Serba-serbi Lebaran 2020: Dari Larangan Mudik Hingga Sholat Ied di Rumah

lebaran 2020

Pecihitam.org – Lebaran kali ini di tahun 2020 cukup berbeda, mungkin malah sangat berbeda dari Idul Fitri pada tahun-tahun sebelumnya. Masih mengenai efek pandemic COVID 19 yang belum juga mereda, menyebabkan setiap lini di masyarakat harap-harap cemas.

Pada kesempatan lebaran 2020 ini dengan segala pertimbangan pemerintah akhirnya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan tradisi mudik, sebagai ganti cuti lebaran pun harus di geser waktunya.

Cuti Lebaran 2020

Sebagaimana perlu diketahui, sebelumnya pada Agustus 2019 pemerintah telah menetapkan cuti bersama Lebaran yang jatuh pada bulan Mei 2020. Akan tetapi, menanggapi situasi wabah Corona di Indonesia yang hingga kini belum memperlihatkan tanda-tanda usai, pemerintah kemudian merevisi cuti bersama Lebaran yang kemudian digeser ke akhir tahun.

Hal ini berkaitan dengan larangan mudik untuk pencegahan Corona, pemerintah lantas merevisi sejumlah jadwal cuti bersama. Cuti bersama Lebaran 2020 digeser ke bulan Desember.

Dikutip dari detik.com, saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) terkait Revisi SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan “Kebijakan perubahan jadwal cuti bersama ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Rapat terbatas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020.”

Namun, pergantian jadwal cuti bersama lebaran masih belum sepernuhnya pasti ke akhir tahun. Doni Monardo, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, mengungkapkan opsi lain perihal penggantian tanggal libur cuti Lebaran 2020. Ia mengatakan ada kemungkinan juga tanggal libur cuti Lebaran tahun ini digeser beriringan dengan Idul Adha.

Dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Doni juga mengatakan “Mengenai penggantian cuti lebaran, ini tadi disampaikan Presiden masih ada tambahan opsi. Jadi opsi pertama akhir tahun. Tapi kemudian Bapak KSP memberikan masukan kepada Bapak Presiden. Presiden pun kemudian meminta untuk dipertimbangkan, mana kira-kira yang lebih baik, apakah pada waktu Idul Adha, akhir Juli, atau nanti tetap akhir tahun,”

Baca Juga:  Layakkah Suatu Hadits Dishohihkan oleh Syeikh Al Bani?

Menurut hemat kami, dari semua opsi yang disampaikan diatas, mengindikasikan semua keputusan akan mempertimbangkan perkembangan status COVID 19. Dan semoga saja pandemi ini segera berakhir.

Sholat Ied di Rumah

Menindaklanjuti perihal himbauan sosial distancing, bagi daerah yang tidak bisa menyelengarakan solat Ied berjamaah tidaklah perlu kawatir. Karena untuk penggantinya solat Ied bisa dilakukan sendiri dirumah.

Adapun mengenai tatacara sholat Ied dirumah sendiri, team pecihitam.org merangkum Panduan Singkat Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Rumah saat Wabah Virus Corona yang diterbitkan oleh PCNU Pringsewu.

Hukum shalat Idul Fitri adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) mulai terbitnya matahari sampai dengan dzuhur pada 1 Syawwal. Selain itu juga disunnahkan membaca takbir sejak malam Idul Fitri hinga sebelum shalat Idul Fitri dengan bacaan sebagai berikut:

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْد اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Kemudian sebelum melaksanakan sholat idul Fitri disunahkan mandi, sarapan, memakai pakaian yang bagus dan minyak wangi. Tidak liipa pula menunaikan zakat fitrah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri jika belum melaksanakannya.

Dalam shalat Idul Fitri tidak ada adzan dan iqamah. Bisa diganti bacaan:

صَلُّوْا سُنَّةَ لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Shalat Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat dengan niat sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا/ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Rakaat pertama diawali dengan takbiratul ihram dan 7 kali takbir dilanjutkan membaca surat Al Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca takbir 5 kali dilanjutkan membaca Al Fatihah, dengan mengangkat ke dua tangan di setiap takbirnya. Di antara dua takbir boleh membaca tasbih, tahmid dan shalawat atau bacaan:

Baca Juga:  Betulkah Ayat tentang Khalifah Itu Perintah Mendirikan Khilafah?

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Bacaan surah setelah Fatihah di rakaat pertama adalah surah Qaf dan rakaat kedua adalah surah al-Qamar. Bisa juga membaca surah al-A’la pada rakaat pertama dan al-Ghasiyah pada rakaat kedua, atau dengan surah lain.

Apabila imam lupa tidak bertakbir sebanyak 7 kali (setelah takbiratul ihram langsung membaca Fatihah) atau tidak bertakbir pada rakaat kedua sebanyak 5 kali, maka shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.

Adapun jika sholat Ied dilakukan secara berjamaah di rumah, hendaknya semua keluarga ikut mendengarkan khutbah. Khutbah tidak perlu panjang, selama sudah memenuhi rukun yakni membaca Tahmid, Shalawat, membaca ayat Al-Qur’an, menyampaikan wasiat takwa, dan berdoa memohon ampun. Begitu juga di khutbah yang kedua.

Jika dalam keadaan sendirian tanpa ada teman lain untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka cukup melaksanakan shalat Idul Fitri sendiri tanpa khutbah.

Kapan Lebaran Idul Fitri 2020?

Dari semua hiruk pikuk mengenai ramainya perbincangan dari puasa ditengah pandemi Corona, mudik yang gagal, hingga Sholat Ied yang harus dilakukan dirumah, pertanyaan akhir akhir yang muncul adalah kapan Lebarran Idul Fitri 2020?

Mengenai pertanyaan ini, umumnya yang paling dicari adalah tanggal hari raya menurut kalender Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Sudah bukan rahasia lagi, sebab kedua ormas ini merupakan ormas Islam di Indonesia yang paling banyak anggotanya.

Jika kita lihat, berdasarkan pengumuman dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, jadwal Lebaran Idul Fitri 2020 sudah ditetapkan melalui Maklumat NOMOR 01/MLM/I.0/E/2020. Maklumat ini berisi tentang Penetapan Hasil Hisab awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1441 Hijriah.

Baca Juga:  Buya Syakur: Takwa adalah Sikap Kehati-hatian

Ketetapan tersebut berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Hasil hisab itu menunjukkan bahwa ijtimak jelang Syawal 1441 H terjadi pada hari Sabtu Wage, 23 Mei 2020 M pukul 00:41:57 WIB. Pada hari itu, tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT ) = +06°43¢31² (hilal sudah wujud). Wilayah di seluruh Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.

Maka, berdasarkan hasil hisab Muhammadiyah, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad Kliwon, 24 Mei 2020 M.

Adapun keputusan NU mengenai lebaran Idul Fitri tahun 2020, sebagaimana tradisi yang sudah berjalan, akan menunggu hasil sidang isbat Pemerintah. Sidang isbat tentu harus melalui metode rukyatul hilal (menyaksikan hilal Bulan) pada akhir bulan Ramadhan nanti.

Akan tetapi, jika menengok kalender yang disusun oleh Lembaga Falakiyah NU Jawa Timur, Idul Fitri 1 Syawal 1441 H jatuh pada Ahad Kliwon, 24 Mei 2020.

Dari hasil hisab antara NU dan Muhammadiyah sama-sama menggenapkan bulan Ramadhan tahun ini menjadi 30 hari. Dengan demikia, kemungkinan besar lebaran tahun 2020 tidak ada perbedaan hari antara Muhammiyah dan NU.

Adapun misalkan terjadi perbedaan, biasanya kedua ormas ini santai-santai saja dan saling menghormati sebab sudah beberapa kali menghadapi situasi perbedaan tanggal Hari Raya Idul Fitri.

Nah, dengan demikain jika sekarang ditanya seseorang kapan sih lebaran 2020? Atau Lebaran 2020 jatuh pada tanggal berapa? Maka, tidak perlu repot, karena jawabannya ya sudah pasti “1 Syawal.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG