Mempersiapkan Pendidikan Terbaik untuk Anak Sesuai Perkembangan Zaman dan Islami

Mempersiapkan Pendidikan Terbaik untuk Anak Sesuai Perkembangan Zaman dan Islami

Pecihitam.org – Orang tua bertanggung jawab atas keselamatan anak-anaknya, baik pertumbuhannya, perkembangannya, pendidikannya, masa depannya, agamanya, iman dan islamnya, atau dunia dan akhiratnya. Untuk menjaga keselamatan tersebut, mska orang tua harus menjadi orang tua hebat dengan memperdiapkan pendidikan terbaik untuk anak yang sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi tetap dalam konteks yang Islami.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebagai orang tua harus berupaya menjadikan anaknya menjadi anak yang terbaik sesuai dengan amanah Allah. Kita boleh-boleh saja mengharapkan anak kita menjadi dokter, jenderal, atau presiden sekalipun, tetapi menjadikannya salih dan salihah tetaplah prioritas utama. Karena jikalau orang tua tidak melaksanakan amanah dengan benar, maka di hari akhirat nanti tetap diminta pertanggungjawabannya.

Ketika ditanyai orang, apakah kita sudah mendidik anak kita dengan baik?. Apakah kita sudah mempersiapkan pendidikan terbaik untuk anak?. Seorang ibu menjawab, “saya sudah memberi makanan kesukaannya, membelikan CD film kesukaannya, memberikan pakaian yang bagus untuknya, membelikan mainan yang mahal, dan memberikan uang saku yang lebih dibandingkan teman-temannya.

Seorang ayah menjawab, “sebagaimana kewajiban seorang ayah, pagi hingga sore saya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk untuk anak-anak saya.” Tanpa memperhatikan bahwa mereka tidak pernah melihat anaknya bertumbuh di lingkungannya karena waktunya habis untuk bekerja. Pagi-pagi buta di kala sang anak belum bangun mereka berangkat ke kantor dan pulang ketika anak sudah terlelap.

Baca Juga:  Wanita yang Haram Dinikahi Namun Hanya Bersifat Sementara

Mereka tidak sempat menanyakan kepada anaknya mengenai apa yang telah diajarkan gurunya di sekolah. Bagaimana kegiatan setelah sekolah, apakah menemui kesulitan di kala belajar. Apa yang mereka lakukan ketika ibu dan ayahnya belum sampai di rumah.

 Mereka tidak menyadari bahwa sang anak dibiarkan menikmati acara-acara televisi yang menyajikan acara yang kurang memberi manfaat bahkan tidak ada manfaat sekalipun, dan penuh dengan iklan yang mengajarkan pada sikap konsumtif. Apakah ini yang dikatakan dengan pendidikan yang terbaik untuk anak?.

 Rasulullah saw. pernah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari

“Setiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (Islam) dan kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Majusi, Yahudi atau Nasrani.” (HR. Bukhari)

 Padahal, setiap orang tua memikul amanah untuk mendidik anaknya dengan cara yang sebaik-baiknya. Anak merupakan tanggung jawab  orang tua, maka kitalah yang memilih pendidikan yang terbaik untuknya.

Baca Juga:  Hati-hati! Inilah 3 Perkara Negatif yang Sering Terjadi Setelah Menikah

Merpersiapkan pendidikan terbaik untuk anak adalah sama halnya kita mempersiapkan bekal ketika kita telah tiada nanti. Pendidikan yang paling baik adalah sebagaimana yang pernah diteladankan oleh Rasulullah saw. yaitu mendidik anak menjadi generasi Islami yang tangguh dan berakhlak mulia.

Di zaman yang modern ini, orang tua memiliki banyak pilihan bagaimana ia akan mendidik anaknya, di mana ia akan menitipkan anaknya di kala sibuk, dan di mana ia akan menyekolahkan anaknya. Begitu banyak pilihan dan masing-masing menawarkan kelebihannya. Jika kita tidak jeli memilih, kita bisa dengan mudah jatuh pada pilihan yang salah.

Didiklah anak kita di rumah dengan cara-cara yang Islami, kemudian lengkapilah dengan pendidikan di luar rumah yang Islami juga. Karena, jika anak-anak kita bebaskan masuk ke lembaga pendidikan mana saja, jika ia menyimpang dari ajaran Allah tentu kita sendiri yang akan rugi. Padahal kita diwajibkan untuk membentuknya menjadi generasi yang Islami.

Baca Juga:  Mengajarkan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an Sejak Usia Dini pada Anak

Seorang ayah sebaiknya menyempatkan waktu untuk berada di tengah-tengah keluarga sesibuk apapun pekerjaannya, begitu juga dengan seorang ibu. Anak akan merasa senang diperhatikan dan mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Jadi, bagi orang tua yang menginginkan anaknya menjadi anak yang pintar, salih dan salihah, sukses di dunia dan akhirat. Ingin anaknya menjadi penerus generasi Islami yang tangguh, jujur dan berakhlak mulia, maka didiklah anak dengan baik dan persiapkanlah pendidikan yang terbaik dan yang bagus untuk anak-anak kita.

Demikianlah uraian singkat ini semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca semuanya. Amin. Wallahu ‘alam.

Mehri Andani MB