Manakah yang Lebih Utama, Menikahi Gadis atau Janda?

Menikahi Gadis atau Janda

Pecihitam.org – Menikah merupakan salah satu sunnah atau jalan hidup yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, beliau bersabda:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

النِّكَاحُ سُنَّتِيْ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ

Nikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka ia tidak mengikuti jalanku.

Saking pentingnya menikah, banyak hadist-hadist yang berkaitan dengan keutamaan menikah dan jaminan Allah. Semisal hadis ysng bersumber dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ رَزَقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً، فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِينِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي الشَّطْرِ الثَّانِي

“Siapa yang dianugerahkan Allah Swt isteri yang shalehah, sungguh Allah Swt telah membantu setengah urusan agamanya, maka hendaknya ia bertaqwa kepada Allah Swt dalam setengahnya yang lain”.

Oleh karena, itu segeralah menikah. Karena dengan menikah, iman kita akan semakin kokoh. Tapi, dengan catatan sudah memenuhi syarat.

Jangan sampai berdalilkan hadist di atas, malah menikah sembarang. Belum baligh, ilmu tentang kehidupan rumah tangga belum ada, sudah mau menikah.

Setelah siap dan dirasa cukup matang baik dalam persiapan materi dan ilmu, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah tentang pilihan wanita yang akan dinikahi. Manakah yang lebih utama, apakah menikahi seorang gadis atau janda?

Baca Juga:  Perlukah Mengulang Akad Nikah Suami Istri Non Muslim yang Masuk Islam?

Pertanyaan diatas, sepintas akan mengingatkan kita pada istri Nabi Muhammad yang pertama, yaitu seorang janda yang bernama Khadijah binti Khuwailid.

Maka, secara otomatis sebagian kita akan beranggapan bahwa lebih baik menikahi janda daripada gadis. Karena hal itu dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Memang hal itu benar adanya. Tapi tidak lantas kemudian ini bisa dijadikan kemutlakan untuk mengatakan bahwa menikahi janda adalah lebih utama daripada gadis.

Karena Nabi sendiri memerintahkan kepada sahabatnya yang bernama Jabir bin Abdullah untuk menikahi seorang gadis. Karena menurut Nabi seorang gadis cintanya lebih sempurna, berbeda dengan seorang janda yang dibayang-bayangi oleh cinta suami pertamanya di masa lalu.

Sebagaimana hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا قُلْتُ: ثَيِّبًا، قَالَ: هَلَّا جَارِيَةً تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ، أَوْ تُضَاحِكُهَا وَتُضَاحِكُكَ قُلْتُ: هَلَكَ أَبِي فَتَرَكَ سَبْعَ أَوْ تِسْعَ بَنَاتٍ، فَكَرِهْتُ أَنْ أَجِيئَهُنَّ بِمِثْلِهِنَّ، فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً تَقُومُ عَلَيْهِنَّ، قَالَ: فَبَارَكَ اللَّهُ عَلَيْكَ

Apakah kamu sudah menikah wahai Jabir?” Aku menjawab: Sudah. Rasulullah Saw kembali bertanya: “Gadis atau janda?”.Aku jawab: Janda. Rasulullah Saw berkata: “Mengapa tidak kau nikahi gadis? Agar engkau dapat bermain dengannya dan ia bermain denganmu, atau engkau bersenda gurau dengannya dan ia bersenda gurau denganmu?”.

Lalu aku berkata: Ayahku telah meninggal dunia, meninggalkan tujuh atau sembilan orang anak perempuan. Aku tidak ingin mendatangkan kepada mereka orang yang sebaya (gadis) seperti mereka, sehingga aku menikahi wanita yang dapat mengurusi mereka. Lalu Rasulullah Saw mendoakan dan mengatakan: “Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu”.

Hadist tersebut sudah memberikan isyarat dengan nyata bahwa Nabi Muhammad menganjurkan ummatnya untuk menikahi gadis dibandingkan janda.

Baca Juga:  Inilah Empat Sifat Wanita yang Baik untuk di Nikah Menurut Islam

Lantas kenapa istrinya Nabi Muhammad sendiri rata-rata seorang janda?

Pada dasarnya, Nabi Muhammad Saw menikahi janda itu karena faktor dakwah di zaman tersebut. Dengan alasan agar keluarga dan kaum kerabat sang wanita yang beliau nikahi memiliki ikatan yang kuat, sehingga lebih menjamin tertariknya mereka menerima dakwah Rasulullah SAW dan membantu perjuangan beliau. Itu!

Biar kita lebih yakin akan keutamaan menikahi gadis . Maka perlu kita lihat akan kecintaan Rasulullah SAW kepada sayyidah Aisyah Ra . Beliau sangat mencintai dan menyayangi Aisyah.

Kecintaan beliau pada Aisyah yang dinikahi masih gadis akan jadi bukti nyata bahwa menikahi gadis lebih baik serta lebih utama dibandingkan menikahi seorang janda.

Baca Juga:  Imam Nawawi Tidak Pernah Menikah, Bagaimana dengan Maksud Hadis "An-Nikahu Sunnati?

Namun terlepas dari keutamaan menikahi seorang gadis, ada saatnya juga kita perlu memilih janda. Contohnya kisah Jabir Bin Abdullah di atas. Ia memang membutuhkan seorang isteri yang dewasa dan berpengalaman untuk mengasuh dan mendidik adik-adiknya yang perempuan yang masih kecil yang sudah menjadi yatim-piatu.

Itulah beberapa ulasan tentang keutamaan menikahi gadis atau janda. Tinggal dipertimbangkan dengan matang-matang. Untuk para pembaca, kami do’akan semoga segera dipertemukan dengan jodohnya. Yang jodohnya masih jauh, semoga diperdekat, dan dipertemukan dengan ijab-qabul. Amin!

Faisol Abdurrahman