Inilah Nama-nama Kitab Aswaja dalam Bidang Aqidah yang Harus Diketahui Seorang Santri

Inilah Nama-nama Kitab Aswaja dalam Bidang Aqidah yang Harus Diketahui Seorang Santri

Pecihitam.org – Selain kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, ada beberapa referensi penting yang harus diketahui, dimiliki dan dibaca oleh setiap kaum nahdliyin. Tulisan ini akan menyampaikan nama-nama kitab Aswaja dalam bidang aqidah yang yang ditulis oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kita sering dengar ungkapan sinis dari para pengikut paham di luar Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka kadang mencibir, “Ngapain belajar kitab, apakah tidak cukup kalau berpegang kepada Al-Qur’an dan Hadis saja?”

Ternyata orang ini benar-benar tidak memahami bahwa literatur penting tentang paham dan kepercayaan Ahlussunnah wal Jamaah sudah banyak dikarang oleh ulama Sunny dan isinya tidak bertentangan bahkan merupakan substansi dari pada ada Al-Qur’an dan hadis itu sendiri.

Mengetahui nama-nama kitab Aswaja dalam bidang aqidah sangatlah penting. Selain sebagai penguat akan keyakinan yang selama ini kita percayai, juga sebagai hujjah untuk membantah mereka yang sering menyalahkan dan menyebutkan faham faham Aswaja.

Baca Juga:  Kitab Nihayatu Al Muhtaj Karya Imam Ar-Romli

Berikut nama-nama kitab Aswaja dalam bidang aqidah atau Ushuluddin baik yang ditulis oleh ulama klasik hingga kontemporer.

1). Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah karya Rais Akbar Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari
2). Mafahim Yajibu an Tushahhaha, karangan Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki
3). Asma wa as-Shifat, karangan Imam Abu Mansur Abdul kahir bin Thohir Al-Baghdadi
4). Kitab As-Sunnah, karangan Imam Abdul Qosim Hibatullah bin Hasan At-Thabari
5). Tadzkirat al-Qusairiyyah, karangan Imam Al-Qusyairi


6). Al-Madkhal Al-Awsath ila Ilm Kalam, karangan Abu Bakar Muhammad bin Hasan bin Faurak
7). Al-Iqd As-Shafi, karangan Imam Abdul Qosim Abdurrahman bin Abdul Shamad An-Naisaburi
8). Umdatul Aqaid wal Fawaid, karangan Imam Yusuf Al-Maliki
9). I’tiqad Ahlussunnah wal Jamaah, karangan Imam Abu Muhammad Al Juwaini
10). I’tiqad Ahlussunnah wal Jamaah, karangan Imam Abdul Qosim Al-Qusyairi


11). Lam’ul Adillah fi Qawaid Aqaid Ahl as-Sunnah, karangan Imam Haramain
12). Syarhil Kubra, karangan Muhammad bin Yusuf As-Sanusi
13). Hidayatul Murid Syarah Jauharut Tauhid, karangan Burhan Al-Laqani
14). Hasyiyah Ummul Barahin, karangan Imam Muhammad Al-Gharimin
15). Kitab Al-Aqidah, karangan Imam Abu Ishaq As-Syirazi

Baca Juga:  Mengenal Ahlussunnah wal Jamaah; Sejarah, Definisi dan Pemikirannya


16). Kitab Al-Aqidah, karangan Imam Izzuddin bin Abdussalam
17). Asrar al-Tanzil, karangan Imam Fahrurrazi
18). Tabyin Kazbul Muftari, karangan Ibnu Asakir
19). Ta’wil Mutasyabihat, karangan Syamsuddin Ibnul Luban
20). Ihya Ulumuddin bab Qawaidul Aqoid, karangan Imam Al Ghazali


21). Syarah Aqidah Ibnu Al-Hajib, karangan Imam As-Subki
22). Syarah Tijanu ad-Darari, karangan Syaikh Ibrahim Al-Bajuri
23). Aqidatun Najin fi Ilm Ushul al-Din, karangan Syaikh Zainal Abidin Al-Fathari
24). Tuhfatul Murid, Syarh Jauharut Tauhid, karya Imam Al-Bajuri
25). Kitab Al-I’tiqad, karangan Imam Al-Baihaqi


26). Kifayatul Awam, karangan Syaikh Muhammad Al-Fadhali
27). Ummul Barahin, karangan Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf As-Sanusi
28). Jauharat al-Tauhid, karya Burhanuddin Harun Al-Aqani
29). Bad’ul Amali, karangan Sirajuddin Ali bin Usman Al-Usyi
30). I’tiqad Ahlussunnah wal Jamaah, karya KH. Sirajuddin Abbas

Baca Juga:  Kitab Lawami‘ul Burhan wa Qawati‘ul Bayan, Kitab Penolak Gerakan Wahabi Karya Ulama Nusantara

Demikian nama-nama kitab Ushuluddin yang dikarang oleh ulama-ulama Aswaja. Penting bagi kita mengetahui dan mempelajari isinya, baik untuk diri sendiri maupun diajarkan kepada anak didik, agar mereka terbekali pemahaman Aswaja yang kokoh. Wallahu a’lam bisshawab. WallahulMuwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Faisol Abdurrahman