Membaca Kepribadian Melalui Tanda Tangan Menurut Agama Islam

membaca kepribadian melalui tanda tangan

Pecihitam.org – Dalam ilmu psikologi ada suatu cara yang mana bisa membaca kepribadian seseorang melalui tanda tangan atau tulisannya. Apakah ilmu seperti itu termasuk hal yang gaib dan dilarang? Berikut penjelasannya dalam kacamata islam!

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Memang banyak ayat- ayat al-qur’an yang menegaskan bahwa tidak ada yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali allah. Ayat-ayat itu antara lain .

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al-Naml: 65).

Hanya saja menurut para ulama’, ghaib itu ada dua macam, ada ghaib nisbi (relative) dan ada ghaib mutlak. Ghaib nisbi ( relative) seperti kota New York bagi orang Indonesia . New York adalah ghaib, tapi ghaibnya nisbi, kalau kita pergi ke New York, sudah tidak ghaib lagi bagi kita.

Sedangkan ghaib mutlak adalah seperti datangnya hari kiamat, semua manusia tidak ada yang tahu kapan hari kiamat itu akan datang, yang tahu hanya Allah azza wajalla saja. Maka kedatangan hari kiamat adalah masalah ghaib mutlak.

Baca Juga:  Menghias Masjid Dengan Kaligrafi, Perkara Boleh atau Haram?

Dalam surah An-Naml ayat 65 itu, yang dimaksud ghaib adalah mutlak, bukan ghaib nisbi (relative). Begitu pula dalam ayat-ayat lain, seperti surah al-an’am, 59, surah An-Nahl,77, dan lain-lain. Jadi masalah ghaib mutlak hanya di ketahui oleh Allah saja, sedangkan masalah ghaib nisbi (relative) dapat di ketahui oleh manusia.

Lalu membaca kepribadian melalui tanda tangan atau tulisan seseorang, apakah termasuk ghaib mutlak atau ghaib nisbi? Inilah yang perlu kita pelajari.

Apabila hal itu termasuk ghaib mutlak, maka jika ada orang yang mengetahui watak melalui tanda tangannya, berarti ia pembohong karena hal itu hanya di ketahui oleh Allah saja. Tetapi apabila hal itu termasuk ghaib nisbi, maka semua orang dapat mengetahui hal itu setelah ia mempelajarinya.

Ibnu Qayyim al-Jauziah (W.751 H) dalam kitabnya Madarij al-Salikin (ii/483); menerangkan apa yang di sebut dengan al-Firasah. Dalam bahasa kita sehari-hari ada istilah firasat. Boleh jadi istilah firasat ini terambil dari kata al-firasah itu, hanya saja pengertian firasat dalam bahasa Indonesia berbeda dengan pengertian firasat dalam aqidah islam.

Imam Abu Sulaiman al-Darani (w.215 H) menyatakan bahwa firasah adalah terbukanya jiwa dan melihatnya hati. Firasah termasuk fase-fase (maqam-maqam) keimanan. Menurut Imam Ibnu Qayyim al-Jauziah firasah terbagi menjadi tiga yaitu firasat imaniyah, firasat riyadhiyah, dan firasat khalqiyah.

Baca Juga:  Jangan Salah Paham! Hadits Qudsi dan Al-Quran Memiliki 5 Perbedaan yang Signifikan

Firasah imaniyah adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui hal-hal yang tidak di ketahui orang lain, sementara penyebabnya adalah nur yang di berikan Allah kepada hati hambanya. Firasah ini hanya di miliki oleh orang mukmin saja, dan semakin kuat imannya semakin tajam pula firasahnya.

Firasat riyadhiyah adalah kemampuan seseoarang untuk mengetahui hal-hal yang tidak di ketahui orang lain, yang penyebabnya adalah karena riyadhah (latihan). Misalnya dengan mengosongkan perut, tidak tidur dan sebagainya.

Jiwa seseorang apabila dikosongkan dari hal-hal tersebut, maka ia dapat mengetahui hal-hal yang yang tidak diketahui orang lain. Firasah ini dimiliki siapa saja, mukmin atau kafir, setelah ia melakukan riyadhah (latihan kejiwaan).

Firasah khalqiyah, adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui watak, karakter atau kepribadian orang lain melalui sifat-sifat fisik, tulisan dan sebagainya.

Seperti seorang dokter mengetahui bahwa anak yang kepalanya kecil memiliki cara berpikir yang sempit, dan sebagainya. Menurut para ahli, sifat-sifat fisik seseorang ada hubungannya dengan sifat-sifat non fisiknya.

Baca Juga:  Hukum Membaca Al Quran di HP Tanpa Wudhu, Bolehkah?

Firasah ketiga ini juga dapat dimiliki oleh siapa saja yang mau mempelajari hal itu, baik dia mukmin maupun kafir.

Membaca kepribadian seseorang melalui tanda tangan adalah termasuk fitrah yang ketiga ini. Tanda tangan atau tulisan merupakan refleksi kepribadian seseorang. Hal ini dapat di ketahui siapa saja yang mau mempelajarinya.

Karenanya, mengetahui kepribadian seseorang melalui tanda tangan, bukanlah termasuk mengetahui yang ghaib mutlak. Ia hanyalah ghaib nisbi. Maka orang yang mengetahui hal itu tidak termasuk musyrik. Demikianlah, semoga bermanfaat. Wallahua’lam Bisshawab.

Naskah ini Pernah dimuat di Majalah Tebuireng Edisi 28 dan diunggah ulang oleh penulis dengan penambahan poin-point tertentu yang diperlukan.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.