Kitab Syarah Tijan ad Daruri Karya Syekh Nawawi al Bantani

syarah tijan ad daruri

Pecihitam.org – Salah satu kitab klasik yang membahas masalah tauhid adalah syarah Tijan ad-Daruri yang ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi al-Bantani atau yang lebih populer dengan nama Syekh Nawawi al-Bantani.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kitab ini merupakan syarah (komentar) dari kitab Tijan ad Daruri yang ditulis oleh Syekh Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri, seorang ulama Al-Azhar, Mesir, atau yang dikenal dengan Risalah al-Bajuri.

Dalam kitab ini Tijan ad-Daruri, antara lain dijelaskan 20 sifat-sifat Allah termasuk 20 sifat yang mustahil dimiliki oleh Allah.

Di samping ke-20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah itu, para ulama juga menyebutkan satu lagi sifat yang boleh dimiliki Allah, yaitu sifat jaiz. Dengan sifat jaiz ini, semuanya tergantung kepada Allah, apakah akan menciptakan sesuatu ataupun tidak.

Syekh Ahmad al-Marzuqi, pengarang nazam Aqidah al-Awwam, menyatakan, ”Dengan karunia dan keadilan-Nya, Allah memiliki sifat boleh (wenang), yaitu boleh mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya.” Keterangan ini berdasarkan firman Allah, ”Dan, Tuhanmu menetapkan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, tidak ada pilihan bagi mereka.” (QS Alqashash: 68 dan Albaqarah: 284).

Sementara itu, menurut Syekh Bajuri sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi, sifat-sifat Allah tersebut wajib diketahui oleh setiap orang mukalaf (Muslim dewasa yang sudah terbebani hukum atau perintah).

Banyak ulama yang juga menganjurkan setiap orang Islam untuk mengenal sifat Allah ini. Dalam berbagai keterangan, disebutkan, ”Man ‘Arafa nafsahu faqad ‘Arafa Rabbahu.” (Barang siapa yang mengenal dirinya, dia akan mengenal Tuhannya).

Baca Juga:  Kitab Fathul Mu'in, Syarat Untuk Menjadi Kyai di Bidang Fiqih

Selanjutnya, dalam kitab ini, diterangkan pembagian dari sifat 20 tersebut. Sifat 20 itu terbagi dalam empat bagian. Pertama, sifat nafsiyah (jiwa). Sifat ini menunjukkan keberadaan Allah. Allah itu ada dan keberadaannya dapat dirasakan melalui adanya alam semesta dan seluruh ciptaan-Nya.

Yang kedua adalah sifat salbiyah, yakni meniadakan yang lain dari keberadaannya. Sifat ini ada pada qadim, baqa, mukhalafatuhu lil hawadits, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyah.

Yang ketiga adalah ma’ani. Diterangkan dalam kitab tersebut, sifat ini menetapkan bahwa makna wujud-Nya yang menetap pada zat-Nya yang sesuai dengan kesempurnaan-Nya. Sifat ma’ani ini ada tujuh, yaitu sifat berkuasa, berkehendak, berilmu, hidup, mendengar, melihat, dan berbicara (qudrat, iradah, ilmu, hayyu, sama’, bashar, dan kalam).

Sedangkan, yang keempat adalah sifat ma’nawiyah yang bernisbah pada sifat ma’ani. Disebut ma’nawiyah karena sifat itu menetap pada sifat ma’ani, yaitu maha berkuasa, berkehendak, berilmu, hidup, mendengar, melihat, dan berbicara.

Sifat Rasul

Selain membahas masalah sifat 20 yang wajib, mustahil, dan jaiz, dalam kitab ini juga diterangkan tentang sifat-sifat yang dimiliki para nabi dan rasul. Disebutkan, rasul itu memiliki empat sifat, yakni Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fathanah (cerdas). Adapun lawan dari sifat ini adalah mustahil. Sifat mustahil bagi rasul ini juga ada empat, yakni Kidzib (berbohong), Khianat (tidak dapat dipercaya), Kitman (menyembunyikan atau menyimpan), dan Baladah atau Jahl (bodoh).

Baca Juga:  Alasan Ibnu Asyur Tertarik Menulis Kitab Tafsir al-Balaghah al-Quraniyyah

Sedangkan, sifat jaiz (boleh) pada haknya para nabi dan rasul adalah adanya sifat-sifat (yang bisa terjadi) pada manusia yang tidak menyebabkan terjadinya pengurangan pada martabat (kedudukan) mereka (nabi dan rasul) yang tinggi.

Selanjutnya, dalam kitab Tijan Ad-Daruri ini diterangkan pula mengenai nasab dari Rasulullah SAW, nama ayah Rasulullah SAW hingga ke kakek buyutnya. Demikian pula dengan nama ibunya. Antara ayah dan ibu Rasulullsh SAW, bertemu pada Kilab bin Mar’ah bin Ka’ab bin Luay. Termasuk pula, keturunan dari Rasulullah SAW yang mempunyai tujuh orang putra dan putri. Mereka adalah Qasim, Zainab, Rukayyah, Fathimah, Ummu Kultsum, Abdullah, dan Ibrahim. Putra dan putri Rasulullah SAW ini lahir dari Siti Khadijah bin Khuwailid ra.

Tidak Berbeda dengan Aqidah al-Awwam

Bagi santri yang sudah pernah mempelajari kitab Nur al-Zhalam, yang ditulis Syekh Nawawi al-Bantani, yaitu kitab syarah dari nazam Aqidah al-Awwam yang ditulis oleh Syekh Ahmad Marzuqy, isi kitab Tijan Ad-Daruri ini tidak ada perbedaan yang prinsip.

Yang tampak berbeda adalah penjelasan dari masing-masing kalimat. Bila dalam Nur Al-Zhalam, Syekh Nawawi lebih menerangkan setiap maksud dari nazam atau syair yang ditulis oleh Syekh Ahmad al-Marzuqy. Maka, dalam kitab syarah Tijan Ad-Daruri ini, Syekh Nawawi mencoba meringkasnya.

Seperti diketahui, syarah Nur Al-Zhalam adalah penjelasan dari syair-syair Aqidah al-Awwam. Di dalamnya juga diterangkan tentang sifat-sifat yang wajib diketahui oleh setiap mukalaf (orang Islam yang sudah terbebani oleh hukum), yaitu sifat yang dimiliki Allah, sifat para nabi, jumlah nabi dan rasul, serta sifat dan jumlah para malaikat Allah. Di dalamnya juga disinggung secara singkat mengenai rukun iman, yakni percaya pada Allah, malaikat-Nya, rasul-Nya, kitab-nya, hari kiamat, dan takdir Allah (qadha dan qadar).

Baca Juga:  Musnad Imam Asy Syafii Kumpulan Hadits Riwayat Imam Syafii

Mengenai jumlah nabi dan rasul, dalam kitab ini, diterangkan ada 25 orang yang wajib diketahui. Para nabi dan rasul ini dalam Alquran disebutkan sebanyak 18 rasul dalam surah Al-An’am dan tujuh rasul lainnya dalam berbagai ayat pada surah-surah lainnya.

Sebagian ulama berbeda pendapat mengenai jumlah nabi dan rasul. Namun ada yang mengatakan, bahwa jumlah Nabi mencapai 124.000 orang, sedangkan jumlah Rasul sebanyak 313 orang, hal itu sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Mardawiyah dari Abu Dzar. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 585).

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawah ini:

Kitab Syarah Tijan ad Daruri karya Syekh Nawawi Banten

Penting: Kitab ini berbentuk digital, jika anda menemukan link download yang error atau isi kitab yang tidak sesuai dengan teks aslinya silahkan komentar dibawah atau kirimkan email ke redaksi. Dan disarankan lebih baik membeli kitab yang berbentuk cetakan asli dari penerbit terpercaya sebagai bentuk kehati-hatian. Terima kasih

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.