi mendapati Abu Syuja’ berihtiroz (berhati-hati) dalam menulis ungkapan, maka ungkapan muhtaroz itu dijelaskan sisi ihtiroznya. Semua dijelaskan secara ringkas dengan membuang dalil.

Baca Juga:  Kitab Roudhotu Ath Tholibin Karya Imam An Nawawi

Dengan deskripsi singkat seperti ini tak salah jika dikatakan bahwa kitab Fathul Qorib adalah syarah pertengahan (mutawassith) untuk matan Abu Syuja’.

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawah ini:

Kitab Fathul Qorib Syarh At-Taqrib

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *