Menyelami Makna Tawakal di Tengah Gentingnya Wabah Virus Corona

Makna Tawakal

Pecihitam.org – Orang-orang yang bertawakal kepada Allah telah mendapat legitimasi titel mahbubun (orang-orang yang dicintai) secara resmi dari-Nya, [QS. Ali Imran: 159]. Dan mereka yang beruntung tersebut adalah orang-orang yang beriman, [QS. Ali Imran: 122, Ali Imran: 160, Al-Maidah: 11, At-Taubah: 51, Ibrahim: 11 dan selainnya]. Lantas bagaimana makna tawakal di tengah gentingnya virus Corona saat ini?

Dalam hadis, tawakal telah banyak disabdakan oleh Rasulullah saw. Salah satunya diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Umar bin Khatthab, sebagai berikut:

حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ ابْنِ هُبَيْرَةَ عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepadaku Ibnu Lahi’ah dari Ibnu Hubairah dari Abu Tamim Al Jaisyani dia berkata; saya mendengar Umar berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki terhadap burung, ia pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.” [HR. Ibnu Majah]

Hadis ini termaktub dalam kitab Sunan Ibnu Majah, kitab Az-Zuhud, bab Tawakkal wa Al-Yaqiin, juz 5 halaman 590. Hadis ini tergolong hadis marfu’ (periwayatannya sampai kepada Nabi) dengan nomor 4164. Kualitasnya shahih.

Baca Juga:  Tahlilan dan Yasinan Itu Bidah Serta Tidak Ada Dalilnya, Benarkah?

Berdasarkan hadis ini, kita dapat memetik pesan bahwa siapa saja yang benar-benar bertawakal kepada Allah dalam mencari rezeki, maka Dia akan memberinya rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki terhadap burung. Ini merupakan jaminan Allah kepada mereka yang bertawakal kepada-Nya.

Lantas apa sih yang dimaksud tawakal itu?

Ini yang kerap kali disalahpahami banyak orang. Mereka beranggapan bahwa tawakal adalah semata-mata pasrah dan berserah diri kepada Allah tanpa adanya ikhtiar. Seperti dalam menyikapi wabah Corona yang melanda, di antara mereka ada yang menyepelekannya.

“Jangan takut Corona, takut hanya kepada Allah. Waktunya mati mah mati”. Kira-kira pernyataannya seperti ini. Mereka beranggapan telah bertawakal dengan sebenar-benarnya tawakal. Sehingga mereka merempa segala imbauan dan aturan pemerintah dengan tidak melakukan ikhtiar sama sekali.

Baca Juga:  Itikaf Adalah Amal yang Sangat Dianjurkan Pada Bulan Ramadhan, Inilah Tata Caranya!

Ternyata makna tawakal tidak sesederhana itu. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Ibnu Rajab dalam kitab Jami’ul Ulum wa Al-Hikam halaman 628 yang telah dikutip oleh banyak ulama.

معنى التوكل هو صدق اعتماد القلب على اللّه تعالى في استجلاب المصالح ودفع المضار من أمور الدنيا والآخرة كلها ووكلت الأمور كلها إليه وتحقيق الإيمان بأنه لا يعطي ولا يمنع ولا يضر ولا ينفع سواه

Artinya: Makna tawakal adalah bersandar kepada Allah swt sepenuhnya dalam ikhtiar mendapatkan kemaslahatan dan menolak kemadaratan duniawi maupun ukhrawi dengan berlandaskan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi, tidak ada yang dapat mencegah, tidak ada yang mendatangkan kemadaratan, tidak ada juga yang memberi kemanfaatan kecuali Allah swt.

Berdasarkan definisi ini, tawakal terdiri dari sekumpulan proses ikhtiar/usaha dalam mendapatkan kemaslahatan dan menghindari kemadaratan. Jelas, tawakal dilakukan setelah memaksimalkan ikhtiar/usaha. Bukan tanpa usaha, terlebih sama sekali. Harap tidak salah paham wahai pembaca yang budiman.

Baca Juga:  Bolehkah Hukumnya Wanita Haid Ikut Kajian Majelis Taklim?

Definisi ini juga berkesesuaian dengan hadis riwayat Imam Ibnu Majah di atas. Dalam Hasyiyah As-Sanadi ‘alaa Ibn Majah dijelaskan bahwa untuk mendapatkan rezeki, sang burung keluar sangkar di pagi hari dan akhirnya dia pulang dalam keadaan kenyang. Jelas, adanya tindakan usaha untuk mendapatkan rezeki. Ini tawakal yang sesungguhnya.

Dengan demikian, tawakal di saat genting wabah Corona ini adalah mengikuti imbauan pemerintah untuk menghindari keramaian, mengisolasi diri, sering cuci tangan dan seterusnya. Setelah rangkaian usaha tersebut dilakukan, maka berserah kepada Allah sepenuhnya. Semoga kita terhindar dari bahaya virus Corona.

Demikian semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bishshawab.

Azis Arifin
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG