Niat, Syarat dan Tata Cara Shalat Jamak yang Mudah Diikuti

cara shalat jamak

Pecihitam.org – Anda Suka Bepergian? atau punya hajat tertentu yang membuat anda kesulitan melaksanakan Shalat pada waktunya? Maka Shalat Jamak adalah solusinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Menjamak shalat adalah salah satu bentuk keringanan (rukhsah) yang diberikan oleh syariat Islam kepada para pemeluknya dikarenakan wujudnya beberapa sebab yang melegalkan solat untuk dapat di jamak. Sebab-sebab itu bermacam-macam seperti bepergian, hujan dan sakit, dengan berbagai ketentuan-ketentuan yang dijelaskan secara rinci dalam kitab fiqih.

Pengertian Shalat Jamak

Yang dimaksud dengan jamak adalah mengumpulkan dua shalat fardlu dikerjakan dalam satu waktu solat. Misalnya dhuhur dan ashar dijadikan satu, ditunaikan saat waktu dhuhur saja. Sehingga saat waktu ashar, kita tidak perlu melakukan sholat lagi. Adapun Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat dhuhur dengan ashar dan magrib dengan isya.

Dalil tentang bolehnya menjamak shalat salah satunya terdapat dalam hadits:

كان رسول – ﷺ – يجمع بين صلاة الظهر والعصر إذا كان على ظهر سير، ويجمع بين المغرب والعشاء

“Rasulullah ﷺ menjamak antara shalat zuhur dan asar ketika berada dalam perjalanan, ia juga menjamak antara shalat maghrib dan isya” (HR. Bukhari)

Jenis jamak sendiri terbagi menjadi dua, yaitu jamak taqdim dan jamak ta’khir.

Shalat Jamak Taqdim

Jamak taqdim adalah melaksanakan dua solat yang dijamak pada waktu solat yang pertama, misalnya menjamak shalat zuhur dan ashar pada waktu zuhur.

Syarat-syarat jamak taqdim ada tiga:

  • Pertama, mendahulukan shalat yang pertama (melaksanakan shalat zuhur dahulu, setelah itu shalat ashar),
  • Kedua, menyebutkan niat jamak taqdim pada solat yang pertama.
  • Ketiga, muwalah (terus menerus) dalam artian antara shalat pertama dan kedua tidak terpisah oleh waktu yang lama.
Baca Juga:  Sujud Tilawah, Bagaimana Tata Caranya?

Shalat Jamak Takhir

Jamak ta’khir adalah melaksanakan dua shalat yang dijamak pada waktu shalat yang kedua, misalnya melaksanakan shalat zuhur dan ashar pada waktu ashar.

Adapun yarat pelaksanaan jamak takhir hanya ada satu yaitu melakukan niat jamak ta’khir pada saat waktu shalat yang pertama. Misalnya, saat masuk waktu maghrib, seseorang harus berniat bahwa shalat maghribnya akan dilaksanakan di waktu isya’. Maka dalam jamak ta’khir ini tidak disyaratkan muwalah, mendahulukan shalat yang pertama ataupun kedua dan juga tidak disyaratkan niat jamak pada saat melaksanakan shalat. Penjelasan demikian tertera dalam kitab Fath al-Qarib:

وأما جمع التأخير، فيجب فيه أن يكون بنية الجمع، وتكون النية هذه في وقت الأولى، ويجوز تأخيرها إلى أن يبقى من وقت الأولى زمن لو ابتدئت فيه كانت أداء، ولا يجب في جمع التأخير ترتيب، ولا موالاة ولا نية جمع على الصحيح في الثلاثة.

“Adapun (Syarat) jamak ta’khir maka wajib untuk melaksanakan niat jamak di waktu shalat yang pertama. Boleh mengakhirkan niat jamak ini sampai masih tersisa zaman dari waktu shalat yang pertama yang mana jika shalat dimulai pada saat itu maka menjadi shalat ada’ (bukan qadha’). Tidak wajib dalam jamak ta’khir ini melakukan shalat secara tartib (berurutan), tidak wajib pula muwalah dan niat jamak menurut pendapat yang sahih dalam ketiganya.” (Ibnu Qasim Al-Ghazi, Fathul Qarib al-Mujib, hal. 44)

Berdasarkan referensi di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa dalam jamak takhir tidak ada kewajiban shalat mana yang harus didahulukan, sebab dalam jamak ta’khir tidak disyaratkan pelaksanaan solat harus tartib sebagaimana yang disyaratkan dalam jamak taqdim, sehingga orang yang menjamak ta’khir shalatnya bebas memilih antara mendahulukan shalat yang awal atau pun mendahulukan solat yang kedua.

Baca Juga:  Apakah Keringat Perempuan Haid Najis? Ini Penjelasannya

Tata Cara Shalat Jamak

Pelaksanaan Solat Jamak pada intinya sama saja saat anda melaksanakan solat fardhu sebagaimana biasanya. Yang perlu diperhatikan adalah Niat dan jenis jamak apa yang ingin anda kerjakan.

Niat Solat Jamak Taqdim

Berikut adalah niat saat melaksanakan jamak taqdim, yaitu:

Niat jamak taqdim dzuhur dan ashar (Dilakukan saat waktu dzuhur)

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai sholat dzuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al dzuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat ashar 4 rakaat dijama’ dengan dhuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.

Niat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya’ (Dilakukan saat waktu maghrib)

“Ushollii fardlozh maghribi tsalaatsa raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja shalat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ taqdim, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai shalat maghrib, langsung dilanjut shalat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardhal ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isya empat rakaat dijamak dengan magrib, dengan jama’ taqdim, fardhu karena Allah Ta’aala.

Baca Juga:  Shalat Yang Boleh di Jama’, Apa Sajakah Itu?

Niat Jamak Takhir

Setelah Niat jamak taqdim, berikut ini adalah niat untuk shalat jamak takhir, yaitu:

Niat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar

“Ushollii fardhazh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai sholat dzuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku sengaja sholat fardu Ashar 4 rakaat yang dijama’ dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta’aala”

Niat Jamak takhir Maghrib dan Isya’

“Ushollii fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja shalat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isya, dengan jama’ takhir, fardu karena Allah Ta’aala.

Setelah selesai shalat maghrib, langsung dilanjut sholat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardhal ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khirin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan magrib, dengan jama’ takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.

Demikianlah penjelasan mengenai Shalat Jamak, dimulai dari definisi, syarat, cara dan niatnya. Semoga dapat membantu anda melaksanakan ibadah sehari-hari. Aamiin

Redaksi
Latest posts by Redaksi (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *