Kisah Nabi Danial yang Jarang Orang Islam Ketahui

Kisah Nabi Danial yang Jarang Orang Islam Ketahui

PeciHitam.org – Di dalam Islam, ada sedikitnya 25 nabi yang wajib diketahui. Namun tahukah anda bahwa di dunia ini, ada ratusan ribu nabi lainnya? Salah satunya ialah Nabi Danial (biasanya ditulis Daniel, Denial, Daniyal, dst). Nabi Danial hidup di masa pemerintahan Raja Nebukadnezar.

Dalam Kitab al-Munjid dan al-Bidayah wa an-Nihayah disebutkan bahwa Nabi Danial ialah Nabi pemilik Kitab Danial, yang merupakan salah satu kitab Perjanjian Lama. Ia disebut-sebut sebagai pahlawan kenabian Danial.

Bahkan Ia digolongkan sebagai salah satu dari empat Nabi besar dalam Catatan Nasrani Wasik. Di masa pemerintahan Umar bin Khattab, para sahabat telah menemukan makamnya berikut segala hal yang berkaitan dengannya ketika masa pembebasan negeri-negeri.

Dalam kitab al-Munjid, disebutkan bahwa Raja Nebukadnezar merupakan Raja Babilonia. Ia tercatat pernah menyerang Mesir, menaklukkan kota Yerussalem (al-Quds), dan membakarnya, serta menampung keluarga Judas di Babilonia (sekarang Irak).

Ekspansi yang dilakukan oleh Raja Nebukadnezar ini berdasarkan ramalan para ahli nujum dan para cendekiawan pada masa tersebut yang mengatakan bahwa, “Pada malam ini dan ini, akan dilahirkan seorang bayi yang nantinya akan menghinakan dan meruntuhkan kerajaanmu.” Atas bujukan inilah, Raja Nebukadnezar berusaha sekuat tenaga untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Baca Juga:  Kisah Ibrahim bin Adham dan Burung Gagak; Bukti Allah Menjamin Rizki Makhluk-Nya

Ia bahkan bersumpah untuk membunuh semua bayi yang terlahir pada malam-malam itu untuk mencegah kehancurannya. Ketika Raja Nebukadnezar ini datang ke Baitul Maqdis dari sebuah negeri yang bernama Syam (sekarang Suriah), ia membantai penduduk Bani Israil sekaligus merebut kota Baitul Maqdis secara paksa. Ada pula yang ditawan olehnya, salah satu di antaranya ialah Nabi Danial.

Pada masa itu, Nabi Danial baru saja terlahir ke dunia, ia di bawa dan dibuang ke hutan. Berharap ia akan mati dilahap binatang buas. Benar saja, Nabi Danial dihampiri sepasang singa (jantan dan betina). Ajaib, atas izin Allah, kedua singa tersebut tidak memakannya, melainkan hanya menjilatinya dan tidak menyakitinya sama sekali.

Mengingat peristiwa tersebut, para cendekiawan wilayah tersebut mengukir pada batu cincinnya dengan gambar Nabi Danial dan kedua singa yang menjilatinya. Hal ini semata-mata hanya untuk mengingatkan peristiwa tersebut agar ia tidak lupa akan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadanya.

Baca Juga:  Layla Majnun, Betulkah Kisah Ini Nyata?

Adapun kisah dengan versi lainnya mengatakan bahwa jauh di masa setelah Nabi Musa wafat, diutus seorang Nabi pada masa Bani Israil yang bernama Nabi Danial ‘alaihissalam. Ia dibohongi oleh kaumnya, bahkan pada akhirnya ia juga diringkus oleh raja pada masa itu dan melemparkannya ke dalam sumur yang berisi beberapa ekor singa yang sengaja dibuat lapar.

Melihat kesabaran dan tawakalnya Nabi Danial, maka Allah mencegah mulut-mulut singa tersebut agar tidak menerkamnya. Danial mendekam di sumur tersebut cukup lama. Layaknya manusia pada umumnya, Danial pun merasakan lapar, ia ingin makan dan minum.

Nabi Danial pun berdiri di atas kepala singa-singa yang telah dibuat tunduk tersebut. Hal ini merupakan peristiwa yang menakjubkan, pasalnya singa-singa tersebut memang sudah dilatih untuk berburu dan ditempatkan di sebuah sumur.

Lalu Allah mengirimkan seseorang bernama Irmiya melalui sebuah wahyu. Irmiya yang kala itu sedang berada di Syam. Irmiya (Yeremia) merupakan salah satu dari empat pembesar Nabi-nabi Bani Israil.

Ia memperoleh kenabian sebelum hancurnya Kerajaan Judas. Ketika masa pemerintahan Kerajaan Judas, Irmiya juga pernah mendapatkan banyak tekanan dari pihak kerajaan tersebut. Irmiya diperintahkan oleh Allah untuk menemui Nabi Danial serta membawakan makanan kepadanya yang tengah berada di dalam sumur tersebut.

Baca Juga:  Sayyidah Khadijah, Sosok Wanita Pertama yang Masuk Islam

Demikian kisah beliau, salah satu dari begitu banyak nabi yang diturunkan kepada kaum Bani Israil. Kisah-kisah seperti ini mudah-mudahan mampu menambah keimanan kita terhadap segala kenikmatan dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG