Inilah Lafadz Doa Untuk Orang Sakit dan Hal yang Perlu Diketahui Tentang Sakit

Inilah Lafadz Doa Untuk Orang Sakit dan Hal yang Perlu Diketahui Tentang Sakit

PeciHitam.org – Sakit adalah ujian dari Allah SWT kepada seluruh manusia. Tidak ada seorangpun manusia yang luput dari sakit, bahkan Rasulullah SAW. Dari sinilah Rasulullah seringkali membacakan doa untuk orang sakit ketika beliau sedang menjenguk.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hakikatnya, sakit sebagai pengingat manusia atas kelemahan dirinya dibanding Allah SWT yang Maha Perkasa. Bahkan orang-orang yang mengaku dirinya tuhan sekalipun, mereka akan mengalami sakit.

Seorang muslim yang baik, perlu mengetahui doa untuk orang sakit agar bisa mendoakan orang lain supaya lekas sembuh.

Hakikat Sakit

Sakit kita pahami sebagai keadaan lemah dan payah untuk melakukan sesuatu. Sakit adalah sunnatullah (hukum kebiasaan), yang mana jika kita merasa lelah dan badan tidak prima bisa terserang penyakit, atau bisa karena Allah menimpakan sakit kepada kita.

Allah SWT berfirman;

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (٢٢)  لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (٢٣

Artinya; “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (Qs. Al-Hadid: 22-23)

Dengan ayat di atas menjelaskan bahwa sakit adalah sebuah keniscayaan dan semua manusia telah tercatat dengan adil di lauh mahfudz. Dengan sakit Allah juga menunjukan bahwa Dia dzat yang Maha menguasai segala yang berjalan di dunia ini.

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١٧

Baca Juga:  Malam Nisfu Syaban 2020 di Rumah Saja, Ini Amalan dan Doa yang Bisa Kita Lakukan

Artinya; “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu” (Qs. Al-An’am: 17)

Oleh karenanya, kita selayaknya berlindung diri dari segala penyakit dan segala musibah hanya kepada Allah SWT, karena Dia-lah penyembuh segala penyakit.

Lafadz Doa untuk Orang Sakit

Kitab Al-Adzkar karya Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi Ad-Damasyq menyebutkan dari kutipan riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW saat menjenguk sahabatnya yang sakit. Dari riwayat ini, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan sahabatnya menggunakan beberapa lafadz doa. Riwayat dalam Bukhari dan Muslim dari Istri Nabi Aisyah RA sebagai berikut;

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Transliterasi; Allaahumma Rabban Naasi, Adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas Syaafi. Laa Syaafiya illaa Anta, Syifaa’an la Yughaadiru Saqaman.

Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tidak ada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi)

Redaksi doa untuk orang sakit tersebut adalah doa paling masyhur/ terkenal dan paling sering diucapkan oleh kaum muslimin seluruh Dunia. Akan tetapi beberapa doa untuk orang sakit sakit lain juga pernah dilantunkan Rasulullah SAW dengan riwayat berbeda, tentu dalam momentum berbeda.

Dalam riwayat lain, Nabi SAW pada saat momentum mendoakan Sahabat beliau yang teserang sakit beliau membacakan ruqyah sebagai berikut;

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Translitersai; “Imsahil ba’sa Rabban Naasi. Bi yadika Asy-Syifaa’u. Laa Kaasyifa lahuu illaa anta”

Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi)

Baca Juga:  Doa Memohon Kesembuhan Untuk Orang Lain yang Sedang sakit

Ulama muhaddits (ahli Hadits) seperti Abu Dawud dan At-Tirmidzi mengatakan bahwa riwayat hadits tersebut dibacakan Rasulullah SAW sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit.

Selain dua doa di atas, riwayat doa lainnya juga disebutkan dalam kitab al-Adzkar (pengingat). Doa ini menjadi pengharapan manusia kepada Allah SWT untuk mengangkat penyakit yang diderita orang tersebut, dengan bacaan;

 أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Transliterasi; “As’alullaahal azhiima Rabbal ‘Arsyil ‘Azhiimi an Yassfiyaka”

Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang Agung, Tuhan Arsy (singgasana Allah) yang megah agar menyembuhkanmu”

Lafadz-lafadz doa untuk orang sakit memang tidak terbatas pada beberapa riwayat di atas. Karena doa dengan redaksi sendiripun boleh dilakukan, selama dalam berdoa sesuai dengan tujuan untuk kesembuhan orang sakit, bukan sebaliknya.

Beberapa riwayat  doa yang disebutkan Imam Syahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasyq dalam kitab beliau Al-Adzkar penulis rangkum sebagaimana berikut;

Riwayat saat Nabi SAW menjenguk Sa‘ad bin Abi Waqqash dalam kitab Imam Muslim, beliau membaca doa sakit sebagai berikut;

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Transliterasi; “Allaahumma Isyfi Sa‘dan. Allaahumma Isyfi Sa‘dan. Allaahummasyfi Sa‘dan”

Artinya; “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Dibaca sebanyak 3 kali

Redaksi doa Rasulullah SAW untuk Sa’ad bin Abi Waqassh merupakan doa umum dengan tidak menyebutkan penyakit apa yang diderita beliau. Setiap sakit bisa menggunakan redaksi doa seperti ini dengan diganti kata (سَعْدًا) menjadi kata orang yang terkena penyakit.

Doa riwayat lain saat Rasulullah SAW menjenguk seorang Badui (orang pedalaman kampung) yang menderita demam. Riwayat ini disampaikan oleh Bukhari lewat sanad Ibnu Abbas RA,

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Transliterasi; “Laa Ba’sa Thahuurun insyaa’allaahu”

Artinya; “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah”

Selain doa kesembuhan, kita juga dapat menyertakan doa pengampunan dosa dan perlindungan agama dan raga mereka yang sedang sakit. Doa ini yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA. Doa dengan riwayat Ibnu Sunni beredaksi;

Baca Juga:  Doa Qunut Nazilah untuk Melindungi Diri dari Covid 19

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Transliterasi; “Syafaakallaahu Saqamaka, wa Ghafara Dzanbaka, wa ‘Aafaaka fī Diinika wa Jismika ilaa Muddati Ajalika”

Artinya; “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia”

Penyakit, Ujian dan Azab

Tidak ada penyangkalan bahwa semua penyakit berasal dari Allah SWT, baik sebagai peringatan, Ujian, musibah dan azab dariNya.

Anggapan manusia bahwa penyakit merupakan Ujian, Musibah atau Azab dari Allah tergantung sikap dan husnudzan kita kepadaNya. Karena kita sama-sama tidak mengetahui bahwa itu sebuah ujian atau azab siksaan dari Allah atas maksiat manusia.

Sikap yang harus diambil adalah berhusnudzan (prasangka baik) kepada semua qadar Allah SWt. Karena dengan sikap itu kita bisa meningkatkan keimanan dan syukur nikmat kepadaNya. Sebagaimana Allah berfirman;

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢٥

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya” (Qs. Al-Anfal: 25)

Menurut Prof. Quraish Shihab, ahli tafsir Nusantara, menyebut, lebih arif untuk menyebut penyakit/ sakit  adalah sebagai ujian dan peringatan dari Allah SWT. Dan satu sisi, hal itu bisa menjadi azab bagi orang kufur. Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan