Inilah 7 Manfaat Menjaga Pandangan Mata dari Perkara Haram

menjaga pandangan mata

Pecihitam.org – Mata merupakan anugerah terindah dari Allah Swt. karena dengan mata kita dapat melihat kebesaran-Nya di alam ini. Kita dapat menyaksikan gemerlapnya dunia dengan segala hiruk pikuk yang ada. Oleh karena itu menjaga pandangan mata dari hal-hal yang diharamkan sangatlah penting.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dengannya pula kita dapat membedakan hal buruk dari yang baik, hal yang benar dari yang salah, serta hal yang mungkar dari yang ma’ruf. Namun demikian, berlebihan dalam memandang akan menjadi anak panah beracun yang siap mematikan hati kita. Terutama memandang perkara yang diharamkan. Allah Swt berfirman :

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ ………….. ٣١

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, ……..” (QS. An-Nur: 31).

Dan berikut adalah 7 manfaat perintah Allah untuk menjaga pandangan mata;

1. Membersihkan hati dari derita penyesalan

Pandangan akan menyusup ke dalam hati seperti anak panah yang meluncur saat dibidikkan. Jika tidak membunuh, tentu anak panah itu akan membuat luka korbannya. Atau pandangan itu seperti bara api, jika tidak membakar semuanya maka akan membakar sebagian di antaranya.

Imam Asmu’i bercerita, “Aku pernah melihat seorang gadis tatkala thawaf, dia seakan-akan matahari. Aku terus memandanginya sehingga hatiku berdesir dan bergelora hebat karena mengagumi kelokannya. Kemudian wanita itu bertanya kepadaku, “Ada apa engkau ini?”

Baca Juga:  Mengapa Ada Orang yang Rajin Shalat Namun Tetap Maksiat?

Aku menjawab, “Engkau memang sangat layak untuk terus dipandangi”. Lalu wanita itu melantunkan syair, “Selagi pandangan matamu berkeliaran. Segala pemandangan akan membebani hati. Kau pandang sesuatu di luar kemampuan. Sebagian lain tidak ada kesabaran lagi”

2. Mendatangkan cahaya dan keceriaan di hati

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbagai anak panah Iblis. Barangsiapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita, maka Allah akan mewariskan kelezatan di dalam hatinya yang akan dia dapatkan hingga hari dia bertemu dengan-Nya“. (HR. Ahmad).

3. Mendatangkan kekuatan firasat yang benar

Imam Syuja’ al-Karmany berkata, “Jika dhahir seseorang mengikuti sunnah, batinnya merasakan pengawasan Allah, menahan mata dari hal-hal yang diharamkan, menahan diri dari syahwat, dan memakan yang halal, tentu saja firasatnya tidak akan meleset”.

4. Membuka pintu dan jalan ilmu

Karena ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.

5. Menutup pintu neraka Jahannam

Pandangan mata adalah pintu syahwat yang untuk dilakukan. Pengharaman Allah itu tabir yang penghalangnya. Siapa yang merusak tabir ini, sangat mungkin dia akan berani melanggar larangan-Nya. Menahan mata bisa menutup pintu ini, yang karenanya dia akan selamat.

Baca Juga:  Renungan, Apakah Engkau Tak Memperhatikan Bagaimana Unta Diciptakan?

6. Menguatkan dan mengokohkan akal

Siapapun yang memiliki akal cemerlang, maka dia tidak akan mengumbar pandangan matanya. Karena orang yang cerdas adalah mereka yang dapat mempertimbangkan akibat dari setiap perbuatannya.

Sebaliknya orang yang lemah akalnya cenderung gegabah dan tidak peduli terhadap akibat dari setiap tindakan di kemudian hari. Andaikata orang yang mengumbar pandangan mengetahui akibat dari perbuatannya, tentu dia tidak akan berani lancang mengumbar pandangannya.

7. Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan

Rasulullah Saw bersabda, “Malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya.” Kami berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami benar-benar merasa malu, Alhamdulillah”. Beliau bersabda, “Bukan itu yang dimaksudkan, akan tetapi yang dimaksudkan dengan malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah engkau menjaga kepala (mata) dan apapun yang disaksikannya, menjaga perut dan apapun yang masuk kepadanya, dan mengingat kematian beserta siksaan yang akan menimpanya. Siapa menginginkan kehidupan akhirat maka tinggalkanlah perhiasan dunia, dan barangsiapa dapat melakukan semua itu, berarti dia telah malu kepada Allah.” (HR. Tirmidzi).

Termasuk menjaga pandangan mata adalah memandang seorang laki-laki atau perempuan yang bukan mahram meskipun masih tergolong kerabat dekat, seperti saudara sepupu, saudara ipar, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Memahami Makna Amar Ma’ruf bil Ma’ruf Nahi Munkar bil Ma’ruf

Karena kedekatan hubungan inilah yang tidak jarang menjadikan seorang muslim lalai dan mengabaikan perintah Allah tersebut, meskipun terkadang dia menyadari bahwa itu termasuk perbuatan dosa.

Rasulullah Saw bersabda :

ثلاثة لا ترى أعينهم النار: عين حرست فى سبيل الله وعين بكت من خشية الله وعين غضّت عن محارم الله

Artinya: “Tiga golongan manusia yang mata mereka tidak akan pernah melihat neraka, yaitu mata yang berjaga-jaga di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang dapat menahan diri dari melihat hal-hal yang diharamkan Allah”. (HR. At-Thabrani)

Indah sekali jika kita menjadi bagian dari golongan orang-orang yang selalu bisa menjaga pandangan mata untuk terjaga dari api neraka. Pastinya akan kita rasakan kesejukan hati, sebagaimana sejuknya surga yang indah dipandang mata.

Sumber : Dosa-Dosa Yang Digemari Wanita Indonesia.