Mengatasi Islamophobia ala Nahdlatul Ulama

islamophobia

“Kita butuh Islam ramah bukan Islam marah” (Gus Dur)

Pecihitam.org – Islamophobia muncul di Eropa sebagai bentuk dari rasa takut terhadap Agama Islam dan Muslim sebagai pemeluknya, hal ini tak ubahnya seperti Rasisme yang dilakukan masyarakat eropa terhadap agama Islam dan para pemeluknya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Penyebab munculnya Islamophobia menurut Asep syamsul M. Romli salah satunya adalah dendam sejarah masyarakat eropa (Nasrani) kepada Islam ketika perang salib terjadi, perang yang bertujuan untuk menghancurkan Islam justru menjadi kekalahan bagi orang-orang nasrani sendiri. Sehingga Islam dianggap menginvasi dan menjajah orang-orang kristiani di eropa.

Bahkan Mentri luar negeri Italia mengungkapkan sebuah ucapan menjelang persidangan NATO di London yang dikutip dalam buku Demonologi Islam “Benar perang dingin antara barat dengan timur (komunis uni soviet) telah berakhir. Namun muncul kembali perang antara negara barat dan negara Islam”.

Hal ini dipertegas lagi oleh seorang penulis bernama Adrian Hamilton dalam majalah terbitan london edisi 17 Juni 1990 yang dikutip dalam buku Demonologi Islam “Bagi barat tidak ada lagi yang mengancam peradaban mereka kecuali kebangkitan Islam dan kaum Muslimin yang fundamentalis dan tidak takut mati, sekalupun dipersenjatai peluru-peluru kendali” (Asep Syamsul Romli : 2000).

Baca Juga:  Ini Alasan Kenapa Kita Harus Memilih Menjadi Warga NU?

Kendatipun kejadian tersebut (perang salib) sudah menjadi sejarah yang amat lampau, namun luka dan kredo masyarakat eropa akan hal tersebut seperti tidak pernah hilang seutuhnya. Apalagi dengan melihat konflik negara-negara Islam yang terjadi belakangan ini, hal tersebut seperti menjadi pemantik kebencian masyarakat eropa kepada Islam.

Kebencian masyarakat eropa kepada Islam semakin bertambah besar ketika banyak bermunculan gerakan-gerakan Islam radikal yang terang-terangan memusuhi dan mengajak perang golongan Non Muslim, bahkan sampai melakukan gerakan pemberontakan merebut kekuasaan untuk mendirikan kembali sistem khilafah dalam era modern saat ini.

Di Indonesia gerakan Islam radikal semacam itu sudah masuk dan berkembang pesat melalui berbagai macam sektor, baik dalam sektor pemerintahan, akademisi, enterteiner dll. Gerakan radikal ini juga sempat menimbulkan kekisruhan dan menyebabkan gejala Islamophobia bagi masyarakat Non muslim di Indonesia.

Banyak kelompok-kelompok yang mengatas namakan Islam justru tidak mencerminkan nilai-nilai yang Islami, bahkan dakwah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal tersebut cenderung menjadikan Islam menjadi eksklusif dan menjadikan Islam menjadi menyeramkan.

Baca Juga:  Hubungan Agama dan Moralitas

Gambaran Islam yang diberikan oleh kelompok Islam radikal ini merugikan dan menyakiti seluruh umat Islam yang ada diseluruh dunia. Dampak yang ditimbulkannya juga menyebabkan masyarakat non musli menaruh kexurigaan yang besar. Bahkan menjadi ketakutan dan tekanan tersendiri bagi umat Islam yang tinggal di daerah yang minoritas muslim.

Ketika terjadi Islamophobia di Indonesia Nahdlatul Ulama sesegera mungkin mengambi sikap dan memberikan solusi untuk mengatasi Islamophobia dimasyarakat. Seperti halnya PCNU Kab. Cirebon, melalui Lesbumi memberikan solusi sebagai berikut :

  1. Memberikan pengertian tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin ala Ahlu Sunnah wal jam’ah An-nahdliyah, lewat pelatihan-pelatihan atau melalui kampanye Islam toleran di media Sosial.
  2. Memberikan keyakinan dan pengertian kepada masyarakat luas bahwa apapun dan atau siapapun (sekalipun mengatas namakan Islam) yang mengancam stabilitas negara itu merupakan sebuah tindakan yang mengalahi aturan dan meruoakan sebuah pelanggaran.
  3. Menjalin komunikasi yang baik antar warga negara dan antar umat beragama.
  4. Menjunjung tinggi dasar negara dan
  5. Menyebarkan faham Islam Ahlu sunnah wal jama’ah yang toleran. Sebab Nahdlatul Ulama ada untuk seluruh umat manusia.
Baca Juga:  Persiapan New Normal dan Plus Minusnya Bagi Pondok Pesantren

Lima poin tersebut bisa dijadikan pegangan kepada semua masyarakat Nahdliyin sehingga bisa memberikan pemahaman Islam yang baik kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim, hal tersebut haruslah dilakukan agar tidak menyebabkan Islamophobia dalam masyarakat.

Sehingga sebagai warga negara Indonesia yang baik kita juga ikut serta dalam menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh Masyarakat Indonesia. Demikian semoga bermanfaat. Tabik!

Fathur IM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *