Kumpulan Riwayat Hadis Tentang Menjenguk Orang Sakit

Kumpulan Riwayat Hadis Tentang Menjenguk Orang Sakit

PeciHitam.org – Menjenguk orang sakit merupakan salah satu bentuk ibadah ghairu mahdhah yang dianjurkan dalam Islam. Di dalam kitab Lubbabul Hadis karya Imam As-Suyuthi, tepatnya pada bab ke tiga puluh enam, disebutkan hadis-hadis tentang keutamaan menjenguk orang sakit, antara lain:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hadis yang pertama, menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit merupakan salah satu cara untuk mengingat kematian dan kehidupan akhirat. Imam an-Nawawi al-Bantani mengatakan bahwa hadis berikut menunjukkan kesunnahan. Dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri,

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {عُوْدُوا الْمَرِيْضَ وَاَتْبَعُوا الْجَنَازَةَ تُذَكِّرْكُمُ الْآخِرَةَ}.

Nabi saw bersabda, “Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, maka hal itu akan mengingatkan kalian pada akhirat (keadaan dan kengeriannya).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi).

Hadis yang kedua, menjelaskan keutamaan orang yang menjenguk orang sakit bahwa ia akan mendapatkan pahala seperti ia menginjakkan kakinya di surga, dari sahabat Tsauban,

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {عَائِدُ الْمَرِيْضِ يَمْشِيْ فِيْ مَخْرَفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ}

Nabi saw bersabda, “Orang yang menjenguk orang sakit maka ia akan berjalan di taman surga sampai ia kembali.” (HR. Muslim)

Hadis yang ketiga, menjelaskan waktu yang paling utama menjenguk orang sakit ialah pada hari pertama.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 308-309 – Kitab Haid

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {عِيَادَةُ الْمَرِيْضِ أَوَّلَ يَوْمٍ فَرِيْضَةٌ وَمَا بَعْدَهَا سُنَّةٌ}

Nabi saw. bersabda, “Menjenguk orang sakit di hari pertama itu wajib, sedangkan di hari berikutnya itu sunnah.”

Ada pula yang menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit wajib setelah tiga hari. Hal ini menunjukkan kepekaan sosial, sekaligus mengingatkan kepada kita agar peduli dengan sesama.

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لَا تَجِبُ عِيَادَةُ الْمَرِيْضِ إِلاَّ بَعْدَ ثَلاَثةِ أيَّامٍ}

Nabi saw. bersabda, “Menjenguk orang sakit itu tidak wajib kecuali setelah tiga hari.”

Pada hadis kelima, menjelaskan tentang keutamaan menjenguk orang sakit, bahwa ia akan dikelilingi oleh banyak malaikat yang senantiasa memohonkan ampun atas dosa-dosanya.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ عَادَ مَرِيْضًا صَالِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُوْنَ مَلَكًا يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ، وَيَخْرُجُوْنَ مِنْ بَيْتِ الْمَرِيْضِ مَعَهُ وَيَدْخُلُوْنَ إِلَى بَيْتِهِ}

Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang menjenguk orang sakit yang shalih, maka keluar bersamanya tujuh puluh malaikat yang memintakan ampun untuknya, dan mereka keluar dari rumahnya orang sakit itu bersamanya dan mereka masuk ke rumahnya.”

Kemudian pada hadis keenam, dijelaskan keutamaan menjenguk orang sakit mampu mendatangkan rahmat baginya.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 497 – Kitab Waktu-waktu Shalat

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِدُ الْمَرِيضِ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ وَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ عَلَى وَرِكِهِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا مُقْبِلًا وَمُدْبِرًا وَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ

Dari Abu Umamah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mengunjungi orang sakit laksana ia berjalan di dalam rahmat Allah, dan Rasulullah saw meletakkan tangannya di atas pinggangnya, kemudian beliau bersabda, “Seperti ini mendatangi dan membelakangi, dan jika ia duduk di sampingnya maka rahmat Allah telah meliputinya.” (HR. Ahmad)

Pada hadis ketujuh, Rasulullah menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit tidak perlu berlama-lama, sebab yang sedang sakit perlu istirahat. Dari sahabat Anas bin Malik

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {الْعِيَادَةُ فَوَاقُ نَاقَةٍ}

Nabi saw. bersabda, “(Waktu) mengunjungi (orang sakit) itu (kira-kira) di antara (dua susu) unta.” (HR. Al-Baihaqi)

Pada hadis kedelapan, dijelaskan bahwa ketika kita menjenguk orang sakit, maka tanyakanlah perkembangan kondisinya, beri dukungan dengan menjabat tangannya. Dari sahabat Abu Umamah,

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {وَمِنْ تَمَامِ عِيَادَةِ الْمَرِيْضِ أَنْ يَضَعَ أَحَدُكُمْ يَدَهُ عَلَى وَجْهِهِ أَوْ عَلَى يَدِهِ فَيَسْأَلُهُ كَيْفَ هُوَ وَتَمامُ تَحِيَّتِكُمْ بَيْنَكُمُ الْمُصَافَحَةُ}

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 228-229 – Kitab Wudhu

Nabi saw bersabda, “Dan di antara kesempurnaan mengunjungi orang sakit adalah salah satu dari kalian meletakkan tangannya di atas dahinya atau di atas tangannya, lalu bertanya kepadanya bagaimana keadaannya. Dan sempurnanya salam kalian adalah adanya jabat tangan di antara kalian.” (HR. Ahmad dan At-Thabarani)

Demikian beberapa hadis yang dijelaskan oleh imam As-Suyuthi dalam kitab Lubab al-Hadis. Semoga dapat menjadi pedoman kita dalam menjenguk orang sakit. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq