Kitab Nihayatu Al Mathlab Karya Imam Al Juwaini

kitab nihayatu al mathlab

Pecihitam.org – Nama lengkap kitab karya Al-Juwaini ini adalah Nihayatu Al-Mathlab Fi Diroyati Al-Madzhab. Nama lainnya adalah Al-Madzhab Al-Kabir atau Al-Madzhab Al-Basith Nama pendek yang lebih populer di zaman sekarang adalah Kitab Nihayatu Al-Mathlab.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Makna dari nama Nihayatu Al-Mathlab Fi Diroyati Al-Madzhab secara mudahnya adalah “Ujung pencarian untuk memahami mazhab (Asy-Syafii)”. Dengan judul ini seakan-akan Al-Juwaini berharap kitabnya menjadi referensi puncak yang menafikan referensi lain bagi siapapun yang ingin memahami dan menguasai mazhab Syafii.

Kitab ini dikarang oleh ulama yang bernama lengkap Imamul Haromain Abu Al-Ma’ali Al-Juwaini pada tahun-tahun terakhir masa hidupnya. Beliau adalah guru dari Imam al Ghazali dan terhitung tokoh besar dalam fiqih mazhab Syafii, meski sepertinya pada zaman sekarang lebih dikenal sebagai tokoh ilmu kalam. Sebenarnya kepakaran dan ilmu primer beliau adalah ilmu fiqih. Ilmu-ilmu lain seperti ilmu kalam justru menjadi bidang kedua beliau. Penguasaannya terhadap fiqih Syafii sampai membuat beliau digelari “Al-Imam”. Jadi, jika dalam kitab-kitab ulama Syafiiyyah setelah masa Al-Juwaini disebut kata Al-Imam (tanpa penjelasan nama) maka yang dimaksud bukan Imam Syafii, tetapi Al-Imam Al-Juwaini.

Kitab Nihayatu Al-Mathlab adalah syarah dari kitab Mukhtashor Al-Muzani yang populer itu. Sebenarnya ada banyak sekali syarah, nukat maupun ta’liqoh untuk Mukhtashor Al-Muzani. Hanya saja yang paling populer hanya dua yaitu Nihayatu Al-Mathlab dan Al-Hawi Al-Kabir karya Al-Mawardi (450 H).

Dalam kitab ini, Al-Juwaini bukan hanya mensyarah Mukhtashor Al-Muzani dengan syarah yang luas dan sangat baik, tetapi juga merintis peleburan dua aliran Syafiiyyah di zamannya, yaitu aliran Khurosan dan aliran Irak. Di zamannya itulah upaya mendamaikan dua aliran itu mulai kelihatan pengaruhnya.

Baca Juga:  Kitab Maulid al Barzanji Karya Syaikh Ja’far Muhammad al-Barzanji

Kitab ini juga berjasa mendokumentasikan kekayaan ijtihad-ijtihad ulama madzhab Syafii sebelum generasi Al-Juwaini. Dengan kerja ini, kita bisa mengetahui variasi ijtihad ulama Syafiiyyah yang beragam semenjak Imam Syafii wafat sampai masa Al-Juwaini sesuai dengan cara mereka memahami ushul dan kaidah istinbath Imam Syafii.

Kitab ini juga bisa disebut memiliki andil untuk mempelopori dan merintis upaya tahrir madzhab (menyeleksi ijtihad ulama Syafiiyyah agar sah dinisbatkan pada madzhab syafii). Hal ditunjukkan pernyataan Al-Juwaini sendiri dalam kitab ini. Beliau menulis;

وما اشتهر فيه خلافُ الأصحاب ذكرتُه، وما ذُكر فيه وجهٌ غريبٌ منقاسٌ، ذكرت ندورَه وانقياسَه، وإن انضم إلى ندوره ضعفُ القياس، نبهتُ عليه، بأن أذكر الصوابَ، قائلاً: ” المذهب كذا

“Ikhtilaf ulama Syafiiyyah yang populer (akan) saya sebutkan. Pendapat yang asing dan tidak sesuai dengan qiyas (akan) saya sebutkan juga kelangkaan/keganjilan dan ketidaksesuainnya dengan qiyas. Jika pendapat tersebut menggabung antara keganjilan dan lemahnya qiyas maka (akan) saya beri catatan dan saya sebutkan (pendapat) yang benar dengan mengatakan pendapat mazhab begini.” (Nihayatu Al-Mathlab, juz 1 hlm 4)

Jika punya pendapat sendiri, biasanya beliau memberi keterangan. Adapaun metode penulisannya, di antara karakteristik-karakteristik terpenting metode penulisan Al-Juwaini dalam kitab ini yaitu:

  1. Menjelaskan hukum berdasarkan ruh syara’ dan maqoshid syari’ah.
  2. Meneliti dan memvalidasi setiap penukilan dari para imam.
  3. Sangat kuat memberi perhatian terhadap penetapan kaidah-kaidah dan kriteria-kriteria.
  4. Konsisten mengikuti sistematika pada “Mukhtashor Al-Muzani”.
  5. Menyajikan pendapat salaf dengan maksud membentuk sikap bijaksana terhadap ikhtilaf dan membuat tahu betapa moderatnya mazhab Syafii.
  6. Menyebut pendapat yang berbeda dengan maksud memperjelas mazhab Syafii.
  7. Piawai menggunakan tasybih dan tamtsil untuk menjelaskan makna.
  8. Berpegang teguh pada riwayat dan mendahulukannyadari pada qiyas.
Baca Juga:  Kitab Syarah Tijan ad Daruri Karya Syekh Nawawi al Bantani

Adapun dari sisi bahasa yang digunakan, gaya tulisan yang beliau pakai menunjukkan beliau layak digolongkan dalam barisan sastrawan level tinggi karena kepiawaiannya menggunakan bahasa Arab yang mengandung unsur balaghoh tinggi.

“Semenjak selesai ditulis, kitab ini selalu menjadi bahan pembicaraan”, demikian pernyataaan Ibnu Hajar Al-Haitami. “Tidak pernah dalam Islam dikarang kitab seperti itu” kata Ibnu ‘Asakir. Sehingga demikian besarnya pengaruh Nihayatul Mathlab di kalangan ulama Syafiiyyah zaman itu, maka pengarangnya pun digelari Al-Imam, sebagaimana disinggung di atas.

Di masa selanjutnya, Imam Ghazzali murid cemerlang Al-Juwaini meringkas kitab Nihayatu Al-Mathlab ini dalam sebuah kitab berjudul Al-Basith. Namun, karena kitab Al-Basith ini masih dipandang terlalu tebal, Al-Ghazzali meringkasnya lagi dalam sebuah kitab yang diberi nama Al-Wasith. Kitab Al-Wasith pun masih dianggap tebal, sehingga Al-Ghazzali meringkasnya lagi dalam sebuah kitab yang diberi nama Al-Wajiz.

Menurut penelitian, Tahqiq terbaik untuk kitab Nihayatu Al-Mathlab ini adalah hasil kerja Dr. Abdul ‘Azhim Mahmud Ad-Dib. Kerja beliau sangat layak dijadikan tumpuan karena 40 tahun lebih beliau habiskan untuk kerja ilmiah meneliti karya-karya Imamul Haromain Al-Juwaini. Saat mentahqiq kitab ini, ada 23 manuskrip yang beliau teliti.

Baca Juga:  Kitab Minhaj Ath Thalibin Karya Imam An Nawawi

Perjuangannya dalam mentahqiq luar biasa. Saat menscan manuskrip (beliau ceritakan dalam muqoddimah tahqiqnya) petugas yang dipercaya sampai keliru menscan kitab lain. Kekeliruan itu bukan hanya sekali tapi sampai empat kali! Aneh, tapi nyata. Seakan-akan Allah menguji sang muhaqqiq sebelum memberi taufiq menyelesaikan tahqiq dengan kualitas prima seperti yang bisa kita nikmati.

Dar Al-Minhaj menerbitkan kitab Nihayatu Al-Mathlab ini dalam 21 jilid yang mana tiap jilid rata-rata ketebalannya 450 halaman. Jadi tebal kitab ini kira-kira secara kasar terdiri dari 9000-an halaman. Usia kitab ini, jika dihitung semenjak masa penulisannya yang masih berupa manuskrip sampai zaman sekarang yang sudah terbit dalam edisi cetakan kira-kira sudah 1000 tahun. Wallahua’lam Bisshawab.

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawah ini:

Kitab Nihayatu Al-Mathlab Karya Al-Juwaini

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.