NU Ajak Muhammadiyah Berjuang Mengentaskan Kesenjangan Ekonomi

NU

Pecihitam.org – Ajakan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas untuk bersama-sama berjuang mengentaskan kesenjangan ekonomi disambut baik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Saya kira ta’awun, kerja sama, tolong menolong untuk kebaikan dianjurkan agama. Dan PBNU dan PP Muhammadiyah selama ini hubungannya baik-baik saja, tentu ajakan dari Pak Anwar Abbas kita sambut dengan baik,” kata Sekretaris Jenderal PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini, dikutip dari Republika, Kamis, 2 Januari 2020.

Pihaknya pun ikut mengajak Muhammadiyah agar bersama-sama mengawal berbagai program yang tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Ayo bersama kita kawal agar program-program baik itu pemberdayaan ataupun program yang bersifat untuk memajukan ekonomi masyarakat Indonesia untuk memajukan apa yang disebut sebagai membangun peradaban yang unggul. Ayo, PBNU siap untuk bekerjasama,” imbaunya.

Baca Juga:  KH. Ma'ruf Amin: NU Agen Perubahan Islam di Tengah Masyarakat

Adapun bentuk kerja sama yang diperlukan antara NU dan Muhammadiyah dalam hal memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat, kata Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil, yakni dengan saling berkoordinasi.

“Itu perlu koordinasi saja,” ujar Kiai Said dengan singkat.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas menilai kekompakan NU dan Muhammadiyah sebagai civil society harus tampil memberikan pengaruh dan berpartisipasi secara maksimal dalam kehidupan bernegara.

Menurutnya, NU dan Muhammadiyah perlu bersatu untuk mengajak elemen masyarakat lainnya.

“Kita mengharapkan dua ormas Islam terbesar di negeri ini yaitu NU dan Muhammadiyah agar bisa kompak dan bersatu dengan mengajak elemen-elemen masyarakat lain untuk  memperjuangkan dan memperbaiki nasib rakyat,” ujar Anwar.

Baca Juga:  Kiai Said: NU Akan Selalu Perjuangkan Nasib Rakyat Kecil

Menurutnya, banyak masyarakat yang terpinggirkan selama ini.

“Adanya aliansi antara penguasa dan usaha-usaha besar menyulitkan adanya tindakan afirmatif atau lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat banyak,” ungkap Anwar.

“Sehingga kita harapkan jarak antara kelas atas dan bawah tidak lagi tinggi. Dengan demikian ketegangan dan kecemburuan sosial dan ekonomi antara sesama anak bangsa akan bisa ditekan dan diturunkan secara signifikan kalau tidak bisa dihilangkan,” pungkasnya.

Muhammad Fahri