Ngaji Aswaja Kader PMII STIT Darul Ulum Cabang Kubu Raya

Ngaji Aswaja Kader PMII

Pecihitam.org – KUBU RAYA- Setelah selesai proses pengkaderan, Pengurus Komisariat PMII STIT Darul Ulum Cabang Kubu Raya menggelar follow up pertama berupa Ngaji Aswaja Kader PMII.

Tema yang diusung “Memperdalam Paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)” Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus Hijau Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Ulum (STIT DAR) Kubu Raya, Senin, (02/12).

Adapun kegiatan ini di dilaksanakan pada jam 15:30 -17:00 WIB. Peserta yang hadir berjumlah 20 orang. Mereka adalah kader-kader PMII STIT Darul Ulum Cabang Kubu Raya.

Kegiatan ini diawali sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh ketua Panitia “Ngaji Aswaja kader PMII“, Samsul Arifin. Ketua Panitia menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran pemateri Ust. M. Ali Baqir selaku jajaran pengurus MWC NU Sui. Raya Kabupaten Kubu Raya.

Ketua panitia menekankan kepada seluruh peserta agar dengan baik menyimak penyampaian pemateri.
“Sehingga dalam proses kalian ini memang memperoleh ilmu yang baik dan setelah keluar wajib kalian mengamalkannya,” terangnya.

Sambutan kedua oleh Ketua PK PMII STIT Darul Ulum Cabang Kubu Raya, Sahabat Wakip. Beliau berpesan kepada Kader-kader PMII bahwasanya selaku warga pergerakan PMII yang manhajnya adalah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) tidak boleh ekstrim kanan dan ekstrim kiri.

Baca Juga:  Akun Facebook Ini Sebut Ustadz Adi Hidayat Harus Belajar Lagi Ilmu Tashrif

“Karena sudah jelas karakter Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dalam ayat suci Al-Qur’an.
Di antaranya dalam Surah Al-Baqarah ayat 143, karakter At-Tawasuth, Surah Al-Hadid ayat 25, krakter At-Tawazun, Surah Al-Maidah ayat 8, karakter Al-I’tidal”, jelasnya.

Dilanjutkannya, ketiga surat di atas harus terpatri dan tertanam kepada kader-kader PMII, khususnya PMII STIT Darul Ulum Cabang Kubu Raya.

“Agar karakter kader selaras dengan ajaran Al-Qur’an dan ajaran Hadist Nabi Muhammad SAW. Sehingga solidaritas antara organisasi satu dan lainya tetap sinkron dan utuh”, lanjutnya.

Sahabat M. Amin selaku moderator
meyampaikan sepatah dua patah kata tentang tema yang diangkat.
moderator sebelum memberikan kesempatan kepada pemateri untuk menyampaikan materinya.

“Kita selaku kader kader PMII wajib menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah(Aswaja),” katanya.

Ust.M Ali Baqir Selaku Pemateri meyampaikan bahwa Aswaja adalah singkatan dari Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Ada tiga kata yang membentuk istilah tersebut.

  1. Ahl, berarti keluarga, golongan atau pengikut.
  2. Al-Sunnah, yaitu segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Rasullullah SAW. Maksudnya semua yang datang dari Nabi SAW berupa perbuatan, ucapan dan pengakuan Nabi Muhammad SAW.
  3. Al-Jamaah, yakni yang telah disepakati oleh para sahabat Rasullullah SAW pada masa Khulafaur Rasyidin (Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Bin Abi Thalib).
Baca Juga:  FPI Sebut SKT Tak Ada Gunanya, Ngabalin: Tinggal di Indonesia Harus Ikut Aturan

“Dari definisi itu dapat di pahami bahwa Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah bukanlah aliran baru yang muncul sebagai reaksi,” terang Ustadz M. Ali Baqir.

Dilanjutkannya, ada beberapa aliran yang menyimpang dari ajaran Islam yang hakiki, tetapi Ahlussunnah Wal Jamaah adalah Islam yang murni sebagaimana yang diajarakan oleh Nabi Muhammad SAW sesuai dengan apa yang di gariskan serta yang diamalkan oleh apara sahabat-sahabatnya.

“Dalam artian orang orang yang mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat itulah yang disebut Ahlussunnah wal Jamaah.
Sedangkan yang menolak tentu tidak dikatakan pengikut Ajaran Ahlussunnah Waljamaah,” lanjutnya.

Sementara Sahabat Wasik sebagai pengisi penutup acara pada kegiatan ini berharap semoga kader kader PMII, khususnya PMII STIT Darul Ulum Cabang Kubu Raya mendapatkan ilmu yang mendalam tentang Ahlusunnah wal Jamaah.

Baca Juga:  Pengamat Intelijen Nilai Aksi PA 212 Hanya Untuk Serang Pemerintah

“Sehingga kader-kader PMII tidak mudah terombang ambing dalam narasi yang tidak baik. Karena kalian adalah seorang itelektual yang harus menjadi penengah sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.

Faisol Abdurrahman