Menyingkap Rahasia Ilmu Laduni yang Dimiliki Para Waliyullah

Ilmu Laduni

Pecihitam.org – Menurut sebagian ulama, ilmu laduni merupakan ilmu yang diletakkan oleh Allah didalam hati para kekasih-Nya atau waliyullah. Prof. Quraish Shihab pernah menyampaikan, bahwa manusia memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya tentunya atas izin Allah. Hal itu berdasarkan wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Adapun ilmu yang diperoleh juga terdiri dari dua macam:

  • Pertama, ilmu yang diperoleh tanpa adanya upaya dari manusisa itu sendiri atau disebut dengan ilmu laduni.
  • Kedua, ilmu yang diperoleh karena adanya usaha dari diri manusia atau disebut dengan ilmu kasbi.

Sehingga bisa dikatakan bahwa, ilmu laduni ialah ilmu yang didapat bukan hasil dari proses belajar atau proses pemikiran tanpa dipelajari terlebih dahulu melalui pengajaran atau pendidikan. Melainkan melalui ilham . melainkan atas kehendak Allah SWT.

Ilmu laduni tidak bisa dipelajari, para ulama menyebutnya sebagai ilmu ilham, karena tidak ada cara atau proses maupun metode yang dikhususkan untuk mendapatkan ilmu tersebut. Sedangkan ilmu kasbi harus melalui pembelajaran atau proses belajar.

Baca Juga:  Filosofi Tembang Sluku-sluku Batok Dakwah ala Sunan Kalijaga

Di dalam Al-Qur’an Allah menceritakan kisah antara nabi Musa dan Nabi Khidir yaitu dalam surat Al-Kahfi :

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya  Rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. Al-Kahfi: 65)

Dalam ayat tersebut terdapat kata minladuna bahwa ilmu yang dimiliki oleh Nabi Khidir ialah ilmu yang diberikan Allah secara langsung tanpa adanya proses belajar. Sehingga dalam kisah tersebut disebutkan bahwa Nabi Musa bertujuan untuk belajar dengan Nabi Khidir, lalu terjadilah sebuah perjalanan penuh pembelajaran dan hikmah. Yang mana merupakan ujian kesabaran dari Allah kepada Nabi Musa melalui Nabi Khidir.

Ilmu laduni atau ilmu hikmah ada juga yang menyebutnya sebagai ilmu yang membicarakan tentang penyingkapan hati, teori kasyaf, teori rasa. Bahwa apabila seseorang sampai pada tingkatan tertentu maka hati dan dirinya lebih peka dengan kabar alam. Sehingga dapat memahami tanda yang Allah berikan.

Baca Juga:  Betulkah Laduni adalah Ilmu Sesat dari Setan Seperti Tuduhan Kaum Salafi?

Rasulullah juga pernah mengingatkan bahwa agar berhati-hati terhadap orang yang mengaku-ngaku memiliki ilmu hikmah atau ilmu laduni. Berkata Aisyah Ra. Bahwa Rasulullah SAW setelah membaca surat Ali Imran ayat 7 beliau bersabda:

“Jika kamu melihat orang-orang bermujahadah tentang itu (mencari takwil perihal ayat-ayat mustasyabihat) maka itulah ornag-orang yang dimaksudkan Allah, orang-orang yang menimbukan fitnah. Maka jauhilah mereka” (Riwayat Imam Ahmad, riwayat ini dikuatkan oleh Iam Bukhari dan Imam Muslim serta Imam Ibn Jarir)

Ilmu laduni bisa juga disebut sebagai sebuah ilmu yang digunakan untuk menambah keimanan seseorang, agar lebih yakin dengan keyakinan yang sebelumnya. Bagi yang dianugerahi ilmu ini maka akan dapat menyingkap hikmah yang terkandung dalam Al-Qur’an, yang pada hakikatnya tidak semua ayat dapat ditakwilkan dan menyimpan maksud tersendiri bagi yang memahaminya.

Baca Juga:  Dimanakah Wilayah Najd, Tempat Lahirnya Muhammad bin Abdul Wahab Itu Berada?

Memanglah tidak mudah dalam menyingkap maksud ayat dalam Al-Qur’an dan memahami kebenarannya, namun ilmu laduni akan mampu menyingkapnya yang kemudian akan menjadikan seseorang lebih mantap dan lebih yakin.

Karena manusia tidak akan memahami maksud dan tujuan yang Allah tunjukkan tanpa tingkatan ilmu tertentu. Pemilik ilmu hikmah akan mendpatkan ketentraman dalam jiwanya, sehingga tidak akan memperlihatkan kesombongan atas apa yang dimilikinya dan mereka tidak akan mengobral ilmu dengan mudahnya.  Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik