Menjaga Lisan, Berkata Baik atau Diam, Maka Dirimu Akan Selamat

Berkata Baik atau Diam

Pecihitam.org – Adanya pepatah yang mengatakan bahwa mulutmu adalah harimaumu bisa saja hal tersebut benar. Karena banyak orang yang kemudian hancur sebab ia tidak dapat menjaga perkataannya. Maka, jika kita tidak bisa berkata baik atau sopan maka lebih baik kita diam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Juga ada pepatah yang mengatakan terpelesetnya kaki jauh lebih baik dari pada terpelesetnya lidah, karena mengobati luka badan terkadang lebih mudah dari pada mengobati hati yang yang terluka karena ucapan.

Rasulullah telah mengisahkan bahwa ada seorang laki-laki yang masuk neraka selama tujuh puluh tahun karena ia meremehkan ucapannya dan tidak bisa menjaganya.

إنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّم بِالْكَلِمَةِ لا يَرَى بِهَا بَأسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيْفًا فِي النّارِ(واه الترمدي(

“Sungguh ada seorang lelaki yang berbicara dengan satu kata yang ia tidak menganggapnya berarti, namun karena sebab itu, ia jatuh ke dalam neraka selama tujuh puluh tahun “(HR Turmudzi). 

Seseorang mungkin secara lahiriyah, secara kasat mata orang sudah memaafkan namun terkadang memaafkan bukan berarti melupakan semua kesalahan. Sehingga tetap ada perbedaan antara sebelum melakukan kesalahan dan sesudah melakukan kesalahan. Maka dari itu menjaga lisan adalah suatu hal yang wajib kita lakukan, terlebih  kepada  orang lain.

Baca Juga:  Makna Hadits: Allah itu Maha Indah dan Menyukai Keindahan

Maka dari itu Rasulullah selalu menganjurkan kita untuk selalu berkata yang baik atau yang memiliki nilai-nilai yang positif, jika belum bisa berkata positif maka lebih baik diam.

Dalam sabdanya Rasulullah menyampaikan bahwa:

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيرا او ليصمت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah Swt. Dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata dengan perkataan yang baik, atau hendaklah ia diam” (HR. Bukhari).

Imam Syafi’i pun memberikan penjelasan terkait hadits di atas, beliau mengatakan bahwa  jika seseorang ingin mengatakan sesuatu, maka hendaklah ia memikirkan terlebih dahulu apa yang hendak ia ucapkan. Jika kira-kira baik dan memiliki efek yang positif maka ucapkanlah, namun jika bahkan menimbulkan kegaduhan atau menyinggung orang lain, maka lebih baik ia simpan rapat-rapat dalam hatinya sendiri atau diam.

Baca Juga:  Karakter Pemimpin Tergantung Rakyatnya, Perbaiki Diri Jika Ingin Pemimpin yang Baik

Maka dari itu sebelum berkata hendak kita memikirkan terlebih dahulu apa yang hendak kita katakan, apalagi terkait dengan orang lain, sangat riskan. Karena banyak permusuhan dan kebencian yang lahir dari kata-kata.

Perlu diingat bahwa dalam setiap kehidupan, manusia diikuti oleh dua malaikat yang senantiasa mencatat segala amal dan perbuatan, entah itu baik ataupun buruk. Dalam Al Qur’an Allah telah mengingatkan untuk tetap menjaga ucapan:

مَا يَلْفَظُ مِنْ قَوْلٍ إلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat”.(QS. Qof : 18)

Maka dari itu menjaga ucapan adalah hal yang sangat penting, kepada siapapun bahkan kepada anak kecil sekalipun, karena bisa saja malaikat mencatat ucapannya sebagai suatu doa, yang bisa terkabul.

Baca Juga:  Rajin Ibadah Tapi Tidak Menutup Aurat, Ternyata Begini Pahalanya

Dalam kitab Nashoihul ‘ibad hlm. 65, Syeikh Nawawi menukil ucapan dari imam al-Kasa`i dari Bahr Kamil

احفظ لسانك ان تقول فتبتلي * ان البلاء موكل بالمنطق

“Jaga lisanmu mengucapkan sesuatu, jika tidak ingin terkena musibah * sesunggguhnya bala/musibah terwakilkan pada apa yang diucapkan”.

Menjaga lisan juga merupakan salah satu bentuk ketaqwaan kepada Allah, dan itu merupakan ciri dari orang yang beriman, dalam Al Qur’an telah dikatakan bahwa menjaga lisan dapat memperbaiki amalan-amalan dan menghapus dosa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (Al-Ahzab : 70-71).

Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat