Mempersiapkan Diri Menyambut Tahun Baru Islam dan Bulan Muharram

Mempersiapkan Diri Menyambut Tahun Baru Islam dan Bulan Muharram

Pecihitam.org – Tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah tak lama lagi kita rayakan. Menurut kalender Masehi, 1 Muharram diperkirakan bersamaan dengan Minggu, 1 September 2019.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Begitu banyak keutamaan di Bulan Muharram, sampai-sampai Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya memperbanyak ibadah puasa di bulan ini. Sebagaimana merujuk pada hadis riwayat Muslim nomor 1163 yang berbunyi:

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.”

Memperbanyak puasa di bulan Muharram disunnahkan karena di bulan Muharram merupakan pembuka (awal tahun seperti Januari jika tahun masehi) tahun baru. Alangkah baiknya tahun baru Hijriyah dihiasi dengan amal saleh dan puasa termasuk amalan yang paling utama.

Baca Juga:  Kenapa Tangan Menengadah Keatas Saat Berdoa, Apakah Allah Diatas?

Berikut ini adalah jenis Ibadah puasa yang sangat dianjurkan pada Bulan Muharram .

Pertama, puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menyebut orang yang menjalankannya, akan dihapus dosa setahun lalu.

Seperti disebutkan dalam hadis riwayat Muslim nomor 1162: “Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafa? Beliau menjawab, “Puasa Arafa akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”

Adapun niat puasa Asyura: Nawaitu sauma asyuro sunnatal lillahi taala (Saya niat puasa hari Asyura, sunnah karena Allah taala).

Kedua, puasa Tasu’ah. Puasa ini dilakukan pada 9 Muharram sebelum puasa Asyura. Zaman dahulu para sahabat bertanya pada Rasulullah SAW ketika dianjurkan berpuasa Asyura lantaran tanggal 10 Muharram adalah hari puasa kaum Yahudi dan Nasrani.

Baca Juga:  Ilmu Tajwid dalam Islam, Siapakah Penggagasnya? Ini Sejarahnya!

Rasulullah SAW kemudian menjawab dengan anjuran Puasa Tasu’ah untuk mengawali puasa Asyura.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata, “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkomentar, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani’. Rasulullah SAW pun menjawab, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi SAW sudah wafat.” (HR. Muslim no. 1916)

Adapun niat puasa Tasu’ah: Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahi ta’ala (Saya niat puasa hari Tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala).

Baca Juga:  Menjawab Tuduhan Ustadz Zainal Abidin Lc Tentang Shalawat Bid’ah

Mari mempersiapkan diri menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriyah dan menyambutnya dengan memperbanyak ibadah dan amal shaleh, diantaranya adalah Berpuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.