Inilah Kisah Nabi Sulaiman yang Ingin Memberi Makan Seluruh Makhluk, Apa yang Terjadi?

Inilah Kisah Nabi Sulaiman yang Ingin Memberi Makan Seluruh Makhluk

Pecihitam.org – Tulisan ini akan mengungkap sebuah kisah menarik yakni Ketika Nabi Sulaiman ingin memberi makan seluruh makhluk. Hal ini beliau lakukan sebagai salah satu bentuk syukur untuk menjamu seluruh makhluk Allah. Tapi apa yang terjadi? Apakah usaha mulia ini berhasil ataukah bagaimana?

Nabi Sulaiman alaihissalam merupakan Putra dari Nabi Daud. Ia dianugerahi kebijaksanaan sejak remaja. Keistimewaan dan kekayaan yang berlimpah dari bapaknya hingga ia menjadi orang terkaya sepanjang sejarah manusia.

Nabi Sulaiman diberikan mu’jizat oleh Allah SWT bisa berbicara dan memahami bahasa hewan sehingga semua makhluk tunduk kepadanya.

Salah satu kisah yang cukup terkenal dari Nabi Sulaiman Alaihissalam adalah ketika ia ingin memberi makan seluruh makhluk. Ia berpikir jika kekayaan yang dimiliki terlampau banyak. Sehingga ia ingin mencukupi semua makhluk yang ada di darat, dan di laut.

Ternyata hal itu gagal, makanan tersebut hanya cukup untuk dimakan satu ikan saja. Kisah ini tertulis dalam Kitab Durrotun Naashihiin, karya Syekh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khowbawiy.

Diceritakan bahwa, salah satu keistimewaan Nabi Sulaiman adalah Allah SWT memberi kekuasaan yang luas kepadanya. Tidak hanya berkuasa atas manusia, Nabi yang mampu berbicara dengan hewan ini juga menguasai bangsa jin dan hewan. Bahkan ia juga menguasai angin dan mengatur pergerakkannya.

Baca Juga:  Hah, Nabi Sulaiman Ternyata Jadi Nabi Terakhir yang Masuk Surga! Kok Bisa?

Meskipun dengan kekayaan berlimpah, Nabi Sulaiman merupakan hamba yang taat kepada Allah. Pada satu ketika, beliau memohon kepada Allah untuk memberi rizki seluruh makhluk yang biasa memperoleh rizki dari Allah SWT.

Ia ingin melakukannya dalam jangka waktu satu tahun penuh. Namun Allah SWT tidak serta merta mengabulkan permohonan hamba-Nya tersebut. Allah pun menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan mampu.”

Akan tetapi, Nabi Sulaiman tidak patah semngat, beliau kembali memohon untuk memberi makan semua makhluk, namun cukup untuk satu hari saja. Maka Allah SWT pun mengabulkan permintaan tersebut.

Setelah itu, mulailah sang Nabi memerintahkan bala tentaranya mulai dari manusia, hewan dan jin untuk mengabarkan kepada seluruh makhluk untuk menghadiri undangan dan jamuan makannya yang disunguhkan kepada mereka.

Sebelum acara itu, Nabi Sulaiman memerintahkan para juru masak agar secara aktif memasak dan mendatangkan apa saja yang diperlukan. Mereka aktif memasak selama empat puluh hari.

Baca Juga:  Kisah Nabi Sulaiman Gelar Selamatan dan Sedekah Laut

Setelah itu, masakan dijaga baik-baik, anak-anak tidak diizinkan untuk mendekatinya agar tidak merusak keadaan makanan.

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan agar seluruh makanan dibariskan atau diatur di padang luas. Setelah seluruh makanan tersebut diatur, ternyata panjangnya setara dengan jarak satu bulan perjalanan, dan lebarnya diperkirakan sama dengan panjangnya.

Setelah persiapan sudah seratus persen, maka Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Sulaiman,“Makhluk manakah yang akan memulai terlebih dahulu?”

Nabi Sulaiman as menjawab: “Mereka yang menetap di darat dan di laut”. Maka Allah swt memerintahkan ikan-ikan laut golongan besar jenis ikan kakap, Hiu dan lain-lain agar memenuhi panggilan Nabi Sulaiman as.

Ikan ini kemudian menyantap apa yang sudah dipersiapkan Nabi. Tidak disangka, ternyata makanan yang begitu banyak tersebut tidak mampu membuat ikan ini kenyang.

“Hai Sulaiman, kenyangkanlah perutku. Kini aku masih merasa lapar”. Nabi Sulaiman menjawab,“Belum kenyangkah kamu?” Ikan pun menyahut, “Hingga saat ini aku masih belum terasa kenyang.”

Seketika itu Nabi Sulaiman bersujud memohon ampun kepada Allah SWT. Ternyata kekayaannya yang demikian banyak tidak mampu memberi makan semua makhluk seperti yang dipikirkannya. Bahkan untuk ikan saja makanan tersebut masih kurang.

Baca Juga:  Doa Abu Nawas Meminta Jodoh Wanita Cantik Dan Shalihah

Nabi Sulaiman berkata. “Maha suci Allah swt yang telah menjamin rizki setiap makhluk-Nya.”

Kisah ini memberikan kita pelajaran bahkan Nabi Sulaiman, manusia terkaya sepanjang sejarah, namun Nabi Sulaiman tidak akan mampu menandingi kekayaan yang dimiliki Allah SWT.

Apalagi kita yang kekayaannya sungguh tidak mencapai 0,% daripada yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman sungguh tidak layak kita menyambungkan diri dengan apa yang saat ini ada di tangan kita.

Semoga kisah ini dapat bermamfaat bagi pembaca yang budiman khususnya bagi saya pribadi. Amin!

Faisol Abdurrahman
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG