Mau Rejeki Lancar? Baca La Hawla Wala Quwwata Illa Billah 100 Kali Tiap Hari!

La Hawla Wala Quwwata Illa Billah

Pecihitam.org – “La hawla wala quwwata illa billah” bacaan yang sudah tidak asing lagi bagi orang-orang muslim, lafadz yang sering disebut sebagai hauqalah, dimana ketika membacanya kebaikan akan mendatangi kita. Lafadz ini merupakan sebuah pengakuan keterbatasan manusia atas kuasa yang Allah miliki.

Lafadz hauqalah secara lengkapnya adalah sebagai berikut:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

La hawla wala quwwata illa billahil aliyyil adzim

Artinya, “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.”

Allah adalah Maha tinggi dari segala yang tinggi dan Maha agung dari segala yang Agung, tidak ada yang mampu menandingi kekuatan Allah. Syeikh M Nawawi Al-Bantani menyebutkan sejumlah keutamaan hauqalah atau lafal la hawla wala quwwata illa billah. Beliau mengutip hadits riwayat Ibnu Abid Dunya tentang orang yang mebiasakan pembacaan lafal hauqalah ini,

ومن خواصها ما في فوائد الشرجي قال ابن أبي الدنيا بسنده إلى النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من قال كل يوم لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم مئة مرة لم يصبه فقر أبدا اهـ

Baca Juga:  Inilah Doa Tolak Bala Agar Kita Terhindar Dari Marabahaya

Artinya: “Salah satu keistimewaan lafal hauqalah ini adalah apa yang disebutkan di dalam Fawaidus Syarji, yaitu hadits riwayat Ibnu Abid Dunya dengan sanad tersambung hingga Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, ‘Siapa saja yang membaca La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil azhimi setiap hari sebanyak 100 kali, maka ia selamanya takkan ditimpa oleh kefakiran,’” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5).

Dari kutipan yang disebutkan oleh Syeikh Nawawi diatas bahwa salah satu kebaikan membaca lafadz hauqulah adalah ketika dia membacanya sebanyak 100 kali maka selamanya kefakiran tidak akan menimpanya, segala bentu kesusahan akan sirna. Dan agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Karena Allah tidak akan memberi cobaan kepada makhlukNya melebihi batas kemampuannya.

Begitupun juga ketika dibaca sebanyak 300 kali maka Syekh M Nawawi Banten juga mengutip hadits yang menjelaskan keutamaan lafal la hawla wala quwwata illa billah. Menurutnya, hauqalah merupakan lafal yang baik dibaca ketika seseorang tengah dirundung kesulitan dan kebuntuan.

Baca Juga:  Surat Yasin dan Tahlil; Dalil dan Doa Setelah Membacanya

وروي في الخبر أيضا إذا نزل بالإنسان مهم وتلا لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ثلا ثمائة فرج الله عنه أي أقلها ذلك ذكره شيخنا يوسف في حاشيته على المعراج

Artinya, “Diriwayatkan di dalam hadits juga bahwa bila kebimbangan hinggap di hati seseorang lalu ia membaca Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi sebanyak 300 kali, niscaya Allah membukakan jalan keluar baginya, maksudnya Allah mengurangi beban kesulitannya. Hal ini disebutkan oleh guru kami, Syekh Yusuf dalam hasyiyah Mi’raj-nya,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 5)

Selain sebagai penuntas kesedihan, dan mengurangi beban kesulitan, lafadz hauqulah juga dapat memberi kekuatan untuk terus melakukan ibadah dan mencegah dari perbuatan maksiyat. Karena pada dasarnya kekuatan itu tidak datang dari diri sendiri, namun merupakan kekuatan yang Allah berikan.

Baca Juga:  Kisah Doa yang Dikabulkan dan Bukti Kehambaan Manusia

Dengan tujuan agar manusia tidaklah congkak dengan apa yang dimiliki dan yang didapatkannya. Karena semua apa yang dia miliki sejatinya hanya pemberian dan titipan dari Allah, yang sewaktu-waktu bisa Allah ambil kembali.

Karena tidak ada daya dan upaya kecuali pertolongan dari Allah, bahwa kita sebagai makhlukNya tidak ada kekuatan apapun untuk melawan kuasa Allah, ketika Allah telah menetapkan maka tidak ada yang bisa mencegah maupun menolaknya. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG