Hindari Makan Terlalu Kenyang saat Sahur dan Berbuka, Ini Dampak Negatifnya

Makan Terlalu Kenyang

Pecihitam.org Sudah menjadi pengetahuan umum bahwasanya berpuasa di bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah yang menuntut kita untuk menahan lapar dan haus, tepatnya mulai dari jam imsak (sebelum adzan shubuh) sampai adzan magrib.

Memandang hal ini tentu yang terbayang dalam pikiran kita ialah hadirnya rasa lapar dan haus yang akan membuat kita merasa lemah di siang hari nanti. Sehingga hal wajar jikalau pada waktu sahur, dengan sebisa mungkin mengisi perut dengan porsi makan yang banyak begitu pun saat berbuka hingga membuat perut terlalu kenyang di dua waktu sekaligus, yakni pada saat sahur dan berbuka.

Namun siapa sangka? Makan terlalu kenyang tidak hanya dipandang buruk dalam segi agama, melainkan medis pun juga ikut berbicara akan bahaya dari rasa kenyang itu. Untuk itu berikut ulasannya:

Pandangan Agama

Sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam ath Thabrani dengan sanad shahih, dari Ibnu Abbas dikatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda

“Sesungguhnya orang orang yang kenyang di dunia adalah orang orang yang kelaparan di akhirat kelak”

Mengapa dianggap sebagai orang yang kelaparan di akhirat kelak? Karena orang yang kekenyangan akan membuatnya semakin malas hingga mengabaikan kewajiban agama. Sehingga ketaatan yang mestinya dia lakukan selaku seorang hamba akan ditinggalkannya.

Baca Juga:  Seemosi Bagaimanapun, Jagalah Ucapanmu! Karena Setiap Kata Adalah Doa

Adapun hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dalam kitab Adh-Dhu’afa’ dan Ibnu Abi Dunya dalam kitab al-ju’, dari Aisyah ra., berkata bahwa

“Cobaan pertama yang akan menimpa umat ini setelah Nabi wafat adalah rasa kenyang. Ketika suatu kaum itu perutnya kenyang, badan mereka akan semakin gemuk, hingga hati mereka lemah dan hawa nafsu mereka bertambah”

Sedangkan jika kita menilik kepada dalil ayat al Qur’an, tentu kita akan dipertemukan pada QS. Al A’raf/7: 31

“… makan dan minumlah, dan janganlah berlebih lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berlebihan”

Memandang ayat diatas, beberapa riwayat mencoba menjelaskan maksud ayat dengan tambahan hadits sebagaimana dalam tafsir Ibnu Katsir dikatakan bahwa

‘Dari Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mugirah, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Salim al Kalbi, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Jabir at Tai; ia mendengar al Miqdam ibnu Ma’di Kariba al Kindi bercerita bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda

“Tiada suatu wadah pun yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih jahat dari pada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang sulbinya. Dan jika ia terpaksa melakukannya, maka seperti untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya”

Sehingga dari beberapa gambaran hadits maupun ayat sebagaimana yang telah dipaparkan, paling tidak mengandung beberapa point penting diantaranya ialah

  • Dilarangnya kita makan terlalu kenyang karena dianggap akan menghalangi kita melakukan ibadah dan ketaatan terhadap kewajiban Agama
  • Kekenyangan hanya akan membuat hati kita lemah, sebaliknya hawa nafsu malah bertambah
  • Kekenyangan dianggap sebagai sikap yang berlebih lebihan.
Baca Juga:  4 Macam Manusia di Dunia Menurut Syekh Abdul Qodir al Jaelani

Pandangan Medis

Seperti yang telah kita ketahui bahwa deretan disiplin ilmu yang ada tentunya akan selalu sejalan dengan ajaran Islam. Salah satunya disiplin ilmu kedokteran terkhusus ketika memandang kekenyangan sebagai sikap yang berlebihan. Lantas, apa dampak kekenyangan itu dalam pandangan medis?

1. Mudah mengantuk

Inilah alasan mengapa agama memandang bahwa terlalu kenyang hanya akan membuat kita terkendala dalam beribadah, alasannya karena kekenyangan hanya akan membuat kita merasa mengantuk.

Adapun gambaran dari sisi kesehatan ialah kekenyangan yang berlebihan akan membuat tingkat insulin dalam tubuh naik dan membuat tubuh membuang seluruh gula dalam aliran darah.

Alhasil? Tingginya kadar insulin dan kekurangan darah akan membuat tubuh kita merasa kelelahan hingga membutuhkan istirahat (Tidur).

2. Meningkatkan lemak dalam tubuh

Banyaknya porsi makanan yang masuk dalam perut pada akhirnya akan membuat proses pencernaan dalam perut berjalan lambat, sehingga mau tidak mau makanan akan berada di dalam perut dalam waktu yang lama dan memungkinkan makanan tersebut berubah menjadi lemak. Sehingga banyaknya lemak akan memicu beberapa dampak yang diantaranya berat badan bertambah, kadar kolestrol dalam darah meningkat, dan sulit berkonsentrasi.

Baca Juga:  Kalimat Dzikir yang Berat Timbangannya Melebihi Tujuh Lapis Langit dan Bumi

2. Adanya gangguan pada organ pencernaan

Sebagaimana penelitian yang dikaji oleh seorang ilmuwan yang bernama Ivan Petrovich Pavlav pada abad ke 20 ialah dengan membeda perut anjing, kemudian mempelajari proses pencernaan makanan dan proses sekresi yang terjadi dalam perncernaaan anjing.

Rupanya hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa makanan yang asal muasalnya perlu dicerna, rupanya akan terkendala dikarenakan perut yang penuh dengan makanan membuatnya tidak menyisahkan lagi tempat untuk getah getah percernaan.

Wallahu A’lam Bissawab …

Rosmawati
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG