Mengenang Sejarah Islam di Spanyol, 7 Abad Berkuasa dan Akhirnya Terusir

islam di spanyol

Pecihitam.org – Dulu Islam telah memperluas wilayah kekuasaannya sampai ke beberapa Negara di Eropa, salah satunya ialah Andalusia atau yang saat ini di kenal dengan Spanyol. Perkembangan Islam di Andalusia saat itu sangat pesat, bahkan dahulu jumlah umat muslim disana melebihi umat muslim yang ada di Indonesia saat ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi, sekarang terbalik karena jumlah umat muslim di Andalusia sangat sedikit jika di bandingkan dengan Indonesia. Bahkan menurut salah satu ulama dari Timur tengah mengatakan “ Faqodna an Andalusia, Wajadna Indonesia.”

Perkembangan Islam di Spanyol terjadi pada sejak masa pemerintahan Khalifah Al-Walid dari Dinasti Umayah dan pusatnya berada di kota Damaskus (705-715 M). Sebelumnya, umat Islam telah lebih dulu menaklukkan beberapa wilayah yang ada di Afrika Utara. Barulah kemudian Islam memperluas wilayah kekuasaannya sampai ke Spanyol.

Spanyol berhasil di taklukkan oleh tiga Panglima besar dari umat Islam yaitu,

  1. Tharif bin Malik, ia di tugaskan sebagai perintis dan penyelidik. Saat Tharif bin Malik beserta pasukannya memasuki wilayah Spanyol, mereka tidak mendapat serangan ataupun perlawanan apapun karena saat itu sedang terjadi konflik di dalam kerajaan Visigothic. Sehingga langkah pertama mereka untuk menaklukkan wilayah Spayol berhasil dengan sangat mudah.
  2. Thariq bin Ziyad, ia memimpin sekitar 7000 lebih pasukan Islam. Sebelum menyerang Spanyol , Thariq bin Ziyad mempersiapkan pasukannya di sebuah bukit, yang di sebut Jabal Thariq atau Gibraltar dan saat ini menjadi salah satu tempat bersejarah dalam perkembangan Islam. Karena pasukannya yang cukup banyak, maka beliau pun berhasil menaklukkan Spanyol. Tak heran jika Thariq bin Ziyad di kenal sebagai penakluk Spanyol atas keberhasilannya tersebut.
  3. Musa bin Nusahir, bersamaan dengan Thariq bin Ziyad beliau mengirimkan pasukan umat islam sendiri. Musa bin Nusahir pun berhasil menaklukkan Sidonia, Karmona, Seeville dan Merida dan memperoleh banyak sekali harta rampasan perang.
Baca Juga:  Potret Peradaban Islam di Spanyol, dari Masa Jaya Hingga Runtuhnya

Antara Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nusahir pun kemudian bertemu di Teledo, pertahanan pasukan mereka semakin kuat sehingga akhirnya pasukan islam mampu menaklukkan wilayah Sargosa sampai dengan Navarre.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasukan Islam dalam menaklukkan wilayah Spanyol, yaitu

  • Faktor internal. Kesuksesan umat islam dalam menaklukkan Spanyol tidak lepas dari peran para pemimpin beserta pasukannya yang memiliki semangat, dan tekad yang kuat. Mereka juga sangat menjunjung tinggi toleransi sehingga ketika memasuki wilayah Spanyol, para pasukan islam pun mendapat respon yang baik dari penduduk .
  • Faktor eksternal. Kondisi sosial, ekonomi dan politik Spanyol saat itu sedang tidak stabil dan terjadi banyak konflik di dalamnya. Di tambah dengan pemimpin mereka saat itu, yaitu Raja Ghotic yang angkuh dan tidak mengenal toleransi terhadap umat ajaran agama minoritas. Sehingga dalam kondisi Spanyol yang sedang gaduh tersebut sangat memudahkan strategi pasukan Islam dalam memasuki wilayah Spanyol.
Baca Juga:  Karl Von Smith, Seorang Insinyur Belanda yang jadi Murid Mbah Hasyim Asy'ari

Spanyol mulai berada di bawah kekuasaan Islam sejak tahun 711 M pada masa pemerintahan Dinasti Umayah di Damaskus. Keadaan Spanyol saat itu mulai stabil, baik dari bidang ekonomi maupun politiknya. Namun, akhirnya pemerintahan Bani Umayah di Spanyol pun harus berakhir pada tahun 755 M karena terjadi perebutan kekuasaan oleh penguasanya dan mengakibatkan penduduk Spanyol tidak mau tunduk lagi dengan para penguasa muslim saat itu.

Pada periode 755 M- 912 M, pemerintahan Islam di Spanyol di pimpin oleh Abdurrahman I yang memiliki gelar Ad-Dakhil. Pada masa pemerintahan Abdurrahman I, banyak sekali mengalami perkembangan di bidang politik. Beliau juga mendirikan Masjid di Cordova dan sekolah-sekolah di kota besar.

Hukum di tegakkan oleh Amir Hisyam, sedangkan di bidang militer di kembangkan oleh Hakam. Selain itu perkembangan pemikiran tentang filsafat terjadi pada masa Abdurrahman al-Awshat. Masa pemerintahan Islam di Spanyol mulai mengalami kejayaan pada periode 912 M -1013 M saat di pimpin oleh Abdurrahman An-Nashir yang kemudian mendirikan Universitas di Cordova.

Namun pada periode 1013-1086 M, Spanyol terpecah menjadi 30 negara-negara kecil yang berpusat di Seville, Cordova, Teledo dan sebagainya. Sehingga banyak sekali timbul pertikaian dan keadaan tersebut akhirnya di gunakan oleh raja-raja Kristen sebagai kesempatan untuk menyerang pemerintahan Islam di Spanyol.

Baca Juga:  Ini Perbedaan Konsepsi Politik yang Terdapat Dalam Sejarah Syiah Dan Sunni

Pertahanan umat Islam di spanyol mulai melemah pada periode 1086 M- 1248 M karena mendapatkan banyak sekali serangan-serangan dari kerajaan Kristen. Akhirnya mereka pun berhasil menaklukkan wilayah Cordova dan Seville.

Banyak sekali hasil pemikiran dari para ilmuwan Islam yang berkembang saat itu seperti Ibnu Rusyd, namun sayangnya karya-karya ilmiah dari para ilmuwan muslim justru di warisi oleh orang-orang Kristen Barat.

Wilayah kekuasaan Islam semakin berkurang dan hanya tersisa di daerah Grananda, di bawah Dinasti Ahmar pada tahun 1248-1492 M. Tidak berselang lama, umat islam pun di usir secara kejam oleh Ferdinan dan Issabella yaitu penguasa dari Kristen.

Dan setelah berkuasa selama 7 abad lamanya berakhirlah peradaban Islam di Spanyol. Meskipun harus berakhir karena di usir oleh para penguasa Kristen disana, namun Islam telah banyak berjasa terhadap peradaban Spanyol dan Eropa lainnya.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik