Larangan Memotong Kuku Hari Sabtu dan Minggu, Benarkah?

larangan memotong kuku hari minggu

Pecihitam.org – Berkembang opini di masyarakat, bahwa terdapat hari-hari yang dilarang untuk memotong kuku. Salah satunya adalah larangan memotong kuku pada hari Sabtu dan Minggu. Benarkah demikian ataukah sekedar mitos semata ? Mari kita simak pembahasan berikut ini.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda “Fitrah itu ada lima: Berkhitan, mencukur bulu ari-ari, memotong misai, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (HR Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, memotong kuku adalah salah satu sunnah yang mendapatkan pahala apabila dikerjakan. Sebetulnya tidak ada larangan memotong kuku dan rambut di hari Sabtu dan Minggu.

Namun, memotong kuku dan rambut di hari Sabtu dan Minggu ini memang bertentangan dengan sunnah yang utama, karena Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat. Riwayat lain menyatakan di hari Kamis. Berikut ini praktek memotong kuku :

أما تقليم الاظفار فمجمع علي انه سنة: وسواء فيه الرجل والمرأة واليدان والرجلان: ويستحب ان يبدأ باليد اليمني ثم اليسرى ثم الرجل اليمني ثم اليسرى قال الغزالي في الاحياء يبدأ بمسبحة اليمني ثم الوسطي ثم البصر ثم خنصر اليسرى إلى ابهامها ثم ابهام اليمنى وذكر فيه حديثا وكلاما في حكمته . ثم معنى هذا الحديث اتهم لا يؤخرون فعل هذه الاشياء عن وقتها فان اخروها فلا يؤخرونها اكثر من اربعين يوما وليس معناه الاذن في التأخير اربعين مطلقا

Sedangkan masalah memotong kuku disepakati oleh Ulama hukumnya sunnat bagi pria, wanita, kuku kedua tangan atau pun kaki. Disunnahkan cara memotongnya diawali dari tangan kanan kemudian tangan kiri kemudian kaki kanan dan diakhiri kaki kiri. Namun menurut Imam Al Ghozali dalam kitab Ihya berkata “Sebaiknya diawali dari jari telunjuk kemudian jari tengah, jari manis, jari kelingking dan di akhiri dengan ibu jari” dalam kitab tersebut beliau menuturkan hadits dan hikmah memotong kuku dengan praktek yang beliau tuturkan tersebut.

عن أنس رضى الله عنه قال وقت لنا في قص الشارب وتقليم الاظفار ونتف الابط وحلق العانة ان لا نترك اكثر من اربعين ليلة رواه مسلم

Kemudian pengertian hadits dari sahabat Anas bin Malik Ra : “Kami memberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak ditinggalkan lebih dari batas waktu 40 malam” (HR. Muslim).

Itu artinya para sahabat dalam praktik membersihkan diri tadi tidak sampai mengakhirkan hingga batas akhir 40 hari, andaikan mereka mengakhirkan tidak pernah lewat hingga sampai masa 40 hari, bukan maksudnya membersihkannya diizinkan 40 hari sekali (tetapi setiap saat terlihat panjang meskipun belum sampai 40 hari sunah untuk di potong. (Al-Majmuk Syarh Al Muhadzzab I/287 ).

Khilaful aula maksudnya bertentangan dengan yang utama/sunnah. Khususnya untuk yang menghadiri shalat Jum’at adalah memotong kuku sebelum pergi shalat Jum’at. Seperti dalam riwayat hadits :

“Adalah Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi sholat Jumat”. (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).

Kami (syafii) telah menyebutkan tentang kesunahan mandi jum’at dan berangkat pagi-pagi tapi kesunahan itu setelah mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan jasad dari kotoran di hari Jum’at, menghilangkan bau badan, siwak, memakai parfum dan memakai baju yang bagus.

الحاوى الكبير ـ الماوردى (2/ 1029)

قَدْ ذَكَرْنَا اسْتِحْبَابَ غُسْلِ الْجُمْعَةِ وَالْبُكُورِ إِلَيْهَا لَكِنْ يُخْتَارُ ذَلِكَ بَعْدَ حَلْقِ الشَّعْرِ ، وَتَقْلِيمِ الْأَظَافِرِ وَتَنْظِيفِ الْجَسَدِ مِنَ الْوَسَخِ يوم الجمعة ، وَعِلَاجِ مَا يَقْطَعُ الرَّائِحَةَ الْمُؤْذِيَةَ مِنَ الْجَسَدِ ، وَالسِّوَاكِ ، وَمَسِّ الطِّيبِ يوم الجمعة ، وَلُبْسِ أَنْظَفِ الثِّيَابِ يوم الجمعة لِيَكُونَ عَلَى أَحْسَنِ هَيْئَةٍ وَأَجْمَلِ زِيٍّ ، لِمَا رَوَى الشَّافِعِيُّ مِنَ الْحَدِيثِ الْمُتَقَدِّمِ ، وَلِرِوَايَةِ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} قَالَ : مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَاسْتَاكَ ، وَلَبِسَ أَحَسَنَ ثِيَابِهِ ، وَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَهُ ، وَأَتَى الْجُمُعَةَ ، وَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ ، وَأَنْصَتَ حَتَى يَخْرُجَ الْإِمَامُ ، كَانَتْ كَفَارَتُهُ مِنَ الْجُمْعَةِ إِلَى الَّتِي تَلِيهَا

Ada riwayat yang berbeda tentang waktu sunnah memotong kuku, ada yang hari Kamis dan ada yang hari Jum’at.

الكتب » طرح التثريب للعراقي » كِتَابُ الطَّهَارَةِ » بَابُ السِّوَاكِ وَخِصَالِ الْفِطْرَةِ

التَّاسِعَةَ عَشْرَ : اخْتَلَفَتِ الأَحَادِيثُ الْوَارِدَةُ فِي أَوَّلِ أَيَّامِ الأُسْبُوعِ بِقَصِّ الأَظْفَارِ , فَوَرَدَ فِي بَعْضِهَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ , وَفِي بَعْضِهَا يَوْمُ الْخَمِيسِ , قَالَ الْبَيْهَقِيُّ فِي سُنَنِهِ الْكُبْرَى : رَوَيْنَا عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُرْسَلا , قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” يَسْتَحِبُّ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَارِبِهِ وَأَظَافِرِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ” انْتَهَى.

Memang ada keterangan (yang belum pasti sumbernya) tentang memotong kuku :

  • Bila memotong kuku hari Sabtu, dapat menyebabkan kerusakan
  • BiLa memotong kuku di hari Minggu, dapat menghilangkan keberkahan
  • Bila motong kuku di hari Senin, dapat menyebabkan cepat pintar
  • Bila motong kuku di hari Selasa, dikhawatirkan kerusakan pada badan
  • Bila motong kuku di hari Rabu, dapat menyebabkan kerusakan pada akhlaq
  • Bila motong kuku di hari Kamis, bisa menyebabkan kaya
  • Bila motong kuku di hari Jumat, dapat menyebabkan jadi orang alim serta halim dan tidak gampang marah.

Dengan demikian dapat kita pahami, kesunnahan memotong kuku menurut para ulama adalah hari jumat dan ada yang mengatakan hari kamis, inilah yang paling utama, sebagaimana keterangan hadits nabi di atas.

Namun jika dirasa bertepatan hari sabtu atau minggu sedangkan kuku dan rambut sudah terlalu panjang atau kotor, maka sebaiknya dibersihkan lebih baik. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG